Diaspora Peneliti Dioptimalkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2020
No Comments
Riset dan Teknologi | Antarpeneliti Harus Disinergikan

Diaspora Peneliti Dioptimalkan

Diaspora Peneliti Dioptimalkan

Foto : ISTIMEWA
Bambang Brodjonegoro, Menristek/BRIN
A   A   A   Pengaturan Font
Kebebasan aktualisasi diri, harus diberikan kepada diaspora peneliti. Ini penting agar mereka bisa melakukan kerja riset dan inovasi yang optimal.

 

JAKARTA – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang menciptakan ekosistem riset yang bisa mengoptimal­kan peran para diaspora penel­iti. Sebab, selama ini pember­dayaan diaspora peneliti Indo­nesia untuk bekerja di Tanah Air masih belum maksimal.

“LIPI menciptakan eko­sistem riset ramah inovasi me­lalui pembangunan infrastruk­tur riset serta melakukan pe­nyempurnaan regulasi untuk mendukung platform riset ra­mah inovasi bagi para diaspo­ra serta lulusan S3 terbaik da­lam negeri,” kata Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, di Jakar­ta, Senin (9/12).

Laksana mengatakan ke­hadiran ruang interaksi para diaspora peneliti dengan pe­mangku kepentingan terkait sangat penting untuk men­ciptakan konsep ideal ten­tang ekosistem riset Indonesia. Menurutnya hal tersebut ses­uai dengan harapan Presiden Joko Widodo yang ingin pa­ra diaspora peneliti tidak lupa untuk kembali dan memban­gun Tanah Air.

Ia mengatakan ekosistem riset yang ramah sangat dibu­tuhkan para diaspora peneliti. Kebebasan aktualisasi diri, har­us diberikan pada diaspora pe­neliti agar bisa melakukan ker­ja riset inovasi yang optimal.

“Diaspora peneliti ini jangan dibebani mengerjakan banyak hal. Justru kita harus menun­tut sesuai dengan bidang yang mereka geluti sehingga hasil­nya bisa maksimal,” jelasnya.

Laksana menyebut pihaknya secara aktif mencari dan mer­ekrut diaspora-diaspora penel­iti untuk keunggulan kompetitif terhadap SDM aparatur. Sam­pai saat ini, tercatat sudah ada 27 diaspora peneliti yang bek­erja di LIPI sejak tahun 2014.

“Sejak tahun 2018, LIPI mem­buka jalur diaspora dalam me­kanisme perekrutan Calon Pe­gawai Negeri Sipil (CPNS). Kami menyediakan juga mekanisme Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan me­kanisme post doktoral,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, strate­gi menarik diaspora peneli­ti Indonesia kembali ke tanah air adalah dengan berburu mencari dan tidak bisa han­ya menunggu. “Kesulitan uta­manya adalah bahwa kalau kita ingin menarik orang bagus itu harus hunting, bukan menung­gu,” ujar Handoko.

Perlu Sinergi

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Ba­dan Riset dan Inovasi Nasion­al (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, diperlukan sinergi dan har­monisasi antarpeneliti baik se­cara individu maupun organ­isasi. Hal ini penting dilakukan untuk menciptakan produk anak bangsa yang unggul dan berdaya saing.

“Ke depan tidak ada lagi produk versi kelompok terten­tu, versi A atau versi B. Tidak ada lagi produk yang kelihatan­nya sama, meskipun ada perbe­daan. Intinya yang keluar ada­lah produk unggul,” katanya.

Bambang mengatakan pe­nelitian dan pengembangan perlu dilakukan secara bersin­ergi oleh para peneliti di Tanah Air agar produk yang dicipta­kan betul-betul memiliki kual­itas terbaik dan bisa menghar­umkan nama Indonesia.

Cara tersebut juga bertu­juan agar pemerintah bisa me­lakukan efisiensi anggaran. Se­bab, untuk menciptakan suatu produk inovasi membutuhkan biaya cukup besar. “Tugas kita ke depan adalah memastikan tidak ada lagi APBN yang ter­pakai untuk dua hal yang sebe­narnya sama, dengan demikian biaya penelitian pun bisa lebih efisien,” katanya.

Mantan Kepala Badan Per­encanaan Pembangunan Na­sional (Bappenas) tersebut memastikan dana riset akan dikendalikan oleh BRIN un­tuk inefisiensi anggaran. “Ki­ta ingin dana riset yang besar ini terpakai sesuai dengan ke­butuhan,” ujar dia.

Terkait anggaran riset pa­da 2020, Bambang mengatakan lembaga tersebut masih me­lakukan penghitungan kasar namun diperlukan sekitar 30 triliun rupiah.

Kepala Badan Pengkaji­an dan Penerapan Teknolo­gi (BPPT), Hammam Riza, me­ngatakan pemerintah terus mendorong anak bangsa men­ciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. ruf/Ant/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment