Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments
SAINSTEK

Efek Pedas Minimalkan Risiko Jantung

Efek Pedas Minimalkan Risiko Jantung

Foto : ISTIMEWA
Menikmati makanan pedas ternyata akan berefek pada konsumsi garam yang lebih sedikit dan memiliki tekanan darah rendah, sehingga berpotensi mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
A   A   A   Pengaturan Font

Orang yang menikmati makanan pedas cenderung akan mengkonsumsi lebih sedikit garam sehingga memiliki tekanan darah yang cenderung lebih rendah. Makanan pedas dapat meningkatkan kepekaan terhadap garam, sehingga mengurangi berapa banyak garam yang dikonsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan pada jurnal Hypertension American Heart Association, menunjukan bahwa orang yang menikmati makanan pedas tampaknya mengkonsumsi lebih sedikit garam dan memiliki tekanan darah rendah, sehingga berpotensi mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Penelitian ini sendiri dilakukan di Tiongkok.

“Sebelumnya, sebuah studi menemukan bahwa jumlah jejak capsaicin, zat kimia yang menyebabkan cabai pedas berbau tajam, meningkatkan persepsi makanan yang asin,” kata penulis studi Zhiming Zhu, profesor dan direktur Departemen Hipertensi dan Endokrinologi di Third Military Medical University di Chongqing, China.

“Kami ingin menguji apakah efek ini juga akan mengurangi konsumsi garam,” tambah Zhu. Studi ini melibatkan 606 orang dewasa di China dan menentukan preferensi mereka untuk rasa asin dan pedas. Periset kemudian menghubungkan preferensi tersebut dengan tekanan darah. Periset juga menggunakan teknik pencitraan untuk melihat dua wilayah otak para peserta - insula dan orbitofrontal korteks – bagian otak tersebut diketahui terlibat dalam rasa asin.

Mereka menemukan bahwa daerah yang distimulasi oleh garam dan bumbu tumpang tindih, dan bumbu itu meningkatkan aktivitas otak di daerah yang diaktifkan oleh garam. Penulis mengatakan bahwa aktivitas yang meningkat ini kemungkinan membuat orang lebih peka terhadap garam sehingga mereka bisa menikmati makanan dengan sedikit garam tersebut.

Semua peserta penelitian ini berasal dari China, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah temuan ini dapat digeneralisasikan ke negara lain.

“Jika Anda menambahkan beberapa rempah ke masakan Anda, Anda bisa memasak makanan yang rasanya enak tanpa menggunakan garam sebanyak itu,” kata Zhu.. “Ya, kebiasaan dan preferensi penting dalam hal makanan pedas, tapi bahkan sedikit peningkatan rempah-rempah dalam makanan Anda secara bertahap mungkin bermanfaat bagi kesehatan,” tambah Zhu.

Garam dan sodium sering digunakan secara bergantian, tapi tidak sama. Lebih dari 75 persen sodium yng dikonsumsi orang Amerika berasal dari makanan olahan, makanan kemasan dan restoran. American Heart Association merekomendasikan tidak lebih dari satu sendok teh garam (2.300 mg sodium) atau kurang per hari. 

 

nik/berbagai sumber/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment