Koran Jakarta | November 22 2018
No Comments
DPO Korupsi di Talaud

Dirut PT Aero Support Internasional Ditangkap

Dirut PT Aero Support Internasional Ditangkap

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan bekerja sama dengan Polda Banten dan Polres Serang menangkap Direktur Utama (Dirut) PT Aero Support Internasional, M Rusli (MR). Rusli ditangkap di daerah Cikande, Kabupaten Serang.


“Setelah ditangkap, tersangka (Rusli) dibawa ke Polres Serang untuk diperiksa dan dicek kesehatan. Pada jam 02.00 langsung diterbangkan ke Manado untuk proses lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (19/10).


Menurut Febri, Rusli masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2014. Tim KPK telah memantau secara tertutup sekitar satu minggu untuk mengetahui informasi keberadaan tersangka. Setelah mendapatkan informasi, tersangka Rusli ditangkap di daerah Cikande, Kabupaten Serang, Banten.


Pada Kamis (18/10) sore pukul 17.50 WIB, tambah Rusli, telah ditangkap tersangka (Rusli) oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Serang dengan koordinasi dan supervisi KPK. Selanjutnya, tersangka Rusli dibawa ke Kabupaten Talaud, Sulawei Utara, untuk proses lebih lanjut.


Kasus ini, tambah Febri, ditangani penyidik Polres Talaud sejak tahun 2012 dalam perkara penyalahgunaan dana subsidi penerbangan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud pada tahun anggaran 2009 dan 2010. Dalam kasus ini, diduga nilai kerugian negara sebesar 1 miliar rupiah.


Jalin Kerja Sama


Namun dalam penanganan perkara ini, tim penyidik Polres Talaud mendapat kendala karena keberadaan tersangka Rusli tidak diketahui hingga akhirnya diterbitkannya DPO di tahun 2014 silam.

Melihat hal ini, tambah Febri, KPK terdorong untuk melakukan fungsinya bekerja sama dengan penegak hukum setempat untuk bersama-sama memberantas korupsi dengan membantu mencari tersangka Rusli.


“KPK yang diberikan tugas oleh Undang-Undang (UU) melakukan fungsi trigger mechanism, memberikan dukungan pada penyidik melalui tugas koordinasi dan supervisi,” terangnya.


KPK menemukan informasi meskipun sudah masuk DPO sejak tahun 2014, namun tersangka Rusli diketahui sering bepergian keluar negeri seperti ke negara Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara lainnya.

KPK sangat menyayangkan hal ini, seharusnya seluruh instansi bekerja sama agar tersangka yang masuk DPO tidak dengan mudah bepergian ke luar negeri.


“Seharusnya ada upaya menyeluruh dari instansi-instansi yang terkait agar tersangka yang (menjadi) DPO tidak lolos bepergian ke luar negeri,” ungkapnya. ola/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment