Koran Jakarta | February 22 2018
No Comments
Komoditas Unggulan

Ekspor Sawit Penyumbang Devisa Terbesar RI

Ekspor Sawit Penyumbang Devisa Terbesar RI

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Komoditas kelapa sawit melalui ekspor minyak Crude Palm Oil (CPO) tercatat sebagai penyumbang devisa ekspor terbesar pada 2017. Sebab itu, komoditas tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut karena masih tetap jadi andalan ekspor Indonesia ke depan. Kepala Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS), Dono Bustami mengatakan, penerimaan devisa negara dari ekspor sawit mencapai 240 triliun rupiah tahun lalu. Penerimaan devisa tersebut lebih tinggi dari sektor pariwisata dan migas.

Menurut Dono, volume ekspor sawit pada 2017 mencapai 37 juta ton atau melebihi dari target yang ditetapkan sebesar 33 juta ton. Sedangkan, untuk target penerimaan devisa pada 2018 belum ditetapkan jumlahnya, namun masih berpatokan kepada jumlah ekspor tahun lalu. “Untuk penerimaan devisa tahun ini belum ada angka pastinya, namun masih berpatokan pada jumlah ekspor tahun lalu 37 juta ton itu,” paparnya dalam keterangan tertulisnya saat membuka Pekan Riset Sawit Indonesi (Perisai) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/2).

Menurut Dono, Indonesia merupakan produsen sawit di dunia dengan 12 juta hektar lahan sawit dan setengah produksi sawit dunia disuplai dari Indonesia. Sektor sawit juga menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Misalnya penyerapan pekerja langsung mencapai 4,2 juta orang serta 13 juta lapangan kerja tidak langsung. “Rinciannya,lapangan pertanian 41 persen petani kecil dengan 2,3 juta lapangan kerja dengan menyerap tenaga kerja 4,6 juta orang. Adapun sumbangan sawit untuk bidang energi terutama untuk bahan bakar fosil mencapai 32 juta kiloliter melalui program biodiesel yang bisa menghemat devisa negara sebesar 1,1 miliar dollar AS atau setara dengan 14,83 triliun rupiah.

Riset Mendalam

Atas dasar itulah kata Dono perlu melakukan riset yang mendalam dan inovatif terutama untuk produk-produk turunan dengan bahan baku kelapa sawit, sehingga produknya tidak sebatas pada kebutuhan pangan, tetapi juga produkproduk lain yang memiliki nilai tambah bagi penerimaan devisa terutama ekspor. Dia dalam kesempatan itu juga mewacanakan agar para periset berskala internasional ikut meriset sawit sehingga pasar global lebih menerima komoditas tersebut sebagai produk yang aman dan jauh dari isu-isu negatif yang selama ini mereka kampanyekan. bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment