Emiten Bank Targetkan 5.000 “Merchant” Pengguna QRIS | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
TriyudianStrategi Bisnis I Melalui QRIS Tidak Lagi Memerlukan Uang Tunai

Emiten Bank Targetkan 5.000 “Merchant” Pengguna QRIS

Emiten Bank Targetkan 5.000 “Merchant” Pengguna QRIS

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Emiten dengan kode saham MEGA terdaftar di Bank Indonesia sebagai penyelenggara acquiring merchant dan issuer aplikasi pembayaran melalui QRIS.

JAKARTA – Emiten bank, PT Bank Mega Tbk (MEGA) menargetkan 5.000 merchant dapat melayani transaksi, dengan menggunakan metode standar nasional kode respons cepat atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Metode pembayaran ini dapat dilakukan melalui aplikasi M Smile atau Mega Smart Mobile.

Direktur Operation & IT Bank Mega, Guntur Triyudianto, mengatakan Perseroan akan menjadi penerbit (issuer) layanan QRIS di semua merchant yang ada di dalam lingkungan perusahaan dengan menggunakan aplikasi M Smile yang dirilis pada April 2020. Melalui tambahan merchant tersebut, jumlah penggunaan QRIS akan meluas. Saat ini, secara nasional terdapat 2,7 juta merchant yang telah menggunakan layanan QRIS.

“Saat ini, Bank Mega telah terdaftar di Bank Indonesia sebagai penyelenggara acquiring merchant dan issuer penerbitan aplikasi pembayaran melalui QRIS, langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital yang dijalankan Bank Mega. Teknologi digital memungkinkan segala proses tidak terkecuali di bidang keuangan dapat dilakukan secara cepat, aman dan menyenangkan,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (13/3).

Nilai investasi yang dikucurkan untuk menjadi penerbit yang menggunakan metode pembayaran QRIS ini, menurut Guntur juga tidak besar. Bank Mega melakukan pengembangannya secara internal resources, sehingga tidak ada proses membeli dari luar atau vendor. Bahkan waktu pengembangannya pun terbilang cepat hanya memakan waktu selama dua minggu saja.

“Palingan ini berapa karyawan kemudian dikembangkan. Tapi tidak semua bank bisa langsung, karena kalau pakai vendor pasti mahal,” ujar dia. Bank Mega sendiri menargetkan untuk aplikasi M Smile sebanyak satu juta pengguna hingga akhir tahun 2020.

Menurut Guntur, mobile banking Bank Mega tidak sama, seperti mobile banking yang lainnya, sehingga semua pengguna smartphone dapat mengunduh aplikasi tersebut. Sementara untuk top up pun bisa menggunakan e-wallet, tabungan, dan kartu kredit.

 

Biaya Murah

 

Guntur menambahkan, Bank Indonesia mendorong terjadinya ekonomi biaya murah, namun sekarang ini sebagian besar masih menggunakan Electronic Data Capture (EDC) dan kartu ATM. Padahal untuk menyediakan EDC sehingga dapat digunakan oleh kartu ATM saja, harganya sekitar 3–4 juta rupiah per EDC. Kemudian diperlukan komunikasi dan kertas untuk mencetak bukti pembayaran.

“Dengan adanya QR ini bisa merambah lebih luas lagi karena hanya bermodalkan stiker saja. Dengan begitu akan membuat ekonomi yang berbiaya murah,” ujarnya.

Nasabah, lanjut dia, akan lebih dimudahkan dalam melakukan transaksi pembayaran melalui QRIS karena tidak lagi memerlukan uang tunai, tetapi cukup membayar melalui sumber dana sesuai dengan aplikasi yang dimiliki dan membayar persis angkanya sesuai dengan harga yang tertera.

“Dengan adanya QRIS maka transaksi pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi apa pun yang memiliki teknologi QR Code karena sudah terintegrasi, sehingga hal ini sangat praktis digunakan oleh masyarakat pada saat melakukan pembayaran,” tambahnya.

 

yni/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment