Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments

Cinta Motivasi Terbesar Membahagiakan Sesama

Cinta Motivasi Terbesar Membahagiakan Sesama
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Cinta Itu Motivasi

Penulis : Hilbram Dunar

Penerbit : Gramedia

Cetakan : Maret 2018

Tebal : x + 198 halaman

ISBN : 978–602-03-6649-4

Ada beragam motivasi, namun yang terbesar adalah cinta. Dia merupakan motivasi terbesar, bertahan lama dan berdampak luar biasa. Pekerjaan yang tidak dimotivasi cinta akan dijalankan penuh keluh-kesah dan asal-asalan. Hilbram Dunar, presenter sekaligus motivator, menjelaskan cinta mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup. Cinta adalah dorongan untuk mengerahkan seluruh kemampuan untuk dikorbankan demi kebaikan orang lain.

Cinta tidak bukanlah erotika atau romantika, tapi anugerah Tuhan yang termanifestasikan dalam perjuangan memberikan yang terbaik kepada sesama. “Kehidupan yang baik, hebat, dan tinggi akan menjadikan kita kepanjangan tangan Tuhan untuk meningkatkan hidup sesama,” tulis Hilbram (hlm 3). Ketika menjadikan cinta sebagai motivasi, ukurannya bukan lagi passion, mood, gaji besar atau kecil, tapi sejauh mana bisa bermanfaat kepada orang lain. Dia mengkritik orang yang merasa pintar, kaya, expert atau berpendidikan, namun tidak berguna. Orang paling baik bila amat berguna. Ukuran berguna jika kemampuannya untuk kebaikan (hlm 168).

Orang yang memaksimalkan kemampuannya dalam perusahaan, namun belum mendapat reward setimpal, bukan berarti tidak berguna. Bisa saja karena sebenarnya dia tidak melakukan yang terbaik. Setiap perusahaan memiliki penilaian tersendiri. Baik buruknya kinerja tidak dinilai sendiri oleh yang bersangkutan. Kalau perusahaan memang buruk, dia bisa resign untuk mengembangkan karier di tempat lain. Atau bekerja lebih keras lagi, untuk mengubah sistem perusahaan agar menjadi lebih baik.

Tidak ada kata putus asa bagi orang yang termotivasi untuk mencintai kebaikan. Dalam momen apa saja pasti dibantu Tuhan. Relasi antara cinta dan Tuhan sangat erat. Tidak mungkin menjadikan cinta sebagai motivasi jika tidak meyakini bahwa Tuhan akan selalu membantunya. Sebab cinta memerlukan pengorbanan. Perwujudannya tidak mudah dan penuh perjuangan, kadang menyakitkan. “Semua bisa mengatakan cinta, tapi sedikit yang bisa setia, “ katanya (hlm 23).

Orang yang termotivasi cinta lebih dulu berusaha membahagikan orang lain dengan tersenyum. Senyum menghangatkan jiwa. Orang yang melihat juga akan merespons dengan senyum pula sehingga memberi feedback membahagiakan (hlm 109).

Untuk mencapai kebahagiaan pribadi lebih dulu bahagiakan orang lain. Jangan mengharap orang lain berbuat baik. Mencintai terlebih dahulu sebelum mengajak orang lain berperilaku serupa. Memberi terlebih dahulu, meminta maaf terlebih dahulu dan lain sebagainya. Tidak bisa melembutkan hati orang yang melakukan kekerasan dengan kekerasan pula. Ini serupa mengadu besi dengan besi yang akhirnya memercikan api. Kekerasan hanya bisa dilembutkan dengan kasih.

Buku ini mengajarkan bahwa setiap pekerjaan daya manfaatnya ditentukan motivasi yang mendasarinya. Cinta adalah motivasi luar biasa untuk mengubah segala peekrjaan menjadi sumber kebahagiaan bagi sesama. Tanpa cinta, kendatipun pekerjaan tersebut dilakukan secara profesional, hanya mendatangkan keburukan. Buku ini mengetuk nurani pembaca agar senantiasa fokus memperbaiki diri sebelum memperbaiki orang lain. Di situlah benih kebahagiaan bertumbuh. 


Diresensi Ahmad Hasinul Ansor, Alumnus Universitas Islam Jember

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment