Koran Jakarta | February 22 2018
No Comments
Prospek Usaha

HIN Ditargetkan Raib Laba pada 2018

HIN Ditargetkan Raib Laba pada 2018

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero menargetkan tahun 2018 mampu mencetak laba sebesar 8,7 miliar rupiah, melonjak signifikan dibanding tahun 2017 yang membukukan kerugian sebesar 89,9 miliar rupiah. “Tahun 2018 akan menjadi tahun pertumbuhan menuju lepas landas, karena perseoan diproyeksikan mampu membalikkan keadaan keuangan dari sebelumnya menderita defisit menjadi laba,” kata Direktur Utama HIN, Iswandi Said di Jakarta, Selasa (16/1).

Menurut Iswandi, pada tahun 2018 perseroan juga menargetkan meraup pendapatan sebesar 730 miliar rupiah, tumbuh 12 persen dibanding tahun 2017 sebesar 637 miliar rupiah. Ia menjelaskan, pada tahun 2016-2017 manajemen melakukan transformasi perusahaan agar bisa keluar dari keterpurukan dengan melakukan revitalisasi hotel dan perbaikan kualitas layanan.

“Bisnis inti HIN adalah jasa perhotelan. Jadi kita harus konsisten untuk memperbaiki infrastruktur mulai dari hotel, layanan dan sumber daya manusia,” tegasnya. Saat ini, Hotel Indonesia Group mengelola 43 hotel yang terdiri dari atas 14 Hotel Indonesia Natour, tujuh hotel Patra Jasa (anak perusahaan Pertamina) dan 7 hotel Aero Wisata (anak perusahaan Garuda Indonesia).

Selanjutnya, sembilan hotel milik Pegadaian (Pesonna Hotels), satu hotel milik Taman Wisata Candi (Manohara Hotel Borobudur) dan lima hotel milik PT Jakarta Tourisindo. Iswandi menjelaskan, transformasi yang dilaksanakan perusahaan juga dikaitkan dengan program sinergi antar BUMN yang dicanangkan Kementerian BUMN, dimana semua perusahaan milik negara diarahkan untuk saling bekerja sama.

“Kita harus mampu mengubah citra hotel BUMN yang sebelumnya terkesan gelap, kuno dan layanan di bawah standar, menjadi berkualitas skala internasional. Tidak ada lagi yang bilang kamar kumuh, handuk berwarna coklat. Sekarang pastinya handuk putih bersih layaknya hotel kualitas internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan HIN, Andy F Manvaludhi, mengatakan perbaikan layanan secara berkesinambungan terus dilakukan mulai dari penataan dan perbaikan sarana dan fasilitas hotel di berbagai kawasan, peningkatan kualitas layanan, termasuk pengembangan program pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam hal layanan dan reservasi.

Khusus tahun 2018, Andy menambahkan perusahaan mengalokasikan belanja modla (capex) sebesar 89 miliar rupiah, yang diperoleh dari internal kas perusahaan dan dari penerbitan surat utang (obligasi). “Dana investasi terutama digunakan untuk pengembangan dan renovasi hotel di sejumlah lokasi,” ujarnya. 

 

Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment