Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Suap PLTU Riau-1

Dirut PJB Dicecar soal Hubungannya dengan Johannes Kotjo

Dirut PJB Dicecar soal Hubungannya dengan Johannes Kotjo

Foto : ANTARA/Aprillio Akbar
Akan Diperiksa - Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa- Bali (PJB) Iwan Agung bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/8). KPK melakukan pemeriksaan terhadap Iwan Agung terkait kasus dugaan suap kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara, selama tujuh jam terkait suap proyek PLTU Riau-1.

Iwan mengatakan penyidik KPK bertanya mengenai kerja sama PT PJB dengan Blackgold Natural Resources (BNR). “Kami menerangkan tentang ini, memang dipanggil atas dugaan kasus suap Pak Johannes Kotjo dan Bu Eni, dan kami tadi menerangkan peran PJB di dalammnya.

Ya, jadi kami tuh bermitra dengan BNR berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 Tahun 2016,” kata Iwan kepada wartawan usai diperiksa, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).

“Yaitu yang menyatakan bahwa saham yang dimiliki PT Pembangkitan di Muara Kambang itu wajib diberikan 10 persen kepada perusahaan tambang melalui afiliasinya,” sambung dia.

Ditanyai soal pertemuan dia dengan Dirut PLN, Sofyan Basir, dan pemegang saham Blackgold Johannes Kotjo, Iwan menerangkan pertemuan itu wajar karena Sofyan merupakan Dirut PLN dan Johannes sebagai mitra kerja PJB.

“Kalau dengan Dirut PLN kan memang sebagai pemegang saham. Pak Kotjo itu kan mitra kita, mitra kami yang kami pilih sesuai peraturan menteri,” terang Iwan.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Eni diduga menerima suap total 4,5 miliar rupiah dari Johannes Kotjo. Eni ditangkap KPK pada Jumat, 13 Juli lalu.

Saat itu, Eni sedang berkunjung ke kediaman dinas Mensos, Idrus Marham, untuk memenuhi undangannya di acara ulang tahun anak Idrus. KPK telah memeriksa Idrus yang berstatus saksi dalam perkara ini.

Selain Idrus, Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, juga terseret dalam kasus ini. Dia berstatus saksi dan telah diperiksa. KPK telah menggeledah rumah dan kantor Sofyan serta menyita ponselnya. mza/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment