Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments
Kebakaran Hutan - TNI AU Membantu Mengidentifikasi Titik-titik Api

Empat Provinsi Berlakukan Siaga Darurat Karhutla

Empat Provinsi Berlakukan Siaga Darurat Karhutla

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Untuk mengantisipasi meluasnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), empat provinsi sudah menetapkan status siaga darurat karhutla.

JAKARTA - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meningkat. Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, empat provinsi sudah menetapkan status siaga darurat. Gubernur menetapkan status itu berdasarkan pertimbangan telah ditetapkannya beberapa kabupaten/kota di wilayahnya siaga darurat karhutla.

“Keputusan tersebut diambil karena adanya peningkatan jumlah titik panas (hot spot), masukan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pengalaman penanganan karhutla sebelumnya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Rabu (21/2).

Keempat provinsi itu adalah Sumatera Selatan (1/2/2018 hingga 30/10/2018), Riau (19/2/2018 hingga 31/5/2018), Kalimantan Barat (1/1/2018 hingga 31/12/2018), dan Kalimantan Tengah (20/2/2018 hingga 21/5/2018). Dengan pemberlakuan siaga darurat, tambah Sutopo, ada kemudahan akses dalam penanganan karhutla, baik pengerahan personel, komando, logistik, anggaran, dan dukungan dari pemerintah pusat.

Menurut Sutopo, jalur komando penanganan lebih mudah koordinasinya. Daerah-daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa saat ini memasuki musim kemarau periode pertama, seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah yang memiliki pola hujan ekuatorial. “Pertengahan Januari hingga Maret kemarau pertama, kemudian Maret–Mei masuk musim penghujan. Selanjutnya Juni–September kemarau kedua yang lebih kering. Karhutla umumnya meningkat pada periode kedua musim kemarau ini,” ujar Sutopo.

Terus Meningkat

Ini sesuai pola hujan ekuatorial dicirikan oleh tipe curah hujan dengan bentuk bimodial (dua puncak hujan) yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober atau pada saat terjadi ekinoks.

Menurut Sutopo, jumlah titik panas (hotspot) terus meningkat. “Dalam seminggu terakhir, hot spot di Kalimantan Barat banyak ditemukan. Bahkan, Kota Pontianak terselimuti asap karhutla. Pantauan hot spot 24 jam terakhir dari satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis Lapan pada 21/2/2018 pukul 07:23 WIB dengan kategori sedang (30–79%) dan tinggi (>=80%) terdapat 90 hot spot di Indonesia,” ujar Sutopo.

Untuk kategori sedang ada 78 hot spot, yaitu Papua Barat dua, Kalimantan Barat 23, Kepulauan Riau empat, Kalimantan Tengah 12, Jawa Barat 14, Jawa Timur dua, Jawa Tengah tiga, Papua empat, Maluku dua, Kepulauan Bangka Belitung satu, Riau sembilan, Maluku Utara satu, dan Sumatera Selatan satu. Adapun kategori tinggi, yaitu benar-benar sedang terbakar ada 12 hot spot yang tersebar di Kalimantan Barat lima, Kepulauan Riau dua, Kalimantan Tengah tiga, Kepulauan Bangka, Belitung satu, dan Riau satu.

Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara (Lanud), Roesmin Nurjadin, Letkol Pnb Jajang Setiawan mengatakan pihaknya mengerahkan pesawat tempur dari Skadron Udara 16 dan 12 untuk membantu memantau lokasi kebakaran hutan dan lahan selama latihan dan patroli rutin di Provinsi Riau. Sesuai instruksi pimpinan, dalam penerbangan ini TNI AU membantu Satgas untuk mengidentifikasi titik-titik api. eko/SM/Ant/N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment