Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Stabilitas Pangan I Kementan Merekomendasikan Daging Sapi Brazil

BUMN Ditunjuk Impor Daging

BUMN Ditunjuk Impor Daging

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Pertanian memberikan rekomendasi tiga perusahaan BUMN untuk mengimpor daging sapi dari Brazil.

JAKARTA-Pemerintah memutuskan untuk mengurangi kuota impor daging kerbau dari India seiring diputuskannya impor daging sapi sebanyak 50 ribu ton dari Brazil. Keputusan itu dibuat berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas) beberapa waktu lalu. Saat ini keputusan itu ada di Kementerian Perdagangan untuk penerbitan Surat Perizinan Impor (SPI).


Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan Kementan telah memberikan rekomendasi impor daging sapi dari Brazil kepada para importir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah mendapat penugasan.


Rekomendasi itu diberikan pada Selasa (8/10) kemarin dan diberikan kepada Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) dan PT Berdikari (Persero). Untuk Bulog diberikan kuota sebesar 30 ribu ton, lalu Berdikari 10 ribu ton dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) juga 10 ribu ton.


“Hanya PPI belum mengajukan, tetapi sudah diputuskan total daging sapi yang diimpor dari Brazil itu 50 ribu ton. Dengan itu volume daging kerbau yang diimpor dari India pastinya berkurang,”ungkap Ketut ketika ditemui usai audiensi dengan mahasiswa pertanian se-Indonesia di Jakarta, Rabu (9/10).


Ketika ditanyakan lebih jauh soal volume impor daging kerbau asal India yang dikurangi, Ketut belum bisa merincikan detailnya. Tentunya jumlah yang dikurangi disesuaikan dengan kuota impor daging secara keseluruhan sepanjang tahun ini.


Selain itu, alasan pemerintah memilih Brazil karena dari sisi harga yang lebih terjangkau serta ketersediaan. Di samping itu, daging sapi Brazil sudah bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan vaksinasi berdasarkan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE).


Ketut melanjutkan bahwa dibukanya kran impor daging karena produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 67 persen kebutuhan nasional, sedangkan 33 persen masih harus impor. Saat ini kebutuhan daging nasional masih sekitar 667 ribu ton. “Jika kita belum mampu penuhi semua, pilihannya tentu impor,”tukas Ketut.


Tunggu Izin Impor
Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengaku masih menunggu dikeluarkannya izin impor dari Kemendag. Jika sudah keluar maka proses mendatangkannya bisa dilakukan segera, namun Bulog tetap akan mengikuti lelang di negara asal daging tersebut.


Adapun Kemendag juga masih menunggu surat protokol dari Brazil. Surat tersebut merupakan balasan dari surat yang dikirim Kementan sebelum menerbitkan rekomendasi impor kepada Kemendag. Izin impor diberikan ketika surat protokol, dan rekomendasi impor ke luar.


Untuk meningkatkan produksi ternak nasional, Kementan bersama dengan Kepolisian RI berupaya keras untuk mencegah pemotongan sapi indukan. Sepanjang 2017-2018 penurunan pemotongan ternak ruminansia betina produktif sebesar 47,1 persen. Tren penurunan itu diharapkan terus berlanjut demi mengejar target swasembada daging.


Sementara Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH Kementan Fini Murfiani menambahkan, salah satu upaya peningkatan populasi tersebut adalah melalui program Upaya Khusus Indukan Sapi/kerbau Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dilaksanakan sejak tahun 2016. “Program tersebut menekankan peningkatan kelahiran hasil dari Inseminasi Buatan (IB) dan sebagian kawin alam,”ungkap dia. ers/E-12

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment