Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments

Dukung Penerapan Gaya Hidup Ramah lingkungan

Dukung Penerapan Gaya Hidup Ramah lingkungan
A   A   A   Pengaturan Font

Gaya hidup ramah lingkungan yang tengah mewabah bisa menjadi alat bagi pebisnis untuk menjaring pasar lebih banyak lagi. Ini dilakukan oleh pusat belanja Grand Indonesia. Pusat belanja tersebut diketahui tengah berupaya membuat para pengunjung di mal tersebut bisa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Salah satu cara simpel adalah tidak memakai kantong plastik dan menggunakan bahan-bahan daur ulang sebagai produk kemasan.

Untuk bisa mencapai tujuan tersebut, pengelola mal tersebut membuat event Gaya, yakni acara fesyen dan gaya hidup berkelanjutan. "Jadi kami ingin mengajak pengunjung punya tanggung jawab dalam berbelanja," kata Kantoro Permadi, General Marketing Communication and Operations Grand Indonesia.

Acara ini berlangsung mulai  tanggal 15 sampai 18 Agustus nanti. Ada sejumlah desainer baik dari dalam negeri atau luar negeri yang memperagakan ragam produk ramah lingkungan. Mulai dari produk fesyen ramah lingkungan, hingga ragam produk kemasan yang juga ramah lingkungan. "Salah satu produk saya adalah pembungkus pengganti plastik untuk membungkus aneka makanan dan sayuran," kata Jenny Kate, perancang asal Inggris.

Sedangkan para perancang lokal yang ikut bagian adalah Kana Goods, Petang Hari, Jalin, KaIND serta beberapa desainer dari Indonesian Fashion Chamber (IFC), seperti Novita Yunus dan Aldre Indrayana.

Pihak Grand Indonesia berharap, dengan adanya event ini, bisa membuat pengunjung pusat belanja tersebut mengetahui ragam produk kemasan dan sejenisnya yang ramah lingkungan. Dan tentunya bisa diterapkan di pusat belanja tersebut. Terutama oleh para tenant yang ada di sana.

Menurut catatan Kantoro, dari total penyewa di Grand Indonesia, sekitar 40% sudah tidak memakai kantong plastik dan sedotan plastik. Lantas sekitar 75% penyewa produk fesyen sudah tidak memberikan kantong plastik. "Dengan adanya acara ini kami targetkan sampai akhir tahun ini 100% tenant sudah menerapkan perilaku ramah lingkungan," katanya lebih lanjut. Maklum, Grand Indonesia termasuk salah satu mal yang kerap dikunjungi banyak orang. Jumlah pengunjung mal ini sudah tembus 25 juta orang per tahunnya. ima

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment