Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
BanyuKampanye Pemilu

Dilarang Iklan Kampanye Selama Masa Tenang

Dilarang Iklan Kampanye Selama Masa Tenang

Foto : ISTIMEWA
Rahmat Bagja, Angggota Badan Pengawas Pemilu
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Angggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengatakan, segala bentuk metode kampa­nye pada hari tenang (14-16 April 2019) dilarang, termasuk penayangan iklan di platform media sosial.

Hal tersebut diungkapkan Bagja usai rapat koordinasi dengan Dirjen Aplikasi Infor­matika (Aptika) beserta Tim Kampanye Nasional (TKN) 02 dan Badan Pemenangan Nasi­onal (BPN) 02, di media cen­ter Kominfo, serta perwakilan 10 Platform media sosial, di Kantor Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (25/3).

Menurut Bagja, segala penayangan, terkait ajakan atau penyampaian visi-misi, serta program kerja dan citra diri ter­hadap salah satu kandidat di hari tenang itu dilarang. “Kami meminta dan ini sudah disetu­jui semua platform untuk tidak menayangkan iklan kampanye di masa tenang. Baik dari peser­ta pemilu, tim kampanye, mau­pun simpatisan,” kata Bagja.

Namun pembatasan terse­but tidak berlaku terhadap per­cakapan politik di ruang media sosial apabila dilakukan oleh warga negara biasa, tokoh publik ataupun buzzer, influencer atau rain maker (orang yang mampu mempengaruhi fol­lower pembaca blognya, teman Facebooknya, follower Twitter-nya, sehingga memberikan efek buzz di media sosial, yang dapat mempengaruhi dalam aspek informasi, tren dan lain­nya sehingga di ikuti oleh yang lainnya).

Itu karena percakapan di ruang media sosial dijamin dalam Pasal 28 A-J UUD 1945 yang pada intinya, ke­merdekaan berserikat dan ber­kumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

Ditambahkan, pelarangan tersebut diatur dalam Pasal 276 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 492 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Sehingga bagi peserta pemilu, tim suk­ses atau pun simpatisan yang melakukan kampanye di luar jadwal akan dikenakan sanksi pidana pemilu.

Sementara itu, Dirjen Ap­tika Samuel Abrijani Pangera­pan menyatakan, pelarangan iklan di media sosial pada hari tenang, sejalan dengan lang­kah KPU dan Bawaslu yang juga melakukan hal serupa kepada media massa, seperti media cetak, online, televisi dan radio sesuai pada Pasal 276 ayat (1) dan (2). Termasuk iklan “AdSense” atau program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diseleng­garakan oleh Google., di mana pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diper­bolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka.

Adapun 10 platform media sosial yang melakukan kerja sama dengan Kemenkomin­fo, Bawaslu dan KPU terkait pelarangan iklan di media so­sial pada hari tenang adalah, Twitter, Telegram, BBM, Google, Line, Bigo Live, Live Me, Metube, Facebook dan Kwai Go. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment