Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Pengamat Politik Universitas Indonesia, Ari Junaidi, Terkait Pemilihan Calon Menteri di Kabinet Kerja Jilid II

Calon Menteri Harus Mampu Terjemahkan Visi Misi Presiden

Calon Menteri Harus Mampu Terjemahkan Visi Misi Presiden

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat memilih sosok calon menteri yang terbaik agar dapat membantu kinerjanya pada periode kedua 2019–2024.

 

Calon menteri yang dipi­lih harus mampu mengaplikasikan keinginan Jokowi sehingga pemerintahan yang dipimpinnya bersama wakil presiden (wapres), KH Ma’ruf Amin bisa tercapai.

Untuk mengupas masalah ini, Koran Jakarta mewawancarai Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaidi. Berikut petikannya.

Terkait pemilihan calon menteri Presiden Jokowi untuk periode kedua harus seperti apa?

Kabinet periode ke-2 Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma’ruf Amin harus diisi oleh sosok-sosok calon menteri yang kapabel dan bisa menerjemahkan visi misi Nawacita dalam tugas teknis yang mengedepankan kerakyatan.

Dari kalangan partai politik atau profesional?

Calon menteri yang mendapat endorse dari parpol. Walau bagaimanapun dukungan parpol di parlemen tetap dibutuhkan Presiden Jokowi untuk memulus­kan setiap usulan.

Anda yakin calon dari partai politik mampu menerjemahkan instruksi Jokowi?

Saya yakin banyak kader partai yang mumpuni dan bisa dilihat dari jejak rekamnya. Misalnya un­tuk menteri pariwisata itu ada so­sok Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, karena keberhasilan­nya membangun kepariwisataan berbasis budaya dan masyarakat. Untuk Kementerian Lingkungan Hidup ada sosok Wali Kota Surabaya, Tri Risnaharini, karena keberhasilannya menata Surabaya.

Perlukah ada menteri baru di bidang ekonomi agar mampu membawa perekonomian Indo­nesia maju?

Saya setuju menteri-menteri yang terkait dengan pertanian, perkebunan, perlu wajah segar yang tetap prorakyat. Jokowi tidak boleh lagi memakai Men­teri BUMN dan Mendag karena banyak kebijakan yang dijalankan mereka berdua tidak prorakyat. Kebijakan import seperti bawang putih dan beras sangat tidak ber­pihak pada asas keadilan.

Intinya, Jokowi harus memilih calon menteri yang benar-benar kompeten dan terbaik?

Iya, jadi saat ini harus ada yang bantu menyodorkan nama-nama calon menteri yang berkom­peten di bidangnya, dan Presiden Jokowi tinggal menyortir mana nama-nama calon menteri yang ter­baik. m umar fadloli/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment