Dibutuhkan Sinergi Masyarakat untuk Pencegahan Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
1 Comment
Virus Korona

Dibutuhkan Sinergi Masyarakat untuk Pencegahan Covid-19

Dibutuhkan Sinergi Masyarakat untuk Pencegahan Covid-19

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Peran masyarakat secara luas dan menjaga komitmen sebagai upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 harus dimulai dari lingkungan sekitar. Hal itu menjadi penting mengingat penularan Covid-19 begitu cepat tanpa mengenal siapapun, kapanpun dan di manapun.

 

Persoalan Covid-19 pada tingkat penularan begitu cepat, karenanya seluruh unsur masyarakat penting untuk memahami bagaimana cara mencegah penularan. “Untuk itu publik secara sadar dan bertanggung jawab menjadi pelaku pencegahan,” ungkap Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Senin (6/4).

Lebih lanjut, Doni mengingatkan bahwa urusan pencegahan penularan Covid-19 ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Hingga hari ini penyebaran Covid-19 banyak terjadi pada level masyarakat kepada masyarakat. Oleh karenanya, perlu digarisbawahi bahwa masyarakat diharapkan dapat menerapkan apa yang sudah menjadi protokol kesehatan di lingkungan masing-masing terkait pencegahan virus Covid-19.

“Pencegahan ini tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah sendiri, karena pencegahan bukan memilih dari aparat ke aparat atau aparat ke masyarakat, penyebarannya adalah antar warga.

Oleh karena itu penting untuk mengetahui cara-cara yang mengacu pada pencegahan” tambahnya. Selain itu, Doni juga RonaVirus Korona Peran masyarakat secara luas dan menjaga komitmen sebagai upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 harus dimulai dari lingkungan sekitar. Hal itu menjadi penting mengingat penularan Covid-19 begitu cepat tanpa mengenal siapapun, kapanpun dan di manapun.Dibutuhkan Sinergi Masyarakat untuk Pencegahan Covid-19 meminta agar segala hal yang menjadi penghambat percepatan penaganan Covid-19 seperti perdebatan di tengah masyarakat agar dapat dihindari.

Menurutnya, hal yang terpenting pada saat ini adalah bagaimana meyakinkan dan membuat masyarakat memahami tentang apa yang sedang dihadapi serta bagaimana langkah mitigasi ke depan.

“Kita tidak boleh lagi kehilangan waktu hanya karena berdebat teori menyelesaikan wabah ini,” tegas Doni. Lebih lanjut, solusi terbaik dalam menghadapi bencana Covid-19 ini adalah mengoptimalkan sinergi mulai dari tingkat RT/RW dan Kelurahan untuk bersatu padu, bergandengan tangan, dan saling menjaga satu sama lain. 

Pemantauan dan Edukasi yang Benar

Sementara itu, Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, sekaligus Juru Bicara Penanganan Covid-19, mengatakan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri harus melapor ke Puskesmas terdekat. “Setiap melaksanakan isolasi mandiri harus melaporkan ke Puskesmas terdekat yang nantinya mengawasi kondisi kesehatan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Petugas Puskesmas sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya di Jakarta, Senin.

Isolasi mandiri dapat dilakukan untuk mencegah penularan atau melindungi masyarakat yang sehat. Isolasi diri dilakukan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki ciri-ciri demam atau riwayat demam, batuk atau pilek, memiliki riwayat perjalanan ke negara yang memiliki transmisi lokal Covid-19, maupun memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah dengan transmisi lokal di Indonesia dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. ODP wajib mengisolasi diri secara sukarela dan tidak meninggalkan rumah selama 14 hari, kecuali ke klinik atau rumah sakit untuk memeriksakan diri.

“Petugas Puskesmas memiliki peran dalam pemantauan sekaligus melakukan edukasi yang benar secara terus-menerus mengenai Covid-19 ini,” terangnya. Yuri menjelaskan keberhasilan isolasi mandiri tersebut ditentukan beberapa hal yakni, tidak ada keluhan dari awal isolasi sampai hari terakhir, dan ada keluhan sedikit seperti panas pada awal isolasi namun sembuh setelah isolasi mandiri.

Yuri menambahkan dalam penanganan COVID-19 masyarakat tidak perlu panik namun tidak juga boleh sembrono, karena pada hakikatnya penyakit tersebut bisa disembuhkan.

Aksi Bela Negara

Pada kesempatan berbeda, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jakarta Pusat melakukan Aksi Bela Negara Lawan Covid-19. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum di lingkungan warga wilayah Kemayoran dan Gambir pada 4 dan 5 April 2020.

“‘Ini adalah salah satu cara kami untuk mendukung program pemerintah dan melakukan bantuan secara langsung kepada masyarakat di wilayah Jakarta sebagai bentuk upaya memutus rantai penyebaran virus COVID-19,” ujar Ketua Pengurus PPI Jakarta Pusat, Wan M Guntar S Baros.

Penyemprotan disinfektan dilakukan pada 10 titik di Kemayoran dan 8 titik di Gambir. Fokus penyemprotan pada fasilitas umum seperti, taman bermain, tempat ibadah, toilet umum dan tempat-tempat lain yang sering digunakan warga. “Kami melakukan penyemprotan tempat-tempat yang berpotensi banyak digunakan warga.

Terutama benda-benda mati yang sering dipegang manusia seperti gagang pintu. Karena virus ini besar kemungkinan melekat pada benda-benda yang sering digunakan manusia,” kata Guntar.

Cairan disinfektan yang digunakan adalah Virkon. Disenfektan ini dipilih karena biasa digunakan untuk permukaan benda mati yang dipakai secara langsung oleh manusia. Selain itu juga aman, tidak beracun, tidak mengakibatkan efek samping seperti iritasi kulit jika disemprotkan pada manusia dengan konsentrasi khusus. Kegiatan ini merupakan hasil dari fund raising yang dilakukan anggota PPI Jakarta Pusat dan hasil partisipasi warga Jakarta lainnya. Aksi ini didukung pemerintah setempat, oleh karena itu PPI Jakarta Pusat berencana melakukan kegiatan serupa di waktu yang akan datang. Sementara itu, Camat Wilayah Gambir, Fauzi, mengatakan kegiatan yang diinisiasi PPI Jakarta Pusat ini patut diapresiasi.

“Kegiatan ini menjadi wujud sumbangsih para pemuda PPI Jakarta Pusat untuk melakukan pelayanan masyarakat secara langsung. Ini menjadi contoh yang baik bagi pemuda untuk melakukan kegiatan sosial lainnya di masa pandemi seperti saat ini,” ujarnya.

Selain melakukan penyemprotan PPI Jakarta Pusat juga melakukan edukasi dan memberikan penjelasan yang lebih lengkap terkait pandemi Covid-19. “Kami tidak hanya melakukan penyemprotan, tetapi kami juga melakukan edukasi dari rumah ke rumah dengan memberikan poster dan flyer kepada warga agar lebih memahami Covid-19 dan berbagai cara untuk menghentikan penyebarannya,” ujar Guntar.

Warga menyambut gembira kegiatan yang dilakukan oleh PPI ini. “Kami senang jika banyak pihak yang terjun langsung membantu untuk lingkungan warga sekitar” ujar Agus, warga Petojo Selatan, Gambir.

Agus melanjutkan jika warga di lingkungannya, sebelumnya pernah melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri. Namun dengan dilakukan penyemprotan ulang akan membuat lingkungan semakin bersih dan sehat. PPI Jakarta Pusat sebagai organisasi masyarakat yang aktif melakukan pembinaan kepada pemuda, berharap agar warga Jakarta senantiasa mentaati himbauan dari pemerintah untuk melakukan physical distancing, stay at home dan work from home. Jika perlu untuk melakukan kegiatan di luar rumah diharapkan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. hay/R-1

Klik untuk print artikel

View Comments

Emmaa
Minggu 12/4/2020 | 02:07
Jangan lewatkan kesempatan menjadi Milyarder ! Caranya sangat mudah, hanya bergabung di poker165.co dengan TCoin Atau ikuti babak kualifikasi untuk memenangkan tiketnya 😎 Untuk info lebih lanjut kunjungi

Submit a Comment