Emiten Pembiayaan Bukukan Pendapatan Rp5,2 Triliun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Kinerja Perseroan I BFIN Memiliki Kantor Operasional di 423 Lokasi dengan 45 Cabang

Emiten Pembiayaan Bukukan Pendapatan Rp5,2 Triliun

Emiten Pembiayaan Bukukan Pendapatan Rp5,2 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Kinerja solid PT BFI Finance Indonesia Tbk didukung oleh prinsip kehati-hatian dengan kelolaan risiko yang terukur.

JAKARTA – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berhasil menutup tahun 2019 dengan total pendapatan tumbuh 4,4 persen menjadi 5,2 triliun rupiah, dibandingkan tahun 2018, serta mempertahankan Non-Performing Financing (NPF) di angka 0,85 persen. Performa baik ini bukan dilalui tanpa tantangan, sebab di tahun 2019, industri multifinance mengalami ujian yang bertubi-tubi, mulai dari ketidakpastian ekonomi dan industri secara global karena dampak dari turunnya harga komoditas dan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, adanya momentum pemilihan umum legislatif dan presiden, melambatnya bisnis otomotif, hingga likuiditas perbankan yang cukup ketat.

Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance, Sudjono, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/2), mengatakan kinerja yang solid dari Perseroan didukung oleh prinsip kehati-hatian dengan kelolaan risiko yang terukur.

“Perseroan juga berhasil menjaga kepercayaan mitra perbankan, baik mitra perbankan di dalam dan di luar negeri yang tecermin dari persentase cost of fund yang cukup stabil,” kata Sudjono.

Dijelaskan, meskipun secara keseluruhan pertumbuhan Perseroan melambat dan terjadi kontraksi sebagai langkah antisipasi di semester I-2020, namun berhasil mengejar ketinggalan tersebut di semester II dengan membukukan nilai pembiayaan baru per kuartal tertinggi dalam dekade terakhir di kuartal IV-2020 serta menjaga kualitas aset yang superior.

 

Penyelesaian Kasus

 

Terlepas dari kelolaan risiko dan berhasilnya BFI Finance membukukan kenaikan pendapatan, di tahun 2019 Perseroan juga mencatat adanya kenaikan yang signifikan di biaya operasional. Kenaikan ini terjadi terutama terkait biaya penyelesaian kasus sengketa hukum dengan eks pemegang saham BFI Finance yang telah berlangsung sejak awal 2000. Biaya tersebut telah dicatat seluruhnya di tahun 2019, sehingga diharapkan ke depannya Perusahaan dapat tumbuh lebih sehat tanpa terganggu. Sebagai dampak dari biaya penyelesaian tersebut, laba sebelum pajak turun dari 1,8 triliun rupiah menjadi 1,1 triliun rupiah, sementara laba bersih konsilidasian menjadi 712 miliar rupiah.

“Dengan selesainya sengketa ini, maka kami dapat memfokuskan diri lebih baik untuk peningkatan bisnis dan operasional, dan diharapkan kinerja positif Perusahaan akan terus berlanjut,” kata Sudjono.

Hingga Desember 2019, BFI Finance telah melebarkan sayap layanannya hingga ke penjuru Nusantara. Perseroan telah membuka kantor operasional baru untuk pertama kalinya di Wonogiri, Pati, dan Pemalang. Dengan demikian, kantor operasional dan pemasaran BFI Finance sampai dengan akhir tahun lalu tersebar di 423 lokasi dengan 45 cabang di antaranya melayani pembiayaan syariah.

 

yni/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment