Koran Jakarta | September 22 2018
No Comments
Ketahanan Pangan l Omset Pedagang Turun Dibanding Lebaran 2017

Harga Stabil, Daya Beli Rendah

Harga Stabil, Daya Beli Rendah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Para pedagang di pasar tradisional mengeluh pembeli turun, akibatnya omset penjualan turun.

 

JAKARTA - Jelang lebaran sejumlah harga kebutuhan bahan pokok dan sayur mayur stabil. Di beberapa pasar di Jabodetabek harga bahan pokok alami fluktutif, ada kenaikan dan turun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim harga sembilan bahan pokok (sembako) di ibu kota stabil jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. Adapun kenaikan harga di beberapa sentra pasar dikarenakan pedagang ingin mengambil sedikit keuntungan jelang Lebaran ini.

“Dari pedagang sendiri, karena mereka kalau diingatkan, ya setahun sekali pak, kami cari untung. Begitu. Jadi yang kami inginkan karena supply-nya cukup, karena distribusi lancar dan tidak ada tersendat,” kata Sandi

Pantauan Koran Jakarta, di pasar Bendungan Hilir Jakarta, harga beberapa bahan pangan memang stabil, walau relatif masih tinggi. Harga beras contohnya berkisar 11.000– 16.000 rupiah per kilogram (kg) tergantung jenisnya. Harga telur sudah mulai turun ke level 21.500 rupiah per kg dari sebelumnya sekitar Rp 24.000 per kilogram

Sementara harga cabai merah dan cabai rawit merah Rp 35.000 per kg, harga bawang putih Rp 30.000 per kg dan harga bawang merah 35.000 rupiah per kg. Harga daging sapi masih tinggi sekitar Rp 120.000 per kg. Harga harga daging ayam juga masih tinggi 45.000 rupiah per ekor, dengan rata-rata bobot sekitar 1,2 kg.

Sementara di Pasar Depok, terjadi kenaikan naik,. diantaranya harga cabai rawit merah, ayam potong, bawang putih dan lainnya. Kenaikkan kemungkinan akan terus terjadi hingga menjelang Lebaran. “Kebutuhan yang dicari mau lebaran pasti naik. Tapi yang belanja juga sepi kan sebagian mudik,” ujar Chaerani, warga Kecamatan Cilodong ini.

Chareani terpaksa membeli sekarang, karena takut dua atau tiga hari menjelang Lebaran harga kembali naik seperti cabai rawit merah dari sebelumnya hanya 25 ribu rupiah atau 30 ribu rupiah per kg kini sudah Rp40 ribu per kg dan cabai merah kriting dari sebelumnya hanya 25 ribu rupiah per kg sekarang 35 ribu rupiah per kg.

Senada dengannya, Agandari warga Sukmajaya ini mengatakan harga bawang merah juga ikutan naik dari sebelumnya hanya 20 ribu rupiah per kg sekarang sudah 30 ribu rupiah per kg, bawang putih dari Rp25 ribu per kg sekarang 37 ribu rupiah per kg hingga 40 ribu rupiah per kg “Naik sebenernya juga wajar karena mau lebaran. Tapi semoga saja tidak terjadi kelangkaan saja,” tutupnya.

 

Daya Beli Masyarakat

Sementara itu, Teti, pedagang sembako di Pasar Palmerah, Jakarta Selatan mengaku heran dengan fenomena belanka masyarakat dan kondisi ekonomi belakangan ini. Ada siklus yang tak biasa, katanya.

“Anehnya, harga sembako rasanya stabil saja, tapi yang beli semakin sedikit. Semakin sedikit juga yang dibeli,” ujar dia. Biasanya para pedagang mereka berbelanja 3-5 kilogram (kg) beras dalam seminggu. Belakangan, pelanggannya hanya membeli 1-2 kg beras.

Hal tersebut juga terjadi pada telur ayam. Menurut dia, biasanya satu pelanggan bisa membeli minimal 1 kg. Namun, saat ini rata-rata pelanggan hanya membeli setengah kg telur.

Tak hanya dari jumlah pembelian, frekuensinya pun berkurang. Ia mencontohkan, pelanggan yang biasanya berbelanja seminggu dua kali, kini hanya satu kali.

“Meski kalau yang langganan, misalnya, tukang nasi goreng sama ‘mba warteg’, itu masih beli tiap hari sih, tapi yang ibu-ibu jadi kadang-kadang saja,” celetuknya.

Akibatnya, jumlah pembelian yang berkurang membuat omzetnya menurun pada bulan Ramadan kali ini dibandingkan Ramadan tahun-tahun sebelumnya. “Jadi kira-kira turun 50 persen, ini besar turunnya bagi saya. Biasanya tidak begini,” ucapnya

Padahal, menurut perempuan berusia 60 tahun itu, harga sembako yang dijualnya terbilang stabil. Ia mencontohkan, meski sempat beredar harga beras tinggi sebelum masa Ramadan, harga beras yang ia jual tak banyak bergerak.

Ia menyebut beras medium saat ini dibanderolnya dengan harga Rp9-10 ribu per kg. Sedangkan beras premium sekitar Rp12-13 ribu per kg. “Bahkan memasuki puasa, ini pada turun Rp500 per kg lah kira-kira. Jadi harusnya ini tidak berat di kantong, beda sama tahun sebelumnya. Dulu beras memang mahal, tapi perasaan masih ramai yang beli,” keluhnya.

Nasib yang sama juga dialami pedagang sayur mayur di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat. Biasanya saat Ramadan, ia mampu mengantongi Rp2 juta per hari. Namun, kini hanya sekitar Rp1,5 juta per hari


emh/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment