Dana Desa Dikirim Langsung ke Kepala Desa | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Mekanisme Penyaluran Dana

Dana Desa Dikirim Langsung ke Kepala Desa

Dana Desa Dikirim Langsung ke Kepala Desa

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan berencana akan mengirim da­na desa langsung ke desa. Ti­dak lagi lewat kas kabupat­en atau kota. Rencana ini juga akan diberlakukan untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan langsung di­transfer ke kepala sekolah.

“Mengenai masalah dana desa dan dana bantuan oper­asional sekolah, ada rencana dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) untuk didrop lang­sung ke desa ke kepala desa dan kepala sekolah” kata Men­teri Dalam Negeri Tito Karna­vian di Jakarta, Kamis (6/2).

Rencana itu, menurut Ti­to telah didiskusikan dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Pendidikan Nasi­onal, Nadiem Makarim. Meski memang diskusi masih bersifat informal. Belum ada kesepak­atan final. “Nah ini sebetulnya kita sudah melakukan diskusi-diskusi informal dengan Men­keu,” ujarnya.

Kenapa dana desa dan da­na BOS sebaiknya langsung di­transfer ke kepala desa dan ke­pala sekolah, pertimbangan­nya kata Tito untuk memotong jalur birokrasi yang selama ini dirasa terlalu panjang. Selain itu untuk mencegah potensi pemotongan dana, jika dikirim via kabupaten atau kota.

“Prinsipnya sebetulnya positif yaitu ingin memotong birokrasi jangan sampai sela­ma ini dana desa itu adanya di kabupaten, dari kabupaten ke­mudian baru ke desa, namun seperti yang disampaikan oleh ibu Menkeu ada potensi peny­impamgan di tingkat kabupat­en. Sehingga lebih baik potong jalur diserahkan kepada desa, ini juga terjadi dalam bantu­an operasional sekolah, untuk SMA itu ke provinsi, kemudian untuk yang SMP, SD itu ke ka­bupaten,” tuturnya.

Sebab kata dia, kerapkali terjadi dana yang ditransfer tak langsung diberikan. Tapi ter­tahan dulu di kas Pemda. Se­hingga terjadi keterlambatan pencairan. Belum lagi bagi de­sa yang jauh dari pusat pemer­intahan daerah. Misalnya sep­erti desa di Papua atau di luar Jawa. Problem ini yang akan di­atasi dengan mekanisme kirim langsung ke kepala desa atau kepala sekolah.

Tak Efefktif

Selama ini mekanisme transfer dana yang lama tak efektif, kata Tito, maka pemer­intah kemudian berpikir un­tuk langsung mengirim dana ke desa dan sekolah. Rencana ini yang kemudian didiskusi­kan dengan Kemenkeu dan Ke­menterian Pendidikan. Seperti dana BOS, bisa langsung dikir­im ke kepala sekolah.

“Ada keinginan saya juga tadi diskusi dengan ibu Men­keu, Menteri Nadiem (Menteri Pendidikan Nadiem Makarim) supaya langsung diserarh­kan kepada kepala sekolah, trasfernya langsung kepala sekolah,” katanya.

Pemerintah pun, kata dia, juga memikirkan bentuk pen­gawasan serta mekanisme per­tanggungjawaban penggu­naan dana yang lebih sederha­na. Sehingga baik kepala desa maupun kepala sekolah tidak dibuat pusing oleh pembuatan laporan keuangan yang ribet.

 ags/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment