Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments

Hidup Berlandaskan Prinsip Moral Kristiani

Hidup Berlandaskan Prinsip Moral Kristiani

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Moral Dasar: Prinsip-prinsip Pokok Hidup Kristiani

Penulis : Dr Peter C Aman OFM

Penerbit : Obor

Cetakan : 2016

Tebal : 252

ISBN : 978-979-563-754-5

Istilah moral sudah menjadi bahasa sehari-hari sebagai kriteria tinggi rendah kualitas manusia dalam menghargai diri, orang lain, dan Tuhan. Moral sangat berkaitan dengan Tuhan karena yang terkandung di dalamnya merupakan refleksi wahyu ilahi. Moral juga berkaitan erat dengan orang lain karena manusia tidak bisa hidup sendiri. No man is an island. Hubungan antara manusia yang dirakit dengan nilai moral akan membentuk rupa masyarakat. Moral juga berkaitan dengan diri sendiri karena tidak bisa lepas dari sisi dasar manusia yang punya kebebasan. Tanpa kebebasan tidak ada moral.

Moral sendiri berasal dari bahasa Latin, mores, yang berarti kebiasaan atau adat istiadat. Cicero pertama kali yang menggunakan kata moral untuk menerjemahkan istilah ethike philosophia Yunani. Sebab itu pada perkembangannya moral dan etika merupakan sinonim yang sama-sama mengandung satu nilai kebajikan bagi pelaku dan orang lain (hlm x).

Manusia memiliki dua varian kebebasan. Pertama, kebebasan menentukan diri. Kebebasan ini tumbuh dari pemikiran, kehendak, dan kemampuan. Tiga elemen ini yang mendasari setiap tindakan manusia. Dengan tiga elemen tersebut manusia mampu mengekspresikan diri melampui batasan genetik dan pengaruh lingkungan.

Ungkapan “Jadilah dirimu sendiri” merupakan moto agar setiap orang tidak terkungkung dalam kurung keterbatasan diri. Manusia berada di antara kebebasan dan determinisme absolut. “Kalau manusia bebas secara absolut, tidak lagi dapat mengatur dan mengarahkan tindakannya. Sebaliknya, andai terkungkung secara absolut, dia tidak mampu melakukan segala sesuatu dalam kebebasan (hlm 48).”

Keterbatasan diri harus diterima sebagai ketentuan Tuhan, sedangkan kebebasan yang diberikan Tuhan adalah anugerah untuk mengeksplorasi kelebihan yang dimiliki demi manfaat dan orang lain. Ketika orang sudah berada di posisi tersebut, berarti telah dewasa karena bisa berdamai dengan keterbatasan. Dia fokus untuk mengembangkan kebajikan secara maksimal (Mat: 7:17; Luka. 3: 31).

Kedua, kebebasan memilih. Kebebasan ini berangkat dari fakta bahwa manusia tidak bisa melakukan segalanya. Dia harus memilih satu atau beberapa di antaranya saja. Beragama faktor sangat mempengaruhi pilihan yang akan diambil seperti iklan, ideologi politik, teman, guru, buku dan sebagainya. Dengan kebebasan memilih terdapat tanggung jawab. Sebab itu, pilihan tidak boleh dipaksakan. Kebebasan dalam konteks moral berdasarkan pada kemampuan, bukan keinginan (hlm 50).

Dalam teologi moral yang dikembangkan teolog Kristiani, varian kebebasan tersebut sebenarnya diberikan agar manusia mampu membangun jalinan kasih dengan Tuhan dan Yesus Kristus. Jika tidak, manusia akan menjadi hamba hawa nafsunya sendiri. Akibatnya, segala tindakannya tidak bermoral berdampak kehilangan martabat kemanusiaan (hlm 51).

Yesus dalam teologi Kristen menjadi tumpuan struktur organik seluruh nilai moral karena Yesus merupakan wahyu Allah yang utuh. Tidak sah tatanan nilai yang tidak bertumpu kepada-Nya. Ajaran moral Yesus menyerukan pertobatan dan perbaikan hidup. Keduanya, saling berkaitan.

Tobat sangat ditekankan karena Kerajaan Allah sudah dekat. Perbaikan hidup tidak akan pernah terjadi sebelum ada perubahan radikal dalam diri manusia. Perubahan radikal harus diawali dengan tobat. Sebab itu, ajaran moral Yesus bertumpu pada sikap mengadili tindakan yang salah dan mengarahkan kepada tindakan yang benar (hlm 237).

Ketika manusia sudah bisa mengetahui kesalahan perilakunya, menyesalinya, membersihkan diri, dan beralih pada tindakan kebajikan, saat itu dia telah menghargai diri, orang lain, dan juga Tuhan. Itulah manusia bermoral. 

Diresensi Ahmad Dwi Bayu Saputro, Alumnus IAIN Salatiga, Jateng

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment