Koran Jakarta | October 24 2018
No Comments
Bencana Alam

Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus

Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Bandar Lampung - PVMBG melaporkan Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda Provinsi Lampung untuk sekian kali meletus. Rabu (11/7), Anak Krakatau meletus sebanyak 56 kali dengan tinggi kolom abu bervarasi 200 meter hingga 1.000 meter di atas puncak kawah .

“Selama 24 jam dari pukul 00.00–24.00 WIB pada Rabu (11/7), Gunung Anak Krakatau meletus 56 kali kejadian dengan amplitudo 25–53 mm, dan durasi letusan 20–100 detik.

Letusan disertai lontaran abu vulkanik, pasir dan suara dentuman,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Kamis (12/7).

Secara visual, pada malam hari itu terlihat sinar api dan guguran lava pijar. Hembusan 141 kejadian dengan durasi 20–172 detik. Sebelumnya, pada Selasa (10/7), Gunung Anak Krakatau meletus sebanyak 99 kali kejadian dengan amplitudo 18–54 mm dan durasi letusan 20–102 detik.

Hembusan tercatat 197 kali dengan durasi 16–93 detik. Letusan disertai suara dentuman sebanyak 10 kali yang menyebabkan kaca pos pengamatan gunung bergetar.

Banyaknya letusan ini, kata Sutopo, sudah berlangsung sejak 18 Juni 2018. Saat itu, Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Ada pergerakan magma ke luar permukaan sehingga terjadi letusan.

Namun demikian, status Gunung Anak Krakatau tetap Waspada (level 2). Status Waspada artinya aktivitas vulkanik di atas normal sehingga terjadinya letusan dapat terjadi kapan saja.

Sangat Berbahaya

Gunung Krakatau pernah meletus tanggal 27 Agustus 1883 dan menyemburkan awan panas serta menelan korban jiwa kurang lebih 36 ribu orang tewas. Letusan itu mengakibatkan tsunami terjadi di sejumlah negara.

Ombak besar saat itu juga melanda Hawaii, Amerika Selatan, bahkan sampai ke Prancis dan Inggris. Letusan Gunung Krakatau saat itu juga melontarkan isi perut bumi sebanyak 12 kilometer kubik.

Lontaran material tersebut menutup langit dunia setinggi 50 km dalam 13 hari. Berdasarkan data US national Geophisycal Data Center, di sekitar pesisir pantai utara Pulau Jawa atau di sekitar Anyer dan Carita, tsunami mencapai ketinggian 40 meter. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment