Koran Jakarta | February 20 2018
No Comments

Cianjur Siaga Darurat Banjir dan Longsor

Cianjur Siaga Darurat Banjir dan Longsor

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Ba­rat, memberlakukan status siaga darurat banjir dan long­sor hingga 31 Maret karena intensitas curah hujan masih tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Dae­rah (BPBD) Cianjur, Dodi Permadi, di Cianjur, Senin (12/2), mengatakan, sejak awal 2018 sejumlah kejadian bencana menerjang berbagai wilayah di Cianjur bersamaan dengan tingginya curah hujan.

Berdasarkan laporan dan pendataan, sejak Januari ter­jadi beberapa kali bencana di 13 lokasi, lima kali pergerakan tanah di empat kecamatan yang berdampak dua bangunan sekolah rusak di Kecamatan Campakamulya.

Di Kecamatan Sukaresmi, satu rumah rusak sedang dan tiga rumah terancam, sedangkan di Kecamatan Pagelaran, 22 rumah dalam kondisi terancam dan di Kecamatan Tang­geung, tiga unit rumah terancam.

Bencana lain adalah gempa bumi pada 23 Januari, dampaknya dirasakan di enam Kecamatan Tanggeung, Pagelaran, Cibinong, Sukaresmi, Pasirkuda, dan Takokak. Akibatnya, 101 unit rumah rusak ringan dan 22 unit rumah rusak sedang.

Selama Februari, tambah dia, terjadi dua kali bencana di dua Kecamatan Cipanas, tepatnya di Desa Ciloto, dan Keca­matan Sukaresmi, tepatnya di Desa Rawabelut. “Namun di kedua lokasi tersebut, hanya beberapa rumah yang teran­cam longsor dan pergerakan tanah, sedangkan di Puncak Pass, tebing penyangga jalan longsor sepanjang 20 meter dan mengancam bahu jalan nasional,” katanya. tgh/E-3

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment