Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments
Dirjen Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, tentang Kandasnya KMP Maju Lestari

Cuaca Buruk Sempat Menghambat Proses Evakuasi Penumpang

Cuaca Buruk Sempat Menghambat Proses Evakuasi Penumpang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Kecelakaan kapal laut terjadi secara beruntun dalam dua bulan terakhir. Kapal Motor Cikal rute Leme-Leme menuju Luwuk, Ibu Kota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tenggelam di perairan Banggai, Rabu (13/6).

 

Pada hari yang sama, KM Arista karam di perairan Makassar. Setidaknya 17 penumpang tewas dalam kejadian itu. Sehari setelahnya, kapal cepat Albert pecah lambung di Selat Bangka dan menyebabkan tiga penumpang tewas.

Tidak berhenti sampai di situ, KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada 18 Juni 2018 lalu.

Terakhir, Selasa (3/7), KM Maju Lestari kandas dan hampir tenggelam di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, diduga akibat lambung kapal bocor, menyebabkan 35 meninggal.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kecelakaan itu, berikut wawancara Koran Jakarta dengan Dirjen Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, Rabu (4/7).

Dalam dua bulan terakhir sering sekali terjadi kecelakaan kapal di laut dan yang terakhir adalah musibah yang menimpa kapal penyeberangan KM Lestari Maju?

Iya, memang betul terjadi lagi kecelakaan KM Lestari Maju. Saya baru saja bersama dengan Bapak Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meninjau lokasi musibah itu.

Kami datang untuk memastikan dan melihat langsung langkahlangkah lanjut terkait musibah kandasnya kapal KMP Lestari Maju tersebut.

Sebenarnya apa penyebabnya?

Kami fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi, terkait penyebab terjadinya musibah tersebut, kami serahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT ).

Dan kami terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk memastikan jumlah korban yang meninggal.

Lalu, bagaimana dengan kondisi kapal?

KMP Lestari Maju sesuai persyaratan kelaiklautan kapal. Dan seluruh dokumen kelaiklautan kapal beserta Surat Persetujuan Berlayar (SPB) juga manifesnya lengkap dan sah sesuai aturan perundang-undangan.

Bagaimana dengan jumlah life jacket?

Jumlah life jacket di atas kapal KMP Lestari Maju sudah mencukupi dan memadai sesuai persyaratan kelaiklautan kapal.

Bahkan, laporan awal yang diterima dari awak kapal, nakhoda dan awak kapal telah meminta dan memandu para penumpang untuk menggunakan life jacket secara benar dan tertib untuk menghindari kegaduhan juga kepanikan.

Sebagaimana diketahui melalui dokumentasi video amatir yang telah beredar luas bahwa para penumpang kapal KMP Lestari Maju telah menggunakan life jacket ketika dievakuasi tim SAR sehingga banyak penumpang yang dievakuasi dengan selamat.

Lalu, terkait penyidikan penyebab kecelakaan?

Iya, guna penyelidikan penyebab kecelakaan, kami sedang mengumpulkan dokumen- dokumen serta sertifikat yang berkaitan dengan Kapal KMP Lestari Maju, seperti Surat Kelaiklautan Kapal, SPB, manifes, dan lain sebagainya. Sejauh ini, dokumen-dokumen tersebut lengkap dan kapal laik laut.

Bagaimana dengan evakuasi penumpang?

Terkait evakuasi para penumpang di atas kapal telah selesai dilakukan dini hari (4/7) pukul 00.05 WITA dengan menggunakan kapal- kapal nelayan dan tim SAR terpadu.

Sisa penumpang di atas kapal KMP Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat. Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KMP Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR.

Ada kendala dalam operasi penyelamatan?

Iya, cuaca buruk menghambat proses evakuasi para penumpang kapal karena susah bagi kapal-kapal merapat ke lokasi kandasnya KMP Lestari Maju.

Kami mengapresiasi tim SAR yang telah memaksimalkan evakuasi penumpang dengan hati-hati, terencana dengan baik sehingga para penumpang di atas kapal bisa dievakuasi. zaki Alatas/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment