Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments

Desain Bandara Adopsi Konsep Budaya Lokal

Desain Bandara Adopsi Konsep Budaya Lokal

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Desain arsitektur bandara mampu memberikan kesan mendalam untuk para penumpang yang singgah. Selain sebagai ikon, desain akan memberikan kenyaman penumpang yang kadang membutuhkan waktu tertentu sebelum naik ke pesawat. Bandara Changi merupakan salah satunya. Sebagai air hub di Asia Pasifik, Changi terus berbenah diri, salah satunya dengan memperluas bangunan terminal.

Seperti dilansir dari archdaily, Heatherwick Studio diyakini telah memenangkan kompetisi internasional untuk mendesain Terminal 5 di Bandara Changi, Singapura. Meski belum ada pengumuman secara resmi, The Architects’ Journal dan BD Online telah melaporkannya. Bangunan Terminal 5 akan menampung 50 juta penumpang per tahun.

Diperkirakan pada akhir 2020 an, jumlah penumpang di Bandara Changi total sebanyak 135 juta orang. Skema desain ini tengah dikembangkan dengan ekspansi biaya senilai 1,2 miliar dolar As dari penyelesaian bangunan Terminal 4 yang dibangun oleh Benoy dan mix use “Jewel” Biodome oleh Safdie Architects. Kompetisi untuk membangun Terminal 5 melihat data entri dari 12 tim pada 2016 dan terpilih 3 pada 2017.

Meskipun Heatherwick Studio dan KPF diperkirakan memenangkan kompetisi, pihak bandara telah menggantikan insinyur asli Heatherwick, Jacobs, dengan tim yang terdiri dari MacDonald dan Arup. Kolaborator tersebut menawarkan bergabungnya SOM, RSP dan Selfdie Architects. Menanggapi spekulasi kompetisi Terminal 5, Bandara Changi belum mau menanggapinya.

“Proses tender untuk Konsultan Banguan Induk Terminal 5 masih berlangsung. Kami akan mengumumkan ketika kami memiliki informasi untuk dibagikan,” ujarnya. Area hub akan menampilkan ritel, restoran, ruang hiburan dan hotel yang semua terhubung dengan “lembah hutan” dalam jalur jalan kaki. Sementara, Twelve Architects yang memiliki praktek di London telah mendapatkan kontrak untuk membangun bandara di dekat Novy Uregoy, di barat laut Siberia.

Bandara Novy Urengoy yang terletak di salah satu ladang gas terbesar di dunia akan melayani industri minyak dan gas regional dan pelayanan warga kota. Bandara tersebut terletak di wilayah otonom Okral Yamalo- Nenets tempat 90 persen gas alam Rusia diproduksi. “Kami senang bahwa perjanjian investasi telah ditanda tangani dan kami dapat bergerak untuk memberikan proyek ini,” ujar Matt Cartwright, Pendiri Twelve Architects seperti yang dilansir dari portal Dezeen. com.

Bandara Novy Uregoy akan di desain dengan atap dan interior berkubah yang menggambarkan bentuk tenda tradisional yang disebut sohib. Tenda tersebut biasa digunakan oleh para penggembala Rusa Uralic. “Seperti proyek bandara kami yang lain di Rusia, desain bangunan sangat dipengaruhi oleh kondisi budaya setempat. Menarik, inspirasi dari berbagai macam yang ditemukan di dalam negeri,” ujar dia.

Sebelumnya, dia dan timnya baru saja mengerjakan Bandara Internasional Platov di Rusia. Bandara tersebut dioperasionalkan untuk menyambut pesta sepak bola dunia, FIFA 2018, yang akan berlangsung pada Juni-Juli mendatang. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment