Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Suara Daerah

Gerakkan Ekonomi Warga Kota Malang lewat Pariwisata

Gerakkan Ekonomi Warga Kota Malang lewat Pariwisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bertekad men­jadikan Kota Malang se­bagai kota bermartabat. Peduli wong cilik menjadi semangat dari semua jajaran di Peme­rintah Kota Malang periode 2013–2018. Sebagai semangat, kepedulian terhadap wong cilik menjadi jiwa untuk menyejah­terakan masyarakat.

Hal ini berarti seluruh pro­gram pembangunan di Kota Malang harus benar-benar membawa kemaslahatan bagi wong cilik. Seluruh hasil pemba­ngunan harus dapat dinikmati wong cilik yang notabene adalah rakyat kecil yang men­jadi mayoritas di Kota Malang. Dengan menjadikan Kota Malang sebagai kota bermarta­bat, diharapkan dapat terwu­jud suatu kondisi kemuliaan bagi Kota Malang dan seluruh masyarakatnya.

Untuk dapat disebut se­bagai kota bermartabat, akan diwujudkan Kota Malang yang aman, tertib, bersih, dan asri, di mana masyarakatnya mandiri, makmur, sejahtera, terdidik, dan berbudaya, serta memiliki nilai religiositas yang tinggi. Semua itu dilandasi dengan sikap tole­ransi terhadap perbedaan yang ada di tengah-tengah masya­rakat.

Itu semua disertai dengan pemerintah Kota Malang yang bersih dari KKN dan sungguh-sungguh melayani masyarakat. Sehingga Kota Malang secara umum akan me­miliki keunggulan-keunggulan dan berdaya saing tinggi untuk dapat menempatkan diri seba­gai kota yang terkemuka dengan berbagai prestasi di berbagai bidang, khususnya sektor peri­wisata.

Pariwisata telah terbukti mampu meningkatkan pen­dapatan anggaran daerah di Kota Malang. Banyaknya objek wisata yang menarik, termasuk kulinernya, mampu mengge­rakkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita warganya.

Sektor pariwisata yang terus berkembang di Kota Malang membuat banyak usaha yang tumbuh, baik dalam bidang perdagangan maupun sektor jasa pariwisata, seperti usaha perhotelan, kuliner, pembuatan suvenir khas daerah ini, dan akomo­dasi lainnya.

Untuk mengetahui lebih men­detail upaya yang telah dan akan dilaku­kan oleh Pemkot Malang dalam mengembangkan sektor pari­wisatanya, wartawan Koran Jakarta, Franciscus Theojunior Lamintang, berkesempat­an mewawancarai Wali Kota Malang, Mochammad Anto, di Malang, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Mengapa Anda memilih sektor pariwisata sebagai kunci kemajuan perekono­mian Kota Malang?

Kami memilih sektor pariwisata karena Kota Malang memiliki sejumlah kelebihan dibanding daerah lain. Selain memiliki tempat yang masih belum tereksplorasi secara maksimal, kami mempunyai potensi wisata yang tidak kalah bersaing.

Wilayah kami juga dikelil­ingi tempat wisata, seperti Gunung Bromo. Hal ini me­rupakan salah satu potensi yang harus diberdayakan karena kami juga memiliki pintu gerbang masuk ma­syarakat dari luar dengan adanya bandar udara.

Langkah apa saja yang telah disiapkan sehingga Anda optimistis sektor pariwisata di Kota Ma­lang dapat berkembang dengan baik?

Jadi begini, di Kota Malang ini kami sudah menyiapkan beberapa program yang dapat berjalan dengan baik karena reformasi birokrasi di Kota Malang sudah kami terapkan. Kami juga menjalin kerja sama dengan bebera­pa lembaga, baik pemerintah maupun swasta agar mereka bersedia membuat berbagai kegiatan di kota kami.

Boleh dijabarkan bagai­mana reformasi birokrasi tersebut dijalankan?

Di bawah kepemimpinan saya, salah satu yang men­colok adalah memperbaiki sistem komunikasi yang baik di internal dan eksternal. Setelah diperbaiki, otomatis sosialisasi terkait Kota Malang dapat di­lakukan dengan baik karena ke­siapan sistem sudah menunjang.

Bagaimana Anda bisa yakin dengan memajukan pariwisa­ta dapat menyejahterakan warga Kota Malang?

Saya berpikir pariwisata tidak bisa maju atau berhasil bila tidak didukung masyara­kat. Hal inilah yang membuat saya yakin setelah saya ciptakan pembangunan sistem komuni­kasi yang baik dan transparan, masyarakat di sekitarnya akan menyambut baik.

Masyarakat akan bersedia bergotong-royong menciptakan hal-hal yang dapat menjadi penunjang di sektor pariwisata. Potensi yang kami miliki begitu banyak, bukan hanya wisata alam, tapi suguhan Kota Ma­lang yang begitu indah dan asri juga menjadi keunggulan kami. Terlebih kami sudah mendapat pengakuan dari pemerintah sebagai wilayah terbersih di Indonesia.

Untuk kembangkan pariwisata juga butuh infra­struktur transportasi yang memadai?

Untuk menunjang sektor pariwisata adalah infrastruktur transportasi. Alhamdulillah, saat ini sudah ada bandara. Bandara ini sudah beroperasi dengan baik. Kami meng­undang generasi muda untuk menciptakan kreativitas agar mengundang wisatawan seperti yang telah mereka lakukan dengan adanya kampung warna-warni yang banyak me­narik wisatawan, termasuk yang datang dari manca negara.

Lalu, adakah konsep lain selain pengembangan pari­wisata yang akan diunggulkan untuk memajukan ekonomi Kota Malang ke depan?

Konsep lain tentu ada, seper­ti kami memiliki konsep untuk memajukan Kota Malang seba­gai kota pendidikan, di mana sekolah maupun universitas kami dukung sosialisasinya ke pusat bahkan keluar negeri. Kami memiliki sarana pendi­dikan yang siap bersaing. Kami yakin ini juga akan menjadi unggulan di Kota Malang agar lebih dikenal dan membuat pembangunan semakin maju di sini. N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment