Koran Jakarta | October 24 2018
No Comments

Cara Mudah Menjadi Penjual Sukses

Cara Mudah Menjadi Penjual Sukses
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : 77 Cara “Bodoh” Berjualan

Penulis : Danang Priyadi

Penerbit : Grasindo

Cetakan : 2018

Tebal : 209 halaman

ISBN : 978 602 452 8836

 

Kata “bodoh” dalam judul bermakna spontanitas, ringan, dan tidak perlu rumit memikirkan. Kata “bodoh” berarti juga isi buku bisa dimengerti dan dipraktikkan oleh orang bodoh sekalipun, apalagi tidak bodoh. Buku ini berangkat dari pengalaman praktikum para peserta training dan ditulis berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut. Selain itu, cara sukses berjualan sebenarnya hanya mengembalikan hakikat manusia sebagai makhluk sosial.

Misalnya, menyapa orang. Dalam konteks ini, sales harus menyapa customer, mau membeli atau hanya melihat-lihat. Dengan menyapa, keakraban emosional tercipta. Customer merasa dihargai, dimanusiakan. Mereka tidak hanya dianggap sebagai objek marketing. Buku ini juga mengisahkan konsumen yang awalnya hanya berniat membeli majalah, lalu memborong beberapa buku lantaran disapa. Sapaan juga membuat konsumen yang awalnya sekadar window shopping, memutuskan membeli pulpen seharga 10 juta rupiah.

Sapaan merupakan media membangun keakraban, tidak perlu pilah-pilih orang. Sapa dan senyuman membuat orang senang. Tidak ada sejarahnya, ketika kita tersenyum, orang malah marah-marah (hlm 2).

Beberapa perusahaan susu anak menggunakan kata “bunda” sebagai standar sapaan kepada konsumen. Namun sebaiknya menggunakan sapaan lebih umum sebagai sikap hati-hati. Misalnya, “bu” atau “mbak” untuk perempuan. Ada pengalaman, seorang wanita batal membeli susu gara-gara disapa “bunda.” Dia tersinggung karena masih dalam program hamil lantaran lama tak punya anak. Cara efektif dan terbukti menyenangkan menyapa dengan panggilan lebih muda. Ini terutama untuk perempuan, umur masalah sensitif (hlm 9).

Konsep konsumen raja benar adanya. Sales tidak boleh berdebat dengan mereka. Sales senantiasa merendahkan hati dan bantu apa pun kebutuhan selama proses transaksi. Sebagaimana raja, konsumen suka sekali dihargai, dilayani dan diperlakukan seperti raja.

Ketika konsumen bertanya barang, tawarkan lebih dulu produk termahal. Ini memiliki dampak psikologis positif yang sangat kuat ketika ditawarkan barang serupa dengan mirek lain, harganya lebih rendah. Jika satu produk ditolak, segeralah tawarkan produk dari karakter sama, pengganti, pelengkap dan sejenis.

Setidaknya ini memberi kesan, apa pun yang diingini konsumen tersedia lengkap. Segera tanyakan apalagi yang hendak dibeli begitu dia selesai membeli satu barang (110).

Buku ini juga menekankan pentingnya percakapan selama bertransaksi. Tidak hanya fokus pada barang dagangan dan segala yang terkait. Bertanyalah juga tentang asal daerah konsumen, warna kesukaan, dan seterusnya yang tidak berkaitan dengan privasi. Jika perlu bercandalah seolah mereka keluarga. Keakraban membuat pembeli merasa lebih nyaman berbelanja.

Strategi jitu tidak menjamin saleman sukses terus. Adakalanya kegagalan terjadi. Jika gagal, teruslah bangkit dan berusaha lagi. Berdoa memegang peran penting untuk menguatkan kepercayaan, segala kejadian bisa meningkatkan prospek. Berdoalah secara spesifik sesuai dengan kebutuhan. Minta orang lain mendoakan juga sangat penting (hlm 147).

Buku ini bisa jadi bacaan sales associate pemula, apalagi yang bekerja di toko-toko ritel karena langsung berhadapan dengan pembeli.


Diresensi Habibullah, Alumnus Panscasarjana Malik Ibrahin Malang

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment