Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments
suara daerah

Gunakan Teknologi untuk Atasi Kemacetan di Bandung

Gunakan Teknologi untuk Atasi Kemacetan di Bandung

Foto : kj / teguh rahardjo
A   A   A   Pengaturan Font

Pada 25 September 2017, Kota Bandung berusia 207 tahun. Sejumlah acara sudah dipersiapkan pemerin­tah kota untuk menyambutnya. Mulai dari Bandung Great Sale untuk semakin menegaskan jika Bandung sebagai kota belan­ja dan berbagai kegiatan seni budaya serta kulinernya.

Di usia 207 tahun, masih ada sejumlah masalah yang kini dihadapi Kota Bandung dalam pelayanan publik, seperti kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan di Bandung, butuh kerja keras disertai penerapan teknologi transportasi yang pas.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dan telah dilakukan jajaran pemerintah Kota Ban­dung dalam mengatasi berbagai masalah pelayanan publik, termasuk di sektor transporasi, wartawan Koran Jakarta, Teguh Rahardjo, berkesempatan me­wawancarai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, di Bandung, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bandung tahun ini berusia 207 tahun, apa saja kegiatan yang digelar untuk peringatan hari jadi Kota Bandung?

Betul. Bandung setiap tahun menggelar Bandung Great Sale, yang sudah dimulai sejak 9 September lalu. Seluruh pusat perbelanjaan di Bandung mem­berikan diskon besar untuk masyarakat berbagai daerah yang hendak berbelanja di Kota Bandung.

Sejumlah hotel memberikan diskon kamar untuk menginap selama berlangsungnya per­ingatan HUT Bandung ini. Ada pegelaran seni di 44 titik di Kota Bandung yang dikerjakan para seniman yang ada di Bandung. Banyak lagi kegiatan lain hingga Oktober mendatang.

Selain berbagai event meriah, bagaimana kondisi pelayanan publik saat ini?

Menginjak usia ke-207 ta­hun, Kota Bandung semakin berbenah diri. Pelayanan publik terus ditingkatkan, fasilitas publik selalu dibuat nyaman, sehingga warga semakin betah dan bahagia tinggal di kota ini. Saya mengajak seluruh pihak untuk saling mengevaluasi diri, termasuk terhadap program-program pemerintah kota.

Rapor hijau untuk sebagian besar sektor pelayanan publik juga diberikan oleh Ombuds­man RI sebagai bukti bahwa perbaikan pelayanan terus dilakukan. Survei BPS, tingkat kebahagiaan Bandung kan sa­ngat tinggi. Jadi kalau bicara soal evaluasi, ya itu salah satunya.

Sektor pelayanan publik yang masih dianggap belum selesai adalah terkait trans­portasi publik, kemacetan, bagaimana ini?

Memang masih ada hal-hal yang perlu dibereskan, salah satunya transportasi. Perwu­judan sistem transportasi yang baik adalah tantangan yang masih harus ditaklukkan. Mimpi Kota Bandung untuk memiliki light rapid transit (LRT) dan cable car. LRT, cable car sedang proses, finalisasi izin bukan dari kami, dari provinsi dan pusat. Saya masih berharap dalam hi­tungan bulan bisa lolos.

Di tahun-tahun terakhir masa jabatan saya akan lebih fokus di sektor transportasi. Saya dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial, akan meng­upayakan sebisa mungkin agar teknologi transportasi yang me­madai bisa hadir di Bandung.

Apa saja prestasi yang sudah dicapai sejak Bapak memimpin?

Sejak tahun 2013, Kota Bandung telah mendapat 267 penghargaan, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional. Itu semua di­raih berkat kerja sama yang baik antara warga, pengusaha, pemerintah kota, awak media, insan cendikia, dan para stakeholder. Di Hari Jadi Kota Bandung ini, Indeks Pemba­ngunan Manu­sia (IPM) Kota Bandung tembus di angka 80,13. Sebuah sejarah, tertinggi se-Jawa Barat, satu-satunya yang nilai 80.

Dilihat dari segi reformasi birokrasi, statistik telah me­nunjukkan angka yang cukup memuaskan. Sistem Akuntabili­tas Kinerja Insansi Pemerintah (SAKIP) Kota Bandung menda­pat predikat A dari Kementeri­an Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kota Bandung juga berada di peringkat 6 nasional, nomor satu di Jawa Barat, yang secara langsung diapresiasi oleh Ke­menterian Dalam Negeri.

Kota Bandung terus me­lakukan perbaikan di sektor lingkungan. Tahun 2017, Piala Adipura yang ketiga kembali diterima Kota Bandung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan­an. Tak hanya itu, predikat udara bersih dari ASEAN Envi­ronmentally Award juga jatuh ke Kota Bandung untuk kategori kota metropolitan.

Program bagi warga yang sedang dan akan berjalan apa saja?

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memberikan yang terbaik untuk warganya, termasuk untuk warga yang berusia lanjut (Lansia), antara lain melalui program Layad Rawat dan Minggu Lansia, untuk memperhatikan kese­hatan dari dua sisi yaitu sehat jasmani dan sehat rohani agar harapan hidupnya lebih pan­jang, bahagia, dan menyenang­kan. Insya Allah para lansia merasa lebih baik di hari tua, tidak kesepian dan bisa menik­mati kehidupan.

Lalu apa lagi?

Ada program RW mandiri. Setiap RW telah mengumpulkan dana hasil swadaya masyarakat melalui infak dan sedekah de­ngan jumlah yang variatif. Pro­gram RW mandiri merupakan implementasi dari konsep infak dan sedekah dalam Islam.

Ini merupakan sebuah ge­rakan infaq shodaqoh sebagai hal dasar fondasi setiap RW dalam membangun RW mandiri. Dana tersebut bisa digunakan oleh masyarakat untuk keperluan umum, seperti membayar listrik masjid, perbaikan sarana-sarana RW, dan sebagainya. Dengan begitu, warga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan cara bergotong-royong. n N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment