Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Aksi Korporasi I Per Maret 2019, Total Aset LPKR Sebesar 3,9 Miliar Dollar AS

Emiten Properti Himpun Dana “Rights Issue” Rp11,2 Triliun

Emiten Properti Himpun Dana “Rights Issue” Rp11,2 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa investor global, antara lain George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, turut berpartisipasi dalam rights issue yang dilakukan LPKR.

JAKARTA – Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah menyelesaikan penawaran umum terbatas atau rights issue dan berhasil menghimpun dana sebesar 11,2 triliun rupiah atau sekitar 787,5 juta dollar AS. Dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang, memastikan penyelesaian proyek-proyek yang ada termasuk Meikarta, dan memulai strategi baru.

Aksi korporasi ini merupakan pencapaian penting dalam rencana perubahan Perseroan. CEO Lippo Karawaci, John Riady, mengatakan penawaran umum terbatas ini merupakan komponen integral dari transformasi strategis Perseroan dan pihaknya sangat senang telah menerima dukungan kuat dari para pemegang saham.

Keberhasilan menyelesaikan penawaran umum terbatas ini memberikan Perseroan pijakan keuangan yang lebih kokoh serta memberikan fleksibilitas untuk mewujudkan strategi pertumbuhan Perseroan. “Kami berterima kasih atas kembalinya kepercayaan pasar pada Lippo Karawaci sejauh ini, dan kami akan terus fokus pada eksekusi serta menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata John secara tertulis di Jakarta, Rabu (17/7).

Beberapa investor institusional global termasuk George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners, dan lainnya telah berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas tersebut.

Para investor tersebut beserta investor lainnya telah menginvestasikan lebih dari 230 juta dollar AS di dalam Perseroan dan ini merupakan validasi kuat atas kembalinya keyakinan para investor pada fundamental jangka panjang Perseroan, serta kemampuan manajemen untuk melaksanakan rencana transformasinya.

Keluarga Riady, yang memiliki 48,7 persen saham di dalam Perseroan melalui PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan perusahaan anak bertindak selaku pembeli siaga dan melaksanakan penuh haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam Perseroan.

Sejak pengumuman rencana transformasi LPKR pada tanggal 12 Maret lalu, harga saham Perseroan telah melambung dan obligasinya menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia.

Transformasi Perseroan tepat waktu mengingat peringkat negara Indonesia baru saja ditingkatkan serta terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo, memicu momentum pertumbuhan Indonesia serta meningkatkan optimisme terhadap Perseroan sebagai salah satu perusahaan real estat terbesar di Indonesia.

 

Total Aset

 

Untuk diketahui, per 31 Maret 2019, Perseroan memiliki total aset sebesar 3,9 miliar dollar AS. Bisnis inti Perseroan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan. Perseroan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 36 kota, Perseroan adalah pengembang properti dengan cadangan lahan (landbank) seluas 1.283 hektare yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak Perseroan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) dengan kepemilikan saham masing-masing 81 persen dan 62,7 persen, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, LPKR juga memiliki 51,05 persen saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), jaringan rumah sakit swasta dengan 37 rumah sakit di 28 kota di seluruh Indonesia Perseroan juga memiliki dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing 1,0 miliar dollar AS dan 1,5 miliar dollar AS, per tanggal 31 Maret 2019. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment