Erick Thohir : Perusahaan BUMN Bantu Atasi Virus Korona | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
WAWANCARA

Erick Thohir : Perusahaan BUMN Bantu Atasi Virus Korona

Erick Thohir : Perusahaan BUMN Bantu Atasi Virus Korona

Foto : ANTARA/NOVA WAHYUDI
Erick Thohir Menteri BUMN
A   A   A   Pengaturan Font
Salah satu menteri yang sangat populer di bulan-bulan awal Kabinet Indonesia Maju Jilid II adalah Erick Thohir. Lulusan Universitas Nasional California, AS, dan Glendale University ini ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan posisi baru ini, beban yang ada di pundak Erick jelas tidak ringan karena banyak masalah yang ada di BUMN. Erick dituntut bisa mengurus 142 perusahaan BUMN yang selama ini banyak mendapat penyertaan modal negara, tapi kinerja sejumlah BUMN tersebut banyak yang tak beres.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Kementerian BUMN memperbaiki kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah ini, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, berkesempatan mewawancarai Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam beberapa kesempatan di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bapak ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri BUMN, yang berarti  menjadi bos bagi ribuan BUMN, termasuk anak usaha dan cucu BUMN. Apa visi Bapak?

Saya memiliki visi membuat BUMN berkiprah hingga tingkat internasional. Dengan mengusung Indonesia Maju yang merupakan sebutan bagi kabinet baru Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, saya bertekad meningkatkan kolaborasi agar BUMN kita mampu menjadi pemain global.

Membangun ekosistem yang sehat antar-BUMN dengan semangat berkolaborasi satu sama lain maka menjadi pemain global bukan sekadar mimpi. Presiden Jokowi dalam pidatonya mengatakan pada 2045 kita akan menjadi negara maju, sesuatu yang saya rasa bukan di awang-awang, tetapi harus kita mulai dari sekarang.

Apa Bapak tidak membayangkan jika tugas ini berat, apalagi dengan visi menjadi pemain global?

Tentu, tugas Menteri BUMN sangat berat apalagi peran BUMN sebagai lokomotif pembangunan di Indonesia sangat kontradiktif dengan prinsip korporasi yang berorientasi keuntungan. Harus disadari bahwa kami merupakan agen perubahan bagi Indonesia, sehingga kami harus memikirkan bagaimana kami bisa menjadi pusat kinerja bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Di pekan-pekan awal bertugas, Bapak merampingkan organisasi Kementerian BUMN. Apa pertimbangannya?

Dengan mengefisiensikan struktur organisasi, kehadiran dua wakil menteri (wamen) akan mengubah susunan tujuh deputi teknis menjadi tiga deputi fungsional yang bukan berdasarkan industri seperti sebelumnya. Restrukturisasi bertujuan agar Kementerian dapat bekerja lebih optimal dan menjadi lokomotif pembangunan. Perampingan sesuai amanat Presiden Jokowi.

Saya mengharapkan semua yang bekerja di dalam lingkungan Kementerian BUMN memiliki orientasi melayani, service oriented. Kementerian BUMN dibentuk bukan untuk memperpanjang birokrasi, justru membantu agar korporasi di bawahnya dapat sehat dan melayani masyarakat.

Kementerian BUMN punya dua wamen, seperti apa pembagian tugasnya?

Untuk Wamen BUMN I, dia membina BUMN sektor farmasi, jasa survei, energi, pertambangan, industri strategis, dan media. Sedangkan Wamen BUMN II membina BUMN sektor industri agro, kawasan, logistik, pariwisata, jasa keuangan, konstruksi, jasa konsultan, sarana dan prasarana perhubungan. Ini sudah disepakati sehingga masing-masing wamen dapat bersinergi dengan baik dan mengakselerasi tugas-tugas yang sudah diberikan.

Bagaimana harapan Bapak dengan perusahaan BUMN?

Saya menaruh harapan yang besar pada jajaran direksi dan komisaris. Saya menginginkan adanya pengelola perusahaan yang berintegritas tinggi dan mampu bekerja baik, bukan membuat gurita sendiri yang akan menggulung perusahaannya, merusak ekosistem bisnis, mengganggu stabilitas BUMS, BUMD, juga Bumdes.

Buat saya, integritas dan akhlak yang baik bagi pengelola BUMN menjadi hal yang penting. Bila manajemen BUMN berakhlak tinggi, BUMN akan tumbuh dengan baik. Saya tekankan kepada pejabat di Kementerin BUMN dan Direksi BUMN untuk utamakan loyalitas kepada negara dan kerja sama tim.

Wabah virus korona menimbulkan kepanikan bagi sebagian masyarakat. Akibatnya ada panic buying, seperti apa stok pangan kita?

Saya pekan lalu meninjau stok beras di Kompleks Pergudangan Badan Urusan Logistik (Bulog) Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saya didampingi Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Peninjauan dilakukan menyusul masuknya virus korona ke Indonesia yang membuat kepanikan masyarakat dengan memborong kebutuhan pangan di sejumlah kawasan.

Dari pantauan kami, insya Allah stok beras aman. Saya imbau kepada masyarakat, kecemasan dan panik berlebihan tidak menjawab persoalan. Pemerintah serius melindungi masyarakat. Kita hadapi bersama ya. Percayalah, bersatu selalu menguatkan kita.

Apa yang bisa Bapak simpulkan?

Kami saksikan sendiri Bulog mampu menyediakan bahan makanan untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan stok beras yang tersimpan di unit-unit Gudang Bulog seluruh Indonesia. Hingga saat ini, stok beras Bulog mencapai 1,6 juta ton yang tersimpan di 1.647 unit Gudang Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia.

Ketersediaan stok beras akan terus bertambah mengingat akan memasuki musim panen raya. Dengan begitu, pasokan beras betul-betul aman tersedia bagi kebutuhan masyarakat dalam situasi apa pun.

Khusus untuk Jakarta, seperti apa kesiapannya?

Khusus untuk Gudang Bulog di Jakarta, stok beras yang dikuasai ada sebanyak 334 ribu ton. Ini merupakan posisi gudang dengan penguasaan stok terbesar kedua di Indonesia setelah Gudang Jawa Timur. Bulog memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan beras yang tak terduga sekaligus meminta seluruh jajaran Bulog mewaspadai lonjakan tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan beras.

Bulog memastikan seluruh jaringan yang bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal, baik secara online melalui e-commerce Bulog dengan nama iPANGANANDOTCOM melalui aplikasi Shopee yang bisa digunakan di tujuh kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar) maupun secara offline, juga outlet-outlet milik Perum Bulog seperti rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern.

Apakah BUMN tetap bekerja di tengah pandemi Covid-19 ini?

Tentu kami tetap memberikan pelayanan terbaik. Namun, saya minta untuk di rumah, bukan liburan. Memindahkan aktivitas harian, dikerjakan dari rumah. Saya paham ada sebagian orang yang tidak bisa melakukan pekerjaannya dari rumah. Hal ini menjadi tantangan di BUMN.

BUMN berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik di tengah pendemi virus korona. Namun, semua harus tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga rekan-rekan yang masih harus turun di lapangan saat ini tetap terjaga kesehatannya.

Seberapa besar kerugian BUMN dengan pandemi virus korona ini?

Tentunya ada kerugian, seperti yang dialami PT Angkasa Pura dan PT Kereta Api Indonesia. Kami sedang menghitung. Meskipun rugi, perusahaan-perusahaan itu tetap dituntut memberikan pelayanan kepada masyarakat.

PT Angkasa Pura misalnya, kami lihat flow-nya dari mulai masuk terminal keberangkatan hingga kedatangan. Kami coba meminimalisir risiko dengan adanya thermal scanner-nya yang besar maupun kecil. Saya rasa ruang karantina sudah siap. Saya instruksikan untuk minimalisir penyebarannya di dalam negeri.

Yang tidak mengalami kerugian secara langsung adalah perbankan, kendati demikian harus tetap melayani karena ke depan ada program bantuan langsung tunai (BLT). Banyak bank BUMN yang menjadi tempat menyalurkan langsung ke rakyat.

Bagaimana suplai masker dan alat pelindung diri (APD). Ini yang menjadi kecemasan warga dan petugas kesehatan?

Untuk memerangi wabah korona ini, pemerintah telah mendistribusikan 4,7 juta masker lewat perusahaan farmasi, Kimia Farma, agar kebutuhan masker terpenuhi. Pemerintah terus berupaya memproduksi masker. Jutaan masker diproduksi tidak hanya oleh BUMN, swasta juga dilibatkan.

Untuk yang produksi masker ini ada sekitar 30 perusahaan. April siap diproduksi. Pemerintah juga telah berikan keringanan impor bahan baku. Ini untuk mendorong pengadaan masker yang langkah di masyarakat.

Untuk alat kesehatan lain, seperti APD yang tengah minim, memang belum ada yang mampu memproduksi. Di dalam negeri hanya ada dua perusahaan swasta yang saat ini dapat memproduksi APD. Selama ini, pasokan APD kita hanya dari dua perusahaan itu sehingga ditempuh langkah impor. Garuda sudah siapkan kargonya.

BUMN dengan jaringan logistiknya akan mempercepat pengadaan alat medis untuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Altet Kemayoran, Jakarta. Untuk obat-obatan bagi pasien, avigan dan klorokuin sudah tersedia stoknya dalam negeri. Kekurangannya akan didatangkan dari luar negeri. Masyarakat tidak usah panik dan khawatir karena segala upaya mencegah virus korona terus dilakukan.

Presiden Jokowi telah berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) dan dijalin beberapa kerja sama dagang, seperti apa kontribusi BUMN terhadap kerja sama itu?

Intinya, UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi. Sebanyak  11 perjanjian bisnis dan lima perjanjian pemerintahan disepakati dalam pertemuan tersebut. Kerja sama itu, di antaranya di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi hingga sebesar 22.89 miliar dollar AS atau sekitar 314,9 triliun rupiah.

Dalam investasi tersebut, beberapa  BUMN turut berkontribusi, antara lain PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Saya bisa pastikan kerja sama antara BUMN dan Persatuan Emirat Arab akan berjalan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. Alih teknologi juga terjadi sehingga hasilnya win-win bagi kedua belah pihak.

Selain dengan UEA, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negara-negara lain. Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat karena perusahaan dikelola dengan  baik, transparan, dan mengedepankan good corporate governance (GCG).

Bagaimana dengan kasus Jiwasraya?

Intinya, permasalahan Jiwasraya ini bukan permasalahan yang ringan, cukup panjang. Permasalahan di Jiwasraya terjadi karena manajemen sebelumnya tak mengelola investasi dengan baik. Ini menjadi perhatian khusus kami agar bagaimana proses investasi dan penempatan saham harus diperketat.

Jiwasraya juga menawarkan bunga yang tinggi kepada nasabahnya. Adapun bunga yang ditawarkan Jiwasraya 9 sampai 13 persen. Itu jauh dari yang ada di pasar. Ini jadi hal penting ke depannya, perlu ada safety investasi tak hanya kejar dari sisi bunga, tapi tentu pensiun jangka panjang harus dioptimalkan, harus ada kepastian.

Bagaimana pembayaran klaim nasabah?

Kami upayakan selesaikan mulai pembayaran awal di akhir Maret, namun kalau memang bisa lebih cepat kami coba lakukan. Akan tetapi, pembayaran tersebut bisa terlaksana jika para panitia kerja (Panja) menerima skema yang akan dilakukan Jiwasraya untuk membayar klaim kepada nasabahnya. Cara pertama, dengan pembentukan holding BUMN asuransi. Kedua, recovery aset Jiwasraya.

Apa benar Bapak diancam?

Ancaman sehari-sehari apalagi dengan terbongkarnya kasus Jiwasraya dan PT Asabri (Persero). Untuk membentuk GCG syaratnya adalah leader yang memiliki akhlak, loyalitas, dan teamwork. Untuk kasus ini prosesnya tetap berjalan. Pimpinan-pimpinan yang tidak menerapkan ini, pasti akan terkena dan yang kasusnya hukum, akan terproses.

Untuk likuiditas Asabri aman dan terjamin karena cash flow-nya sebenarnya asetnya semua masih bagus. Ini beda dengan Jiwasraya. Asabri konsepnya lebih ke asuransi yang domain pemerintah, tentu cash flow yang diberikan sangat konsisten dari Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati). Jadi tidak ada isu cash flow.

N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment