Hasil SBMPTN Diumumkan Besok | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Penerimaan Mahasiswa - Yang Tidak Lolos Masih Bisa Ikut Jalur Mandiri

Hasil SBMPTN Diumumkan Besok

Hasil SBMPTN Diumumkan Besok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Panitia SBMPTN sudah mengantongi nama-nama dari 128.085 siswa pendaftar yang akan diterima.

JAKARTA - Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan mengumumkan nama peserta yang lolos dari seleksi ujian tulis tersebut besok, Selasa (13/6). Panitia SBMPTN sudah mengantongi nama-nama dari 128.085 siswa pendaftar yang akan diterima di jalur SBMPTN. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, berharap para siswa yang tidak lolos masih memiliki semangat juang untuk melamar di PTN ataupun PTS.

Sebab kursi di PTN memiliki kuota yang sangat terbatas. “Jangan berkecil hati bagi yang tidak lolos,” kata Nasir saat buka puasa bersama wartawan di kediamannya, di Jakarta, Sabtu (10/6) malam. Seperti diketahui, pada tahun ini jumlah pendaftar SBMPTN 2017 mencapai 797.738 orang. Terdiri atas 639.581 pendaftar jalur reguler dan 158.157 pendaftar jalur beasiswa Bidik Misi. Total kampus yang terdaftar di SBMPTN sebanyak 85 PTN yang akan diperebutkan 128.085 calon mahasiswa.

Terlihat dari data, pendaftar untuk jalur sosial humaniora masih lebih banyak daripada sains teknologi. Soshum mencapai 260.943 orang dan sainstek 256.689. Nasir mengingatkan para siswa yang belum lolos SBMPTN dapat mencoba masuk PTN melalui jalur mandiri. Ia memastikan bahwa di seluruh jalur, termasuk jalur mandiri, besaran uang kuliahnya akan sama.

“SPP mahasiswa dari ketiga jalur ini akan sama mengikuti kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT),” tegas Nasir. Nasir mengatakan, di tahun akademik 2017/2018 memang berlaku aturan UKT baru. Namun, dia memastikan aturan baru itu tidak membuat biaya SPP semakin mahal. Dia menerangkan bahwa batas atas UKT tetap sama seperti tahun sebelumnya. Hanya saja kelompok UKT semakin bervariasi. Dari yang semula hanya lima kelompok menjadi tujuh kelompok.

Nasir mengatakan jumlah kampus yang tergabung dalam SBMPTN hanya 85 unit, sementara jumlah kampus di seluruh Indonesia mencapai 4.400 lebih, sehingga masih banyak kampus yang bisa dipilih untuk kuliah. Dia mengatakan seluruh kampus itu sudah valid atau resmi terdaftar di sistem Kemenristekdikti. Meskipun sudah terdaftar resmi di Kemenristekdikti, status akreditasi perguruan tinggi maupun program studinya bervariasi, baik C, B, dan A. Dirjen Pembelaja

ran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti, Intan Ahmad, mengingatkan bagi siswa yang belum lolos SBMPTN agar tidak berkecil hati. “Bukan berarti siswa yang bodoh. Namun, bisa juga karena program studi (prodi) yang dipilih merupakan prodi dengan tingkat pelamar padat, sehingga persaingan memang ketat,” katanya.

Peserta Didik

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mengatur sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018. Sistem ini diharapkan dapat memberikan dampak pemerataan kualitas sekolah di seluruh zona. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengeluarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dalam permendikbud tersebut, diatur mengenai sistem zonasi yang harus diterapkan sekolah dalam menerima calon peserta didik baru pada taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, atau bentuk lain yang sederajat.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, dengan menerapkan sistem zonasi, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. “Jumlah yang ditentukan paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah peserta didik yang diterima,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Domisili calon peserta didik tersebut berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut. Kemudian, sebesar 10 persen dari total jumlah peserta didik dibagi menjadi dua kriteria, yaitu lima persen untuk jalur prestasi, dan lima persen untuk peserta didik yang mengalami perpindahan domisili. “Namun, sistem zonasi tersebut tidak berlaku bagi sekolah menengah kejuruan (SMK),” tegasnya. cit/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment