Koran Jakarta | November 17 2018
No Comments

Dunia Pendidikan Mesti Lakukan Inovasi

Dunia Pendidikan Mesti Lakukan Inovasi

Foto : ISTIMEWA
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Se­marang (Unnes), Fakhruddin.
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Robotisasi yang dikembangkan pada sek­tor industri di Indonesia berpotensi menimbulkan masalah sosial. Hal ini karena sebanyak 67 persen jumlah demografi penduduk Indonesia berusia produktif.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Se­marang (Unnes), Fakhruddin, mengatakan Indonesia akan timbul banyak masalah sosial jika banyak hal dilakukan de­ngan robot pada sektor industri. “Untuk itu, perlu adanya inovasi di dunia pendidikan agar dapat mengakomodir ke­pentingan perusahaan dan kepentingan tenaga kerja,” kata dia, di Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Menurut Guru Besar Ilmu Pendidikan itu, inovasi dunia pendidikan membuat seorang guru dituntut mampu men­ciptakan situasi belajar yang produktif. “Dalan menghadapi era robotisasi dan era digital, seorang guru harus bisa meng­hadirkan sikap-sikap positif dan mampu menciptakan me­tode pembelajaran yang produktif,” ujarnya.

Di sisi lain, seorang guru yang mampu berinovasi akan melahirkan tenaga kerja yang kreatif. “Guru harus bisa men­jadi inovator-inovator bagi peserta didik, agar dapat mence­tak generasi yang kreatif,” paparnya.

Dengan inovasi dunia pendidikan, pihaknya berharap era robotisasi dunia industri tidak menjadi ancaman, me­lainkan menjadi motivasi untuk terus berkaya dan berkem­bang. SM/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment