Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
GAGASAN

Guru SD Pun Perlu Kuliah di Luar

Guru SD Pun Perlu Kuliah di Luar
A   A   A   Pengaturan Font

Hari pertama tahun ajaran baru 2019/2020 dimulai Senin (15/7). Para guru mulai sibuk mempersiapkan proses belajar mengajar supaya siswa dapat belajar secara optimal. Calon guru SD hendaknya mampu mempersiapkan diri secara maksimal. Jangan sampai melihat sebagai sebuah rutinitas.

Ketika kuliah mereka perlu menggali pengetahuan dan pengalaman seluas-luasnya. Tentu akan lebih baik bila mereka mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti S2. Lebih baik lagi bila studi di luar negeri agar memiliki pemikiran lebih luas dan terbuka. Mereka berkesempatan belajar beradaptasi dengan budaya, makanan, mata uang, dan bahasa asing.

Calon guru SD bersosialisasi dengan orang-orang berlatar belakang budaya beragam. Kemampuan beradaptasi dapat menumbuhkan cara berpikir luas dalam memecahkan suatu masalah. Selain itu, dengan belajar di luar negeri, mereka akan lebih menghargai proses daripada hasil. Sistem pendidikan Indonesia secara umum masih mengedepankan hasil daripada proses. Tidak sedikit orang tua membandingkan hasil ujian anak (yang biasanya berupa nilai) daripada berdiskusi tentang proses belajarnya.

Contoh, masyarakat cenderung menganggap siswa pintar jika memperoleh nilai tinggi untuk Matematika daripada kemampuan anak dalam berproses memecahkan soal Matematika. Lagi, ketika anak menggambar gunung dengan warna merah, guru di luar negeri lebih mengutamakan dialog daripada langsung memberi nilai jelek.

Mereka akan bertanya kepada siswa alasan menggunakan warna merah. Siswa akan menjelaskan detail kepada guru. Ini contoh sederhana guru mengutamakan proses daripada hasil akhir. Dengan begitu, calon guru SD perlu memiliki wawasan luas agar dapat mendidik lebih baik. Belajar di luar negeri merupakan impian banyak orang.

Mereka akan berusaha keras untuk bisa mewujudkan mimpi itu. Salah satunya rutin mendatangi pameran kuliah luar negeri untuk mencari informasi terkait universitas dan negara tujuan. Selain itu, mereka akan mengikuti kursus bahasa asing. Calon guru SD, lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga memiliki keinginan sama.

 

Tantangan

 

Namun demikian, ada tantangan berat, di antaranya bahasa pengantar berbeda yang sering menjadi kendala. Contoh, untuk universitas luar yang menggunakan bahasa Inggris mensyaratkan IELTS atau TOEFL dengan nilai tertentu. Untung, saat ini sudah banyak lembaga kursus, sehingga calon mahasiswa bisa mengupayakannya.

Selain itu, universitas luar negeri biasanya juga memfasilitasi program bahasa selama beberapa bulan untuk calon mahasiswa dari negara berbahasa lain. Umumnya lulusan PGSD kurang memiliki semangat pantang menyerah. Kebanyakan memutuskan untuk mundur ketika membaca persyaratan.

Misalnya ketika harus mengirimkan bukti nilai Graduate Record Examination dan Test of English as a Foreign Language jika ingin ke Amerika Serikat. Untuk mengikuti tes itu diperlukan biaya sekitar dua juta rupiah untuk masing- masing tes dan tidak ada jaminan mendapat batas nilai yang dipersyaratkan.

Bagi kebanyakan pemburu beasiswa biaya itu tidaklah murah. Apalagi bagi mereka yang baru lulus dan belum memiliki penghasilan tetap. Guru SD berperan penting dalam pendidikan, maka harus dibenahi. Tidak jarang mereka mengajar siswa dengan gaya seperti dulu dialami. Kenyataannya, metode mengajar juga memerlukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut menjadi sangat penting karena yang dipelajari anak di masa kecil akan sangat menentukan masa depannya. Dengan kata lain, guru SD meletakkan fondasi dasar kehidupan yang meliputi kemampuan cara berpikir, bersosialisasi, dan menyelesaikan masalah. Kemampuan- kemampuan tersebut menjadi bekal anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Dalam skala besar, dengan memiliki kemampuan sosial tersebut mereka akan siap bersosialisasi dengan masyarakat. Sekolah merupakan miniatur masyarakat tempat siswa dipersiapkan untuk memasuki lingkungan sosial di kemudian hari. Jika kemampuan dasar kehidupan sudah diletakkan dengan tepat di tingkat dasar, abilitas tersebut akan mengakar di perjalanan hidup peserta didik.

Makanya, calon guru SD perlu membekali diri dengan berbagai cara mengajar dan pemahaman tentang peserta didik. Mereka perlu mengubah pola pikir bahwa anak memiliki latar belakang dan kemampuan sama. Mereka dibesarkan di keluarga yang memiliki aturan masing-masing. Hal ini membuat setiap siswa memiliki karakteristik unik yang tecermin dalam perkataan dan tingkah laku.

Begitu pula setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Ada yang ahli dalam bidang seni, sains, atau ilmu sosial. Calon guru SD hendaknya mampu memfasilitasi keunikan tiap peserta didik untuk mempersiapkan mereka masuk ke lingkungan sosial kelak. Mereka yang kuliah di luar negeri memiliki kesempatan belajar cara memandang tiap siswa dari perspektif berbeda.

Calon guru SD memosisikan diri satu level atau setara dengan peserta didik sebagai seorang pelajar yang sama-sama ingin membangun pengetahuan. Siswa perlu belajar memahami konsep dan pengetahuan. Sedangkan guru perlu belajar memahami siswa untuk dapat memfasilitasi keunikan mereka.

Selain itu, calon guru SD yang kuliah di luar negeri juga diberi kesempatan mengobservasi dan mempelajari kemampuan sosial anak dengan latar belakang budaya berbeda. Misalnya, anak dari beberapa negara dengan kemampuan bahasa Inggris berbeda level.

Mereka akan belajar berbagai metode dan kemampuan menganalisis permasalahan anak. Kemampuan mereka untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ketika belajar di luar negeri akan membentuk pola mengajar para guru SD dalam mengatasi permasalahan berkaitan dengan anak. Kemampuan itu menjadi bekal memperkaya metode mengajar sesuaikan dengan budaya Indonesia.

Harapan ke depan, semakin lebih banyak lagi calon guru SD yang bisa kuliah ke luar negeri. Calon guru SD tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan generasi calon-calon pemimpin bangsa.

Mereka sangat berperan penting dalam meletakkan fondasi pada diri peserta didik. Bagaimanapun, untuk menciptakan bangsa yang besar dan maju, tentunya memerlukan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk guru SD. 

 

Maretha Dellarosa, SPd, MA., Guru SD, Mahasiswi Doctoral Multicultural and Equity Studies in Education, The Ohio State University, USA

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment