Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments

Cara Untuk Tetap Termotivasi di Tempat Kerja Saat Ingin Berhenti

Cara Untuk Tetap Termotivasi di Tempat Kerja Saat Ingin Berhenti
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya sudah hampir 10 tahun bekerja di sebuah per­usahaan swasta. Masalah sema­kin banyak dan saya juga semakin jenuh. Rasanya ingin sekali resign. Mohon advisnya Bu Rossa.

Yandri, Jakarta

Jawaban:

Wajar jika merasa lelah dan bosan melakukan pekerjaan yang sama dari hari ke hari, saat kamu sudah melakukannya cukup lama. Sebagian besar dari kita merasakan keinginan untuk ber­henti dari pekerjaan pada waktu tertentu. Harus atau tidaknya, hanya kamu yang tahu keinginan terbaikmu.

Mungkin kamu hanya perlu mencari inspirasi atau sumber motivasi baru agar semangat itu tetap terjaga. Kalau kamu benar-benar mencintai pekerjaanmu dan belum siap untuk menyerah, berikut ada 7 tips untuk memban­tumu tetap fokus dan termotivasi di tempat kerja:

n Renungkan: Kenapa kamu ingin berhenti?

Penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan ketidaknya­manan atau ketidakbahagiaanmu di tempat kerja agar kamu bisa mengatasi masalahnya secara efektif. Kamu juga harus memper­timbangkan pilihanmu (apa­kah itu untuk meminta transfer, promosi, atau untuk mencari pe­kerjaan baru) sehingga kamu bisa memutuskan tindakan terbaik selanjutnya.

Buat rencana kerja

Pahami tujuanmu dan buat strategi supaya kamu bisa mem­buat rencana kerja untuk menda­patkan apa yang kamu inginkan dalam 6 bulan atau satu tahun ke depan. Kalau kamu tidak bergerak maju, kamu akan diam di tempat atau bahkan mulai ber­gerak mundur. Kemajuan adalah kunci untuk motivasi pribadi kita.

Manfaatkan akhir pekanmu dengan maksimal

Kamu bekerja keras selama seminggu. Gunakankan akhir pe­kanmu dengan baik dengan me­manjakan diri dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang paling berarti bagimu. Jangan cek email pekerjaan atau menang­gapi pesan yang berhubungan dengan pekerjaan. Akhir pekan adalah waktu pribadimu untuk bersantai. Pergilah untuk berolah raga, mencoba restoran baru atau menonton film bersama teman atau keluarga.

Sesekali pergi berlibur

Cuti tahunanmu adalah hakmu. Jangan hanya meng­ambil libur biasa. Kamu berhak pergi untuk liburan secara teratur untuk memutuskan dan mengisi ulang semangatmu. Istirahat yang menyenangkan bisa membuat perbedaan yang nyata. Kamu akan kembali bekerja dengan perspektif dan semangat yang berbeda.

Stres jangan dibawa pulang

Saat kamu berjuang untuk mengatasi beban kerjamu, jangan tergoda untuk memeriksa email pekerjaan dan bekerja di rumah. Tapi kalau kamu mengalami ma­salah dalam pekerjaan, mungkin porsi yang kamu kerjakan terlalu banyak atau kamu tidak punya alat yang tepat untuk bekerja dengan efisien. Apapun itu, so­lusinya bukan untuk membawa pekerjaan dan stres pulang. Rumahmu harus menjadi tempat untuk bersantai, bukan sebagai tempat kerja kedua. Bicarakan situasinya dengan manajermu.

Berkeringat

Cara yang paling efektif untuk melepaskan stres terpendam ada­lah dengan mengeluarkannya! Tentukan waktu untuk datang ke gym secara teratur. Bahkan mungkin kamu ingin mengambil seni bela diri seperti tinju atau Muay Thai untuk melatih fokus mental dan tetap tenang di ba­wah tekanan.

Belajar bersyukur

Kita sering tersesat dalam masalah kita sendiri sehingga kita lupa untuk melihat dan meng­amati orang-orang di sekitar kita yang jauh lebih buruk dari kita. Saat ada masalah, serahkanlah semua urusan dan bergantung lah hanya pada Yang Maha Kua­sa. Perbanyaklah ibadah dan berbuat amal baik. Bersyukur atas apa yang kita miliki, menghargai kehidupan istimewa yang kita jalani.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment