Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
#GantengCaraGue

Hapus Stereotip Standar Kegantengan Pria

Hapus Stereotip Standar Kegantengan Pria

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ganteng atau ketampanan sering kali diidentifikasi dengan fisik yang sempurna dan wajah yang menarik. Namun sebenarnya, ketampanan seseorang bukan dilihat dari fisik semata, tetapi dari dalam diri orang tersebut, sama halnya dengan inner beauty pada perempuan.

Hal itulah yang mendorong AXE Men’s Grooming meluncurkan kampanye, gerakan #GantengCaraGue yang bertujuan untuk mendukung pria Indonesia agar lebih percaya diri dalam menemukan kegantengan versi diri mereka masing-masing. Mereka percaya bahwa dengan merasa ganteng, seorang pria dapat menjadi lebih percaya diri dalam meraih tujuan hidupnya, sekaligus menghapus stereo­type ganteng yang beredar di masyara­kat, yaitu hanya dilihat dengan fisik.

“Saat ini masih banyak pria Indone­sia yang belum merasa dirinya ganteng karena berbagai macam tekanan. Kami dengan seorang pengamat gaya hidup pria, menemukan bahwa salah satu penyebab masalah ini adalah karena masih banyaknya stereotip lama ten­tang standar kegantengan seseorang, yang ternyata masih dihubungkan dengan tampilan fisik dan pembawaan super macho,” jelas Raditya Beer, Senior Brand Manager AXE.

Akhirnya, stereotip seperti itulah yang membentuk pria untuk berubah menjadi orang lain demi diterima lingkungan sekitar. Selain itu pula, anggapan bahwa standar kegantengan seseorang yang diasosiasikan dengan fisik dan karakter yang macho, mem­buat para pria itu kurang percaya diri.

Padahal, menurut Raditya, ganteng itu lebih ke arah percaya diri. Mengenai bagaimana seorang pria bisa per­caya diri kalau dirinya ganteng. “Saat seorang pria merasa percaya diri bahwa dirinya ganteng, maka kegantengan itu otomatis akan terpancar bukan cuma dari penampilan, tetapi juga dari ban­yak hal, mulai dari perilaku, cara bicara, dan lain-lain,” lanjutnya.

Bahkan dari obrolan yang dilakukan AXE di lima kota besar di Indonesia, ternyata hanya ada 3 dari 10 pria Indo­nesia yang berani menyatakan dirinya ganteng. Sementara di sisi lain, obrolan ini juga menunjukkan bahwa pada dasarnya mereka merasa butuh untuk mendapatkan penilaian ganteng supaya bisa lebih percaya diri untuk mencapai tujuan hidup, merasa lebih baik bergaul di lingkungan, dan lainnya.

Minimnya kepercayaan diri pria ditambah stereotip ganteng di masyara­kat itulah

yang perlu dihilangkan, guna me­ningkatkan rasa ganteng di dalam diri pria Indonesia. “Ganteng itu bukan hanya sesuatu (wajah) yang mulus, tetapi juga mengenai bagaimana orang berperilaku dengan begitu karisma dan aura kegantengannya dapat keluar,” ujar Raditya.

Produk Perawatan Pria

Meskipun saat ini telah banyak produk perawatan diri pada pria, namun masih tidak sebanyak ragam produk perawatan diri perempuan. Akibatnya, tidak sedikit pria yang menggunakan produk perawatan yang dikhususkan untuk perempuan.

Menurut Raditya, hal itu sah-sah saja, hanya karakteristik produk per­awatan perempuan dan pria berbeda. “Pada dasarnya formulasi produk perawatan untuk perempuan lebih me­lembabkan, sedangkan untuk pria tek­sturnya lebih kering dan kesat. Cuman kami sarankan pria untuk memakai produk khusus pria,” ujarnya.

Ia tidak menampik penetrasi peng­gunaan produk khusus pria masih san­gat kecil karena pada awalnya mereka menggunakan sabun cuci muka untuk perempuan. Itu karena masih sedikit kepedulian pria akan perawatan diri mereka, padahal hal itu cukup penting untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Kampanye #Ganteng­CaraGue merupakan adaptasi dari kampanye AXE dunia pada 2016, mengenai memba­wa keistimewaan dan kelebi­han yang dimiliki setiap pria.

Mereka ingin menginterpre­tasi bahwa semua pria ganteng terlebih kalau mau berani dalam berekspresi dan percaya diri. “Kampanye ini merupakan move­ment yang bagus karena definisi ganteng itu masih stereotip. Kita harus keluar dari kotak yang

orang-orang buat itu, ganteng bisa dimiliki semua orang. Pesan kampanye ini ba­gus banget,” tutur Ganindra Bimo, publik figur yang hadir dalam kampanye AXE #Ganteng­CaraGue.

Ia mem­beri angga­pan bahwa yang menen­tukan kegan­tengan ses­eorang adalah dirinya sendiri. Bimo memberikan saran untuk pria yang masih belum merasa ganteng, agar meningkatkan rasa percaya dirinya. Caranya dengan mengetahui kapasitas dan kapabilitas dirinya di suatu bidang dan bisa memberikan hal positif dari hal tersebut kepada orang lain.

“Jadi kita tahu kapasitas dan kapa­bilitas kita di bidang masing-masing dan dapat memaksimalkan potensinya. Fisik itu anugerah, tergantung bagaimana kita men­golahnya. Kalau bukan kita yang mengapr­esiasi diri kita sendiri, siapa lagi,” tu­tup Bimo. gma/R-1

Solusi Noda Kuning

Jumlah pencarian pria di internet menge­nai produk perawatan diri meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, menurut data yang Google luncurkan di akhir tahun lalu. Itu karena pria sudah sadar mengenai perawatan diri, meskipun banyak juga yang hanya tertarik mengenai hal itu.

Bau badan merupakan salah satu per­masalahan yang dialami pria. Penyebab bau badan sendiri diakibatkan dari pencampuran bakteri dan keringat di kulit. Penggunaan deodorant dan bodyspray menjadi salah satu solusi untuk mengurangi bau badan. Itu karena kandungan yang terdapat pada kedua produk perawatan tersebut dapat mengham­bat keluarnya keringat.

“Kalau deodorant bisa menghambat keringat sehingga tidak akan terlalu banyak keluarnya, sementara

bodyspray yang digunakan ke seluruh badan bisa membunuh bakteri yang ada se­hingga tidak menyebabkan bau badan,” tutur Raditya.

Namun sayang, penggunaan deodorant kerap kali membuat pakaian menjadi kuning di area ketiak. Itu karena disebabkan kandun­gan antiperspirant yang terdapat pada produk deodorant. Maka dari itu, jalan keluarnya adalah dengan mencari varian deodor­ant yang tidak menimbulkan noda kuning. Apalagi saat ini sudah banyak deodorant yang memberikan perlindungan kasat mata (invisible protection), atau dapat juga meng­gunakan bodyspray.

Yang perlu diperhatikan, bodyspray ber­beda dari parfum karena selain disemprotkan ke seluruh tubuh, bodyspray juga dapat mem­bunuh bakteri yang ada di tubuh sekaligus menyegarkan badan.

“Yang paling baik sih menggabungkan antara penggunaan deodorant dan bodyspray karena deodorant dipakai di ketiak dan mencegah keringat yang mana paling banyak ada di sana. Kalau bodyspray bisa membunuh bakteri di seluruh tubuh,” saran Raditya.

Ia menyarankan untuk penggunaan bodyspray dapat disemprotkan ke seluruh tubuh terutama bagian depan dan belakang badan. Jika banyak pun tidak masalah karena kandungan bodyspray bisa membuat segar badan dan dapat menurunkan suhu tubuh.

Namun, jika mengalami iritasi pada kulit ketika menggunakan bodyspray, bisa dihenti­kan seperti beralih dengan mengena­kan parfum. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment