Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Capim KPK I KPK Tolak Kontrak “Komitmen Politik”

DPR Akan Pertimbangkan Aspirasi Publik

DPR Akan Pertimbangkan Aspirasi Publik

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Aparat penegak hukum, termasuk pimpinan KPK, tidak boleh terikat komitmen politik.

JAKARTA – Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin, mengatakan DPR secara ter­buka menampung seluruh aspirasi masyarakat jelang uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK). Hal tersebut untuk menanggapi polemik di tengah masyarakat mengenai bebera­pa capim KPK yang dinilai ber­masalah.

“Prinsip siapa pun yang menerima ataupun meno­lak akan kami tampung, kami sudah buka ruang dari pengumuman tanggal 9, baik itu bisa melalui SMS ke beberapa anggota atau bisa langsung masukin surat ke Sekretariat Komisi III,” ujar Aziz, di Kom­pleks Parlemen, Senayan, Ja­karta, Selasa (10/9).

Aziz mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai pro-kontra di tengah masyarakat jelang fit and proper test capim KPK. Menurutnya, seluruh masukan masyarakat akan menjadi pertimbangan bagi sepuluh fraksi yang ada di parlemen untuk memberikan hak suaranya dalam pengam­bilan keputusan usai fit and proper test nanti.

“Jadi, seluruh masukan baik pro dan kontra itu akan menjadi masukan dan catatan. Nanti kita kompilasi, kita beri­kan kepada 10 fraksi. Silakan fraksi-fraksi menilai dan mem­berikan hak suaranya pada pengambilan keputusan,” kata politikus Partai Golkar itu.

Komisi III DPR sudah mengeluarkan jadwal uji kelayakan dan kepatutan capim KPK yang akan digelar dalam dua hari mendatang, 11-12 Sep­tember 2019.

Uji kelayakan dan kepatutan akan dimulai pukul 10.00 hing­ga 18.30. Hari pertama akan diikuti lima orang capim, yakni oleh seorang hakim, Nawawi Pomolango; mantan komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Lili Pintauli Siregar; pegawai Kementerian Keuangan, Sigit Danang Joyo; Dekan Fakultas Hukum Uni­versitas Jember Nurul Ghufron; dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan, I Nyoman Wara.

Tes hari kedua juga akan dii­kuti lima capim, yakni; Wakil Ketua KPK Alexander Marwa­ta; Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan mantan Deputi Penindakan KPK, In­spektur Jenderal Firli Bahuri; personel kejaksaan, Johanis Tanak; pegawai Sekretaris Kabinet, Roby Arya Brata; serta dosen dan aktivis antikorupsi, Luthfi Jayadi Kurniawan.

Hasil uji kelayakan dan kepatutan capim KPK akan diumumkan Kamis, (12/9).

Tidak Boleh

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, menyatakan aparat penegak hukum, termasuk pimpinan KPK, ti­dak boleh terikat komitmen politik. Laode menanggapi ke­tentuan Komisi III DPR yang mewajibkan calon pimpinan KPK meneken surat bermete­rai berisi visi, misi, serta komit­men mereka yang dihimpun ketika fit and proper test.

“Untuk menjadi aparat penegak hukum itu tidak boleh diikat oleh komitmen politik. KPK tidak mewakili konstituen tertentu,” kata Laode, Selasa.

Laode berpendapat, keten­tuan itu dapat menyebabkan pimpinan KPK menjadi loyal pada komitmen politiknya. Padahal, seorang pimpinan KPK seharusnya loyal pada penegakan hukum. Laode pun mengaku heran akan adanya peraturan itu. Ia mengatakan hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya pikir masyarakat In­donesia juga harus tahu agar mengawal juga proses seleksi. Terus terang, saya bersyukur tidak lulus, kalau lulus disodori komitemen politik seperti itu, haduh,” kata dia.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, mengatakan Komisi III ingin semua calon pimpinan KPK konsisten an­tara visi-misi yang diungkapkan dalam fit and proper test dengan apa yang akan dilakukan ketika sudah dilantik menjadi pimpi­nan KPK nantinya. Oleh karena itu, Komisi III menyodorkan su­rat tersebut.

“Di awal masa jabatan bi­lang setuju. Tapi begitu meng­gelinding menjadi isu yang mendapatkan pressure dari publik dan ingin populer atau tidak ingin kehilangan popu­laritas, kemudian malah ber­balik enggak setuju,” ujar Arsul Sani. tri/ola/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment