Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Layanan Transportasi

Empat Halte Transjakarta Akan Terintegrasi MRT

Empat Halte Transjakarta Akan Terintegrasi MRT

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Empat halte Transjakarta, yakni di Blok M, Fatmawati, Lebak Bulus, dan Dukuh Atas segera terhubung dengan stasiun kereta Moda Raya Terpadu atau Ratangga (Mass Rapid Transit/MRT) yang mulai beroperasi pada Maret 2019.

Direktur Utama Utama MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan pihaknya telah mendirikan infrastruktur penghubung sepanjang 44 meter antara halte Transjakarta dan Stasiun MRT Ratangga di Bundaran Hotel Indonesia.

Integrasi tersebut, menurut William, akan dibicarakan bersama dengan pihak Transjakarta.

Artinya, untuk menghubungkan halte Transjakarta dengan stasiun MRT di lokasi tersebut masih perlu didalami oleh kedua pihak.

Dalam kesempatan terpisah, PT Transjakarta Jakarta akan membangun delapan halte bus yang terhubung dengan stasiun MRT, LRT (Light Rail Transit), dan Kereta Listrik Commuter Line (KRL).

Direktur Teknik dan Fasilitas PT Transjakarta mengatakan delapan pemberhentian bus itu meliputi Halte Bundaran Hotel Indonesia dengan Stasiun MRT Bundaran HI, Halte Tosari dengan Stasiun MRT Dukuh Atas, Halte CSW Koridor 13 dengan Stasiun MRT Sisingamangaraja, dan Halte Lebak Bulus Koridor 8 dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.

Lalu, Halte Tosari Koridor 1 dengan Stasiun Sudirman, Halte Stasiun Klender Koridor 11 dengan Stasiun Klender.

Integrasi lainnya mencakup Halte Transjakarta Stasiun Cakung dengan Stasiun Cakung, dan Halte Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome.

Nantinya pada Maret 2019, MRT jalur koridor 1 yang membentang sepanjang 16 kilometer, terdiri atas 10 km jalur layang dan enam km jalur bawah tanah dapat digunakan oleh publik.

Jalur koridor 1 MRT mencakup Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Transjakarta yang telah menjual kartu Ok Otrip atau sekarang disebut Jak Lingko dari Desember 2017 hingga November 2018 mencapai 131.787 itu telah memulai sebuah perubahan integrasi moda transportasi umum yang tergabung dalam Jak Lingko dimulai dari Tanah Abang pada Selasa.

“Yang sekarang banyaknya orang menggunkan angkutan daring (online), tapi yang akan menjadi utama karena JPM (Jembatan Penyeberangan Multiguna) telah selesai, ini menjadi pertemuan antarmoda stasiun KRL, jalan busway dengan Jak Lingkonya,”
tukas Wicaksono. emh/Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment