Koran Jakarta | October 15 2018
No Comments
suara daerah

Gorontalo Promosikan Wisata Besar-besaran

Gorontalo Promosikan Wisata Besar-besaran

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk memacu pemba­ngunan di Gorontalo, pemerintah provinsi mencanangkan visi yaitu ter­wujudnya masyarakat Goron­talo yang maju, unggul, dan sejahtera. Untuk mewujudkan visi tersebut telah dielabo­rasi dalam lima misi pemba­ngunan tahun 2017–2022.

Posisi Gorontalo yang dekat dengan Sulawesi Utara menja­di keuntungan bagi daerah ini dalam menjaring wisatawan mancanegara (wisman). Ter­lebih lagi provinsi ini memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa sehingga dapat menjadi modal mendatangkan para turis lebih banyak lagi.

Untuk mengetahui langkah-langkah yang akan dilakukan oleh daerah ini dalam meng­gaet Wisman lebih banyak lagi, wartawan Koran Jakarta, Muhammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawan­carai Gubernur Gorontalo, H Rusli Habibie, seusai pelun­curan Calender of Event (CoE) Pesona Pariwisata Gorontalo 2018, di Jakarta, belum lama ini. Berikut petikan selengkap­nya.

Bisa diceritakan tentang sektor pariwisata di Goron­talo?

Daerah kami memiliki keunggulan dari sisi amenitas dan aksesibilitas terhadap des­tinasi wisata, di mana Goron­talo merupakan gugusan pulau-pulau yang sangat in­dah. Dalam mengembangkan sektor pariwisata kami masih mengalami kendala infrastruk­tur dan hal ini yang terus kami selesaikan dengan dukungan pemerintah pusat.

Berapa jumlah kunjungan Wisman ke Gorontalo?

Tahun lalu, Gorontalo baru dapat menarik delapan ribu wisman. Ke depan, kami akan maksimalkan.

Dengan cara apa memak­simalkannya?

Seperti yang dikatakan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Provinsi Gorontalo ha­rus bisa menempatkan sebagai secondary destination untuk menarik wisman dari Tiong­kok. Dengan cara ini, kun­jungan wisman ke Gorontalo akan meningkat tajam.

Dengan ini Goron­talo mengambil contoh yang dilakukan oleh destinasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menempatkan sebagai secondary destina­tion terhadap Bali, sehingga kunjungan wisman ke Lombok melonjak tajam mencapai satu juta orang, dan Lombok kini berkembang sebagai destinasi Halal Tourism kelas dunia.

Selain itu?

Iya, sesuai dengan arahan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, berkaitan dengan ame­nitas dan aksesibilitas ter­hadap destinasi wisata yang berbasis maritim, kami akan mengembangkan pariwisata menggunakan nomadic tour­ism sebagai solusi dalam mengatasi keter­batasan unsur amenitas yang sifatnya bisa dipindah-pindah dan bentuknya bermacam-macam, yaitu glamp camp, home pod, dan caravan, sedangkan sebagai aksesibilitasnya ada­lah sea plane, dengan mudah membawa wisatawan dari pulau ke pulau.

Ba­gaimana dengan event wisata?

Kami punya event wisata. Provinsi Gorontalo mempu­nyai 17 event unggulan, dua event di antaranya adalah Gorontalo Karnaval Karawo dan Festival Pesona Danau Limboto masuk dalam 100 CoE Nasional dan mendapat dukungan Kemenpar.

Sisanya yang 17 event itu apa saja?

Sebanyak 17 event unggulan Gorontalo yang digelar tahun ini, antara lain Festival Pesona Bahari Pohon Cinta di Pantai Pohon Cinta pada 2–6 Mei 2018; Festival Kirab Nusantara (Gorontalo, 5 Mei 2018); Fes­tival Bedug Takbiran (Goron­talo, 7 Juni 2018); Festival Tumbilothe (Gorontalo, 10 Juni 2018); Gebyar Ketupat (Goron­talo, 23 Juni 2018); Lomba Karapan Sapi, Kuda Gerobak dan Pacuan Kuda (Lapangan Golf Yosonegoro, 23 Juni 2018); Festival Pesona Otanaha (Lapangan Taruna Remaja dan Benteng Ota­naha, 4–7 Juli 2018); Festival Jaton (Kota Gorontalo, 4 Juli 2018).

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment