Koran Jakarta | September 20 2018
No Comments
Kasus Suap

Bupati Bengkulu Selatan, Istri dan Keponakan Jadi Tersangka

Bupati Bengkulu Selatan, Istri dan Keponakan Jadi Tersangka

Foto : KORAN JAKARTA/Muhaimin A Untung
Diperiksa KPK - Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (tengah) digiring petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/5). Dirwan bersama istrinya Hendrati dan keponakannya Nursilawati ditangkap KPK karena menerima suap sebesar 98 juta rupiah dari pengusaha Juhari. Suap itu diduga sebagai fee atas proyek di Pemkab Bengkulu Selatan yang akan dikerjakan oleh Juhari.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan istri Dirwan, Hendrati sebagai tersangka.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan dan menetapkan empat orang tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (16/5).

Selain itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Pertama, Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Pemkab Bengkulu Selatan Nursilawati. Menurut Basaria, Nursilawati merupakan keponakan Dirwan Mahmud.

Terakhir, KPK mentapkan Juhari, seorang kontraktor yang sudah biasa menjadi rekanan di Pemkab Bengkulu Selatan. Basaria mengatakan, Dirwan, istrinya dan Nursilawati diduga menerima suap dari Juhari.

Menurut Basaria, ketiganya diduga menerima suap sebesar 98 juta rupiah. Uang tersebut diduga sebagai fee atas proyek di Pemkab Bengkulu Selatan yang akan dikerjakan oleh Juhari.

Dirwan tampak pucat saat turun dari mobil di halaman depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (16/5). Dirwan tak merespons sedikit pun pertanyaan awak media yang menunggu kedatangannya.

Dirwan yang mengenakan batik dan dilapisi jaket hitam tersebut terus berjalandan mengabaikan keriuhan wartawan. Tak berapa lama, kendaraan berikutnya berhenti tepat di Gedung KPK.

Mobil tersebut membawa Nursilawati. Saat baru turun dari kendaraan, Nursilawati berupaya menutupi wajahnya dengan kerudung abu-abu yang tersingkap. Nursilawati memalingkan wajahnya untuk menghindari bidikan kamera wartawan.

Setelah Nursilawati naik ke ruang pemeriksaan, mobil berikutnya tiba. Mobil tersebut membawa Juhari. Saat baru turun dari kendaraan, Juhari juga berusaha menutupi wajahnya dengan masker hijau.

Namun, petugas meminta agar masker tersebut dibuka. Juhari yang mengenakan kemeja hitam bermotif garisgaris tersebut tertunduk saat menuju ruang pemeriksaan.

Mobil keempat yang berhenti di depan Gedung KPK ternyata membawa istri Dirwan, Hendrati. Perempuan yang mengenakan baju abu-abu dan jilbab biru muda tersebut awalnya bersembunyi di balik badan petugas KPK. mza/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment