Ditengarai Lebih Berbahaya dari Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Hanta Virus

Ditengarai Lebih Berbahaya dari Covid-19

Ditengarai Lebih Berbahaya dari Covid-19

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Belum reda pandemi virus korona yang menghebohkan dunia, muncul virus lain yang konon lebih berbahaya dari Covid-19. Hanta virus namanya. Pertama kali memakan korban seorang laki-laki meninggal di bus ketika melakukan perjalanan dari Provinsi Yunnan menuju Provinsi Shandong, Tiongkok.

Kematian pekerja Tiongkok akibat hanta virus memicu kekhawatiran akan wabah baru di tengah pandemi Covid-19. Tidak seperti Covid-19, hanta virus tidak ditularkan melalui sistem pernapasan, tetapi kotoran dan darah pasien dapat menular, menyusul seorang pekerja Tiongkok meninggal karena hantavirus pada Senin (23/3). Berita kematian hanta virus di tengah pandemi Covid-19 memicu kekhawatiran yang meluas di kalangan netizen.

Dikhawatirkan itu akan menular di antara manusia dan menjadi pukulan ganda bagi manusia, sementara pandemi Covid-19 belum berakhir. Pekerja itu, yang bermarga Tian, berencana untuk kembali ke Shandong untuk bekerja bersama 29 orang lainnya dengan bus sewaan pada Senin, tetapi mulai merasa tidak enak badan dalam perjalanan dan dikirim ke rumah sakit di daerah Ningshan, Provinsi Shannxi.

Tian meninggal meskipun dirawat pada Senin pagi. “Semua penumpang lainnya dites negatif untuk virus corona baru dan hasil tes mereka untuk hanta virus sedang tertunda,” kata otoritas Kabupaten Ningshan pada Rabu (25/3).

Pasien tidak mungkin menginfeksi sesama penumpangnya, walaupun mereka duduk di bus yang sama, karena infeksi biasanya tidak terjadi di antara orang-orang. Orang-orang juga biasanya tidak diserang hanta virus dan Covid-19 pada saat yang sama.

“Berbeda dengan COVID-19, hantavirus dalam banyak kasus tidak menular melalui sistem pernapasan. Tetapi kotoran manusia dan darah pasien yang terinfeksi dapat menularkan virus ke manusia,” kataYang Zhanqiu, ahli virus di Universitas Wuhan, Rabu.

Hanta virus, juga dikenal sebagai epidemi hemorrhagic fever, atau renal syndrome hemorrhagic fever, adalah penyakit infeksi virus akut yang ditandai demam, kecenderungan berdarah, dan kerusakan ginjal. Penyakit ini dapat disebabkan kontak dengan tikus, makan makanan yang telah mereka sentuh, atau menghirup udara yang terkontaminasi kotoran tikus. Penyakit ini lazim di desa-desa dari Mei hingga Juni dan Oktober hingga Desember.

“Tidak perlu khawatir tentang hanta virus. Penyakit hanta virus dapat dicegah dan dikendalikan dan ada vaksin untuk mencegahnya. Kejadiannya di kota-kota sangat rendah karena penyakit ini terutama ditemukan di desa-desa di mana tikus cenderung muncul ketika orang-orang cenderung bekerja di lapangan,” jelas Yang.

Penyakit ini lazim di Eurasia, dengan kasus infeksi di Russia, Finlandia, Swedia, dan Tiongkok. Tingkat kematian akibat infeksi hanta virus di Tiongkok berkisar antara 1 persen dan 10 persen sementara tingkat kematian di AS jauh lebih tinggi, dengan rata-rata 40 persen.

“Mirip dengan Covid-19, hanta virus dapat merusak fungsi hati, ginjal dan organ-organ pasien lainnya dan menghasilkan gejala-gejala demam dan pendarahan hebat,” imbuh Yang.

Setelah pekerja meninggal karena hanta virus, para ahli di Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya, meluncurkan penyelidikan epidemiologis. Dalam lima tahun terakhir, Provinsi Yunnan di Tiongkok Barat Daya telah melaporkan 1.231 pasien dengan hanta virus. Lebih dari 200 kasus dilaporkan di Yunnan setiap tahun.

Tingkat Keparahan yang Variatif

Hanta virus di AS dikenal sebagai hantavirus “Dunia Baru” dan dapat menyebabkan hanta virus pulmonary syndrome (HPS) . Hanta virus lainnya, yang dikenal sebagai hanta virus “Dunia Lama”, kebanyakan ditemukan di Eropa dan Asia dan dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome-HFRS).

Hanta virus paling penting di AS yang dapat menyebabkan HPS adalah virus Sin Nombre, yang disebarkan tikus rusa. Gejala awal HPS termasuk kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada otot besar yakni paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu. Gejala-gejala ini bersifat universal, di antaranya juga ada sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

“Sekitar setengah dari semua pasien HPS mengalami gejala-gejala ini. HPS bisa berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen,” ujar Sumaiya Shaikh, pakar saraf.

Gejala awal HFRS dimulai secara tiba-tiba termasuk sakit kepala hebat, sakit punggung dan perut, demam, kedinginan, mual dan pandangan kabur. Orang yang terkena HFRS juga terkadang memiliki tanda muka memerah, peradangan, kemerahan pada mata atau ruam.

Gejala selanjutnya yakni tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, dan gagal ginjal akut, yang dapat menyebabkan kelebihan cairan. Tingkat keparahan penyakit bervariasi tergantung pada virus yang menyebabkan infeksi.

Infeksi virus Hantaan dan Dobrava biasanya menyebabkan gejala yang parah, sedangkan infeksi virus Seoul, Saaremaa, dan Puumala biasanya lebih moderat.

“Pemulihan total bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Kasus virus hanta datang pada saat jumlah total orang yang terinfeksi virus korona baru secara global sudah mendekati angka 400 ribu dan para ilmuwan belum menemukan obat untuk itu,” jelasnya.

Sejumlah Fakta yang Perlu Diperhatikan

Penyakit hanta virus Eropa yang paling umum disebabkan Puumala hanta virus, dibawa bank vole ( Myodes glareolus ). Virus ini tersebar luas di sebagian besar benua, kecuali Inggris, wilayah pantai Mediterania dan wilayah paling utara.

Secara keseluruhan, tiga sindrom disebabkan hantavirus:

1. Demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS), terutama di Eropa dan Asia;

2. Nephropathia epidemica (NE), bentuk HFRS ringan, yang disebabkan Puumala hanta virus, dan terjadi di Eropa;

3. Hanta virus cardiopulmonary syndrome (HCPS), di AS. Penyakit yang disebabkan hanta virus disebut sindrom paru Hantavirus. Gejala muncul dalam 1 hingga 5 minggu setelah paparan. Rata-rata adalah 2 hingga 4 minggu. Penyakit ini sangat serius karena sekitar 40 persen orang yang menderita penyakit ini meninggal.

Penyakit ini awalnya seperti flu. Orang yang terserang mengalami demam, kedinginan, sakit otot, sakit kepala, mual, muntah, dan sesak napas, detak jantung yang cepat, dan masalah pencernaan.

Penyakit ini berkembang pesat dan orang yang terinfeksi mengalami penurunan tekanan darah yang tidak normal dan paru-paru akan terisi dengan cairan. Kegagalan pernafasan yang parah, yang mengakibatkan kematian, dapat terjadi dalam beberapa hari setelah gejala tahap awal.

Tidak ada vaksin khusus, pengobatan atau penyembuhan untuk infeksi Hantavirus tetapi pengakuan dini dan perawatan medis di unit perawatan intensif dapat membantu pemulihan. Orang yang terinfeksi dapat diberikan obat untuk demam dan nyeri serta terapi oksigen. pur/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment