Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Skandal Pembocoran Data

Facebook Setop Bujet untuk Melawan UU Privasi

Facebook Setop Bujet untuk Melawan UU Privasi

Foto : AFP/JIM WATSON
Mark Zuckerberg
A   A   A   Pengaturan Font

SACRAMENTO – Perusahaan Facebook mengatakan pihaknya akan menghentikan bujet untuk menentang inisiatif pemungutan suara di California, Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk memberi kendali yang lebih besar bagi konsumen terkait data-data diri mereka. Hal ini diwartakan kantor berita VoA pada Minggu (15/4).

“Tindakan ini yang dikenal sebagai UU Privasi Konsumen California, akan mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkan, apabila diminta, jenis-jenis informasi pribadi yang mereka kumpulkan tentang seseorang, dan apakah mereka menjual data tersebut,” demikian ditulis VoA. “UU itu juga memungkinkan pelanggan untuk menghentikan penjualan data diri mereka,” imbuh VoA.

Perusahaan Facebook mengeluarkan pengumuman itu setelah pada Rabu (11/4) lalu, CEO Mark Zuckerberg, menghadapi pertanyaan di kongres AS terkait penanganan data pengguna.

Tekanan semakin memuncak kepada Facebook untuk menjelaskan kontrol privasinya setelah terungkapnya perusahaan terkait Partai Republik yang melakukan pengunduhan data besar-besaran.

Facebook telah menyumbangkan dana sebesar 200.000 dollar AS kepada komite yang menentang inisiatif di California, sebagai bagian dari 1 juta dollar AS yang dikumpulkan oleh para raksasa perusahaan teknologi untuk menjauhkannya dari pemungutan suara yang akan dilaksanakan November.

Facebook menyatakan perusahaan itu mengakhiri dukungan agar lebih memfokuskan dalam upayanya mendukung tindakan-tindakan privasi yang lebih masuk akal di California.

Disambut Gembira

Atas putusan yang diambil perusahaan Facebook, para pendukung inisiatif pemungutan suara, menyambut gembira tindakan itu. “Kami merasa senang,” ujar Mary Ross, presiden untuk Californians for Consumer Policy.

Kamar Dagang California dan kelompok-kelompok lain yang berjuang untuk menggagalkan pemungutan suara itu lewat Komite untuk Perlindungan Lapangan Kerja California. Google, AT&T, Verizon, dan Comcast juga berkontribusi masing-masing 200.000 dollar AS pada masing-masing pada Februari untuk upaya di atas.

Juru bicara komite tersebut, Steve Maviglio, mengatakan tindakan itu akan merugikan ekonomi California. “Tindakan itu tidak dapat dilaksanakan dan membutuhkan internet di California untuk beroperasi secara berbeda, membatasi pilihan kita, merugikan dunia bisnis, dan memotong hubungan kita dengan ekonomi global,” pungkasnya. 

VoA/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment