Hasil Tes SBMPTN untuk Seleksi Mandiri | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Penerimaan Mahasiswa

Hasil Tes SBMPTN untuk Seleksi Mandiri

Hasil Tes SBMPTN untuk Seleksi Mandiri

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Hampir semua rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat menggunakan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk seleksi mandiri. Namun, untuk berapa persentasenya diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing. Ketua Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Ravik Karsidi, mengambil contoh di Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta, tempatnya menjabat sebagai rektor, menggunakan 100 persen hasil SBMPTN untuk seleksi mandiri.

“Untuk perguruan tinggi lainnya, diserahkan ke rektornya masing-masing,” kata dia, di Jakarta, Rabu (17/5). Ia menambahkan, berdasarkan Permenristekdikti 126/2016 tentang penerimaan mahasiswa baru program sarjana, dijelaskan bahwa idealnya ujian masuk mandiri diambil dari hasil SBMPTN. Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Sutrisna Wibawa, mengatakan tahun ini pihaknya menerima sekitar 6.000 mahasiswa baru.

“Sebanyak 30 persen dari seleksi nilai rapor atau SNMPTN, 40 persen dari SBMPTN dan 30 persen dari ujian mandiri,” kata Sutrisna. Untuk ujian mandiri, lanjut Sutrisna, baru diselenggarakan jika nilai SBMPTN yang ada belum memenuhi standar yang ditetapkan. “Jadi, tes mandiri baru dilaksanakan kalau nilai SBMPTN tidak ada.”

Sementara itu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan pihaknya menyerahkan kebijakan tersebut pada masing-masing perguruan tinggi. “Perguruan tinggi bisa menggunakan nilai SBMPTN, tapi tidak harus. Ada beberapa yang menggunakan, namun ada juga yang tidak,” kata Nasir.

Intinya, kata mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro itu, bagaimana seleksi masuk PTN bisa terjaring dengan baik. Dalam kesempatan itu, Nasir kembali menegaskan bahwa calon mahasiswa dari masyarakat tidak mampu untuk tidak khawatir terkait biaya melanjutkan pendidikan karena negara akan membiayai.

“Prestasi harus ditunjukkan dengan baik dan mudah-mudahan dapat diterima. Kalau tidak ada beasiswa, sampaikan ke Pak Menteri. Jangan khawatir, karena kalau tidak mampu negara akan membiayai,” ujarnya. Nasir melanjutkan beasiswa yang diberikan pemerintah mulai dari beasiswa Bidikmisi dan beasiswa prestasi.

Beasiswa Bidikmisi merupakan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi secara akademik, namun secara ekonomi perlu dibantu. “Tahun ini, pemerintah menyediakan 80.000 beasiswa Bidikmisi. Naik dari tahun sebelumnya, yang berjumlah 70.000,” kata dia. cit/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment