Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Joko Anwar

Gundala Hanya Awal dari Waralaba Superhero Lokal

Gundala Hanya Awal dari Waralaba Superhero Lokal

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Gundala, film super hero lokal pertama garapan Joko Anwar yang akan dirilis pada 19 Agustus nanti bukanlah proyek film biasa. Kepada Hollywoodreporter, Joko Anwar menegaskan bahwa Gun­dala hanyalah awal dari serangkaian superhero lokal yang siap bersaing de­ngan waralaba superhero Hollywood.

“Sudah saatnya kta melibat bebe­rapa pahlawan buku komik Indonesia di layar lebar. Dan ini – Gundala- baru permulaan,” kata Joko kepada reporter The Hollywood Reporter di Festival Film Internasional Malaysia, baru-baru ini.

Seperti yang terjadi secara global, box office Indonesia didominasi oleh Marvel Cinematic Universe dalam be­berap atahun terakhir. Selama 12 bulan terakhir Avengers: Endgame dan Aveng­ers: Infinity War telah mengambil lebih dari 33 juta dollar AS dan 25 juta dollar AS, angka yang lebih besar dari dua kali lipat produksi dalam negeri.

Meskipun tidak secara lantang menya­takan perang terhadap pahlawan Marvel, Joko Anwar berharap bisa memenangkan beberapa pertempuran melawan mereka dengan waralaba superhero lokal baru ini. “Anggaran mereka sekitar 200 juta dollar AS, jadi kami tidak bisa bersaing di level itu, tetapi yang bisa kami lakukan adalah memberi orang Indonesia produksi buatan lokal yang memiliki karakter dan tema yang sepenuhnya dapat mereka kenali,” kata Anwar.

Dengan populasi sekitar 265 juta orang, Indonesia adalah salah satu dari pasar besar film. Pada 2014, jutaan orang itu hanya dilayani oleh sekitar 800 bioskop pada tahun2014, tapi saat ini ada sekitar 1.700 karena pemerintah Indonesia telah melonggarkan undang-undang tentang investasi internasional, seperti CGV yang menyan­ingi jaringan XXI. Dalam 3 tahun ke depan diramalkan ada lebih dari 3.000 bioskop di seluruh Indonesia.

“Pasar tumbuh sangat cepat dan seba­gai pembuat film Indonesia adalah tugas kami untuk memastikan film-film lokal ada untuk penon­ton,” kata Joko Anwar. "Penting bahwa kisah-kisah Indonesia terus diceritakan." YK/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment