Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments

GP Prancis Bakal Sengit

GP Prancis Bakal Sengit

Foto : istimewa
Dani Pedrosa
A   A   A   Pengaturan Font

Ketatnya persaingan di papan atas klasemen pebalap bakal menjadikan GP Prancis berlangsung panas dan sengit.  

LE MANS – Persaingan sengit dipastikan bakal tersaji pada gelaran balapan MotoGP di GP Prancis, akhir pekan ini. Balapan yang akan digelar di sirkuit yang terletak di wilayah Loire, Le Mans itu bakal menjanjikan persaingan sengit karena adanya pembaruan aspal lintasan pada 2017 ini sehingga akan menjadi tantangan ekstra bagi pebalap.

Sirkuit Bugatti memiliki panjang 4.185 meter dengan sembilan tikungan ke kanan dan lima tikungan ke kiri. Sirkuit ini didesain dengan karakter stop-go membuatnya kurang menimbulkan tekanan pada ban dibanding beberapa sirkuit lainnya. Pengereman dan akselerasi adalah dua faktor penentu yang perlu dikuasai pebalap.

Produsen ban MotoGP Michelin baru-baru ini mengunjungi sirkuit tersebut untuk sebuah tes terkait dengan aspal baru yang mulai digunakan awal tahun 2017. Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang mendominasi di Jerez pada seri sebelumnya percaya diri menghadapi balalan di Le Mans. Dia akan berupaya mengulang raihannya pada 2013. Saat itu Pedrosa memenangkan balapan di Jerez sebelum merebut podium pertama di Le Mans.

Rekan setimnya yang juga juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, juga akan berusaha keras meraih kemenangan musim ini setelah finis kedua di Jerez. Marquez merebut podium pertama di Le Mans pada 2014. Hasil di Jerez kemarin membuat persaingan di papan klasemen semakin ketat, karena Rossi yang memuncaki klasemen dengan 62 poin hanya terpaut dua dari rekan setimnya, Mavericks Vinales dan terpaut empat poin dengan Marquez di posisi ketiga. Demikian juga dengan Pedrosa yang berada di posisi keempat hanya tertinggal 10 poin dari Rossi.

“Setelah akhir pekan yang hebat di Jerez, kami sekarang menuju ke Le Mans dengan sangat positif. GP Prancis selalu menantang. Cuaca biasanya berubah-ubah yang membuat sulit untuk menemukan ritme dalam sesi latihan atau untuk merencanakan bagaimana memperbaikinya saat balapan. Trek sangat pendek dan perbedaan terkecil di lap bisa membuat perbedaan besar di klasemen,” ujar Pedrosa.

“Butuh akselerasi yang bagus dan pengereman yang bagus, namun konsistensi adalah kunci sebenarnya. Kami bekerja dengan baik dengan tim dan kami akan berusaha mempertahankan level yang sama juga di sana,” sambungnya.

Marquez menambahkan bahwa Le Mans adalah sirkuit yang sangat berbeda dengan Jerez. “Le Mans sangat berbeda. Ini adalah trek yang sangat sempit dan pendek dengan banyak tikungan stop-and-go. Ini kebalikan dari sirkuit Montmeló (Circuit de Catalunya), namun tetap cukup menyenangkan,” ujarnya.

Sementara bagi Jorge Lorenzo yang kini membela Ducati, balapan di Le Mans akan menjadi upayanya kembali merebut podium. Bersama Yamaha tahun lalu, Lorenzo menjadi yang tercepat di Le Mans. “Kami akan melanjutkan momentum yang didapatkan di Jerez. Kami sekarang berada di Le Mans yang merupakan sirkuit lain tempat saya memiliki kenangan indah karena saya telah berhasil menang beberapa kali dan dalam kategori yang berbeda,” ujar Lorenzo yang merupakan pebalap paling sukses di Le Mans berkat enam kemenangannya.

Di Le Mans, Yamaha  akan menjadikan balapan seri kelima musim ini tersebut sebagai ajang kebangkitan menyusul hasil buruk mereka di Jerez.  Di atas kertas bagi dua pebalap Yamaha, Maverick Viñales dan Valentino Rossi, akan unggul di Le Mans.

Mampu merebut podium pertama atau kedua akan membuat kedua pebalap itu mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen sementara pebalap. “Setelah mengalami kesulitan di Jerez, GP Le Mans akan menjadi sangat penting. Memang benar bahwa kami masih berada  pada posisi teratas di klasemen. Ini bagus buat kami. Tapi  kami perlu memperbaiki motor agar benar-benar kompetitif,” ujar Rossi.

Baik Rossi ataupun Vinales memiliki catatan bagus di Le Mans. Viñales meraih kemenangan pertamanya di  Moto3 pada 2011. Dia kemudian  berhasil mencapai podium untuk pertama kalinya di kelas MotoGP  di tahun 2016.

Miller Tercepat

Selain menyajikan persaingan ketat, hasil di luar dugaan besar kemungkinan juga terjadi pada balapan nanti. Kondisi itu terlihat dari hasil sesi latihan bebas pertama (free practice) pada Jumat (19/5) kemarin. Di luar dugaan, pebalap Estrella Calicia MVDS, Jack Miller, menjadi yang tercepat di sesi pembuka latihan bebas MotoGP Prancis.

Melahap 19 lap, Miller membuat catatan terbaik pada lap 18 dengan mengukir waktu 1 menit 37,467 detik. Di posisi kedua, juara bertahan MotoGP, Marquez juga menunjukkan tren positifnya. Marquez hanya terpaut 1,294 detik dari Miller.

Sedangkan posisi tiga empat dan lima, secara berurutan ditempati Johann Zarco, Cal Crutchlow serta Loris Baz. Sedangkan Rossi harus puas hanya menempati peringkat delapan. Jagoan Yamaha tersebut mencetak waktu tercepat 1 menit 40,894 detik. Rekan setim Rossi, Vinales malah lebih buruk lagi. Dia berada di posisi 10. ben/S-2

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment