Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
WAWANCARA

Dynand Fariz

Dynand Fariz

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Masyarakat sekarang sudah banyak mengetahui ajang yang telah mendunia, Jember Fashion Carnaval. Perhelatan mode ini sudah dikenal hingga ke manca negara. Namun, tak sedikit suka duka yang didapatkan ketika sedang menggagas hingga melaksanakan perhelatan rancang busana berskala internasional tersebut.

Tokoh yang berperan aktif dan produktif dalam menggagas dan menjalankan perhelatan rancang busana itu adalah Dynand Fariz. Sebelum mencapai keberhasilan seperti yang sekarang, Dynand sama seperti pemimpi pada umumnya yang mempunyai keinginan untuk berprestasi di bidang yang digelutinya sekaligus mengangkat nama baik bangsa dan negara Indonesia.

Tantangan terberat dalam penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval adalah meyakinkan semua orang yang terlibat, mulai dari konsep, penyajian, dan interprestasinya melalui karya karnaval. Kesulitan muncul karena kadang-kadang karya yang tertuang dalam tema masih belum bisa diterima oleh sebagian masyarakat. Hal itu terjadi karena unsur yang berbeda konsep dengan budaya yang sudah diinovasikan ke dalam berbagai bentuk karakter rancangan costume.

Untuk mengetahui proses kreatif dalam melahirkan Jember Fashion Carnaval dan perjuangan dalam meraih kesuksesan dalam ajang tersebut, wartawan Koran Jakarta, Frans Ekodhanto berkesempatan mewawancarai desainer dan penggagas Jember Fashion Carnaval, Dynand Fariz, di Jakarta, dalam beberapa kesempatan terpisah, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apakah menjadi seorang desainer sudah menjadi cita-cita Anda sejak kecil?

Ya, sejak saya sudah suka menggambar alam, manusia, dan binatang serta bangunan-bangunan di saat waktu luang. Cita-cita saya sewaktu kecil ingin menjadi insinyur arsitek, tapi setelah besar ingin jadi desainer dan ingin bisa mengajar banyak orang.

Sejak kapan Anda tertarik pada bidang rancang busana?

Saya mulai tertarik di bidang rancang busana saat saya masih sekolah, tepatnya ketika berada di sekolah menengah atas (SMA).

Kenapa?

Karena saya waktu itu mulai belajar mengenal fashion, mode, desain, dan sketsa.

Hal apa yang membuat Anda tertarik sekaligus tertantang untuk menekuni dunia desain?

Menurut saya, dunia desain itu dipenuhi oleh kreativitas, imajinasi, dan inovasi tanpa batas, apalagi merancang memerlukan tantangan tersendiri bagi saya. Bagaimana saya bisa membayangkan dalam tubuh seseorang, bisa memakai sesuatu yang tidak biasanya agar menjadi pusat perhatian sehingga terciptalah suatu hasil rancangan yang berbeda.

Siapa yang paling mendukung karier Anda di bidang rancang busana?

Orang tua dan keluarga besar saya yang selalu support dan mendukung setiap apa yang akan saya lakukan dan apa yang akan saya perjuangkan.

Seperti apa bentuk dukungannya?

Mereka selalu mendukung saya dalam bentuk motivasi dan bimbingan agar suatu saat saya bisa meraih impian dengan apa yang saya cita-citakan.

Selain perancang busana, Anda juga penggagas sekaligus pendiri Jember Fashion Carnaval. Apa yang melatarbelakangi sehingga lahir gagasan tersebut?

Saya ingin melahirkan suatu event yang berbeda untuk bisa bersaing melalui berbagai kompetisi di tingkat dunia, misalnya berbagai ajang internasional pemilihan best national costume carnaval.

Kenapa?

Kompetisi bisa membawa nama baik bangsa dan negara pada saat saya menjadi pemenang atas nama lembaga bangsa Indonesia di tingkat dunia dengan nama Jember Fashion Carnaval.

Membesarkan Jember Fashion Carnaval seperti saat ini bukanlah hal yang mudah. Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi ketika memulainya?

Tantangan terberat adalah saat penyelenggaraan, saya harus bisa meyakinkan semua orang, mulai dari konsep, penyajian, dan interpretasinya. Melalui karya karnaval, yang kadang-kadang karya yang tertuang dalam tema masih belum bisa diterima oleh sebagian masyarakat karena unsur yang berbeda konsep dengan budaya yang sudah diinovasikan ke dalam berbagai bentuk karakter rancangan kostum.

Solusinya saat itu apa?

Saya harus berusaha terus menerus untuk tetap membuat karya yang bisa meyakinkan masyarakat. Sebab melalui karya-karya tersebutlah saya memperoleh suatu keyakinan sekaligus kemenangan di berbagai kompetisi.

Dengan prestasi tersebut, berarti karya yang saya buat memang layak untuk dipresentasikan, disajikan atau diapresiasi ke masyarakat karena karya ini benar-benar bisa mencuri perhatian dewan juri di seluruh dunia. Kondisi inilah yang kemudian sangat memberikan respons yang positif bagi nama baik negara dan bangsa.

Jember Fashion Carnaval ke-16 mengusung tema Victory Unity in Diversity, apa yang ingin dicapai dari tema itu?

Tema tersebut berangkat atas dasar pemahaman archipelago, yang artinya negara kepulauan. Indonesia sebagai negara dan bangsa yang kaya akan sumber daya alam serta sumber daya manusia juga memiliki pulau yang banyak, pasti memiliki keberagaman akan budaya. Nah, dalam perhelatan Jember Fashion Carnaval ke-16 tersebut, saya ingin mengangkat keberagaman seni budaya dan bahasa yang dimiliki bangsa ini.

Akan tetapi, meski kita memiliki banyak seni dan budaya alias bineka, tapi kita tetap satu. Intinya, melalui perhelatan tersebut saya mau menunjukkan keindahan atas keberagaman sekaligus persatuan yang menyatukan di antara keberagaman, yaitu Indonesia Raya.

Apakah sudah memiliki ide untuk tema perhelatan Jember Fashion Carnaval tahun depan?

Untuk perhelatan Jember Fashion Carnaval tahun depan, saya sudah memiliki ide, yaitu Asia Light atau Cahaya Asia. Saya ingin mengetengahkan tema itu karena sebagai negara-negara Asia, kita pasti memiliki kekuatan budaya atau keunggulan budayanya masing- masing. Misalkan Indonesia, punya Borobudur, Jepang punya apa, Malaysia punya apa yang diunggulkan dan paling menonjol.

Dengan kata lain, keunggulan budaya-budaya tersebutlah yang akan saya tampilkan di dalam rancang busana untuk perhelatan tahun depan. Saya berpikir melalui kekuatan budaya yang dimiliki setiap negara yang ada di Asia, akan semakin tampil dan bercahaya.

Di dalam berkarya, Anda selalu menonjolkan kekayaan budaya di dalam karya rancang busana Anda, kenapa?

Pertama, saya orang Indonesia. Maka saya cinta budaya Indonesia. Kedua, dalam rangka mengenalkan sekaligus mempromosikan budayabudaya kita yang luar biasa banyak dan indahnya ke mata dunia internasional. Artinya, Indonesia sebagai negara kepulauan tidak kalah hebatnya dengan negaranegara Eropa, Amerika, dan negara-negara lain yang ada di dunia.

Pada 2014, Anda juga merancang kostum Nusantara Putri Indonesia 2014, kostum itu pulalah yang membawa nama Indonesia “melambung” di dunia internasional. Apa konsep dari kostum Nusantara tersebut?

Konsepnya waktu itu saya mengangkat The Crhnonicle of Borobudur. Keajaiban Candi Borobudur yang saya tuangkan dalam detail-detail rancangan hingga dapat berhasil meraih Best National Costume di ajang kecantikan dunia Miss Universe, di Florida, Amerika Serikat, dengan warna dan detail yang khas Candi Borobudur.

Usia masih muda, namun beberapa kreativitas serta kerja keras Anda sudah mendapat apresiasi, baik dalam skala nasional maupun internasional. Untuk dunia desain, terobosan apa lagi yang sedang Anda rancang?

Saya menginginkan agar suatu saat Indonesia bisa menyiarkan secara langsung ke seluruh dunia tentang penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval. Diharapkan nanti Jember Fashion Carnaval menjadi peringkat satu dunia dan kota Jember menjadi pusat perhatian dunia.

Siapa perancang busana favorit atau referensi Anda?

Saya tidak punya perancang busana favorit, baik nasional maupun internasional.

Menurut Anda bagaimana dengan dunia rancang busana (desainer) kita kekinian?

Menurut saya, desainer-desainer sekarang sudah baik, sudah ada peningkatan, tetapi secara spesifik masih belum ada yang bisa bersaing di tingkat dunia, masih skala nasional.

Apa kritik atau saran terhadap generasi muda perancang busana di Tanah Air?

Saran dan kritik kepada perancang busana muda, mereka hendaknya punya keberanian yang luar biasa untuk menemukan ide-ide baru dengan creatifity yang luar biasa. Untuk itu harus sering mengikuti kompetisi tingkat dunia. Jadi, perancang busana muda sekarang jangan hanya mampu berkarya di negara sendiri.

Di balik keberhasilan ada tantangan, bahkan keterpurukan yang dihadapi. Bagaimana cara Anda untuk bangkit dari keterpurukan tersebut?

Segala sesuatu keinginan atau rencana pasti ada yang menerima atau mendukung. Selain itu, ada juga yang menolak alias tidak suka. Akan tetapi, untuk hal tersebut saya tidak mengambil pusing. Sebab segala sesuatunya ada unsur positif dan negatifnya. Saya secara pribadi selalu berpikiran positif saja. Kalau pun ada yang tidak mendukung, pasti ada juga yang mendukung. Soal dukungan tersebut, bisa datang sekarang atau dalam waktu dekat ada juga yang dukungannya datang suatu ketika atau lain waktu.

Apa aktivitas/ kesibukan Anda saat ini?

Senin hingga Jumat, saya mengajar di sekolah mode atau Esmod di Jakarta. Sekolah itu pusatnya di Prancis, sedangkan yang di Jakarta itu cabangnya. Pada Selasa, saya bertugas sebagai kurator di Kementerian Pariwisata. Ya, menjadi kurator event dan festival. Selain itu, saya menjadi ketua Karnaval Indonesia dan menjadi founder Jember Fashion Carnaval.

Apa hobi dan makanan kesukaan Anda?

Saya punya hobi dan kebanggaan yang luar biasa di saat saya berhasil menyelenggarakan suatu event yang berkelas internasional dan digarap secara profesional. Makanan favorit saya adalah nasi soto ayam dan sayur-sayuran berkuah, serta beberapa makanan tradisional Indonesia. 

N-3

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment