Koran Jakarta | June 18 2018
No Comments

Desain Sebuah Ruang Interaksi

Desain Sebuah Ruang Interaksi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Desain mezzanine memberikan tambahan ruang tanpa mendirikan bangunan baru. Konsep itu membuat kebutuhan ruang dapat tercukupi meskipun di lahan sempit.

Bangunan dua lantai tampak menyatu karena dibiarkan terbuka atau sekadar diberi pembatas dengan bahan transparan. Bentuk bangunan tersebut mampu memberikan ruang tambahan dari keseluruhan bangunan, itulah mezzanine. Dalam wikipedia, mezzanine diartikan sebagai bangunan terbuka setinggi dua lantai namun tidak menutup seluruh permukaan bangunan. Ada kesan bertumpuk dalam desain mezzanine.

Pembatas bangunan yang lebih difungsikan sebagai pagar membuat bagian mezanine dapat terlihat dari lantai dasar. Sedangkan, sisi bagian lainnya dibiarkan kosong terbuka langsung terhubung dengan langit-langit. Konsep tersebut membuat ruang tampak lebih lega namun memiliki jumlah ruang yang cukup padat.

Desain mezzanine digunakan di sejumlah tempat tinggal maupun ruang publik. Seperti yang dilakukan Amanda Levete’s studio AL A dan PLP Architecture, sebuah biro arsitek yang berbasis di London, Inggris dalam mendesain kantor pusat Sky, perusahaan televisi dan telekomunikasi di London, Inggris. Mereka menggunakan mezzanine untuk pembuatan kantor ruang terbuka berinterior lapisan kayu.

Arsitek membuat bangunan menyerupai gudang moderen dengan menggunakan panel dari kaca dan alumunium. Bangunan mezzanine memproyeksikan atrium, pohon besar, tempat duduk informal dan layar televisi besar.

“Sky bangga dengan taman bisnis industri dipinggiran kota London,” ujar Ho-Yin Ng, Direktur ALA, seperti yang dilansir dari situs dezeen, sebuah situs arsitektur dan interior.

Ho-Yin Ng mengatakan bahwa desain Sky merupakan tipologi “gudang” sederhana sebagai sarana aktifitas orangorang penyiaran bekerja di bawah satu atap.

Lantai-lantai terbuka dirancang untuk menginspirasi para staf agar bekerja sama dan menghasilkan karya terbaik yang mereka bisa. Selain itu,setiap lantai dibuat menjadi wilayah tembus yang jelas antara area.

Sedangkan, ruang atrium yang terletak di bagian bawah menjadi tempat pertemuan informal. Untuk, area jalan kaki membentang sepanjang 100 meter membentang di lantai dasar untuk menghubungkan area bisnis.

“Ruang terbuka dan fleksibel dirancang untuk lingkungan berkelompok agar dapat mengakomodasi jenis industri kreatif baru, dimana perbedaan tradisional antara kreatif, teknis, produksi dan perusahaan telah dipecahkan,” ujar dia. Sehingga, mereka memiliki perasaan memiliki dan merasakan hubungan organisasi yang tulus dengan tempat kerjanya.

Di rumah tinggal, konsep mezzanine digunakan untuk mengakomidasi kebutuhan ruang. Ada penambahan setidaknya satu ruangan dari konsep bangunan semula. Konsep tersebut tidak perlu membuat bangunan baru hanya menambah setengah lantai.

Bangunan mezanine biasanya digunakan sebagai ruang tidur untuk memberikan ruang pribadi. Sementara di bagian bawahnya, menjadi ruang yang lebih bersifat publik, seperti dapur maupun living room.

Adakalanya, mezzanine digunakan sebagai ruang kerja untuk mengakomodasi pemilik rumah yang lebih senang menyelesaikan pekerjaan di rumah maupun ruang baca.

Mezzanine yang dibatasi dengan pagar transparan membuat semua benda di dalam sudut ruang menjadi gampang terlihat. Sehingga, hubungan sosial mudah terjalin dengan adanya kemudahan saling interaksi. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment