Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Suksesi di Inggris

Boris Johnson Bertekad Loloskan Brexit

Boris Johnson Bertekad Loloskan Brexit

Foto : AFP/Tolga AKMEN
Kampanye Johnson l Kandidat unggulan untuk jabatan PM Inggris, Boris Johnson, saat memulai kampanye pencalonannya sebagai ketua Partai Konservatif di London, Rabu (12/6). Dalam kampanyenya, Johnson menegaskan ia akan melaksanakan Brexit sesuai jadwal, walau tanpa kesepakatan.
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Salah satu kan­didat unggulan pengganti man­tan Perdana Menteri Theresa May yaitu Boris Johnson, pada Rabu (12/6) mengatakan bah­wa ia hanya akan meloloskan keluarnya Inggris dari Uni Ero­pa (Brexit) tanpa kesepakatan sebagai upaya terakhir.

Hal itu diungkapkan John­son setelah secara resmi mem­ulai kampanyenya untuk men­jadi perdana menteri dengan janji untuk menyatukan sebu­ah negara yang masih terpecah karena Brexit.

Johnson, mantan menteri luar negeri Inggris, adalah sa­lah satu calon favorit di an­tara 10 kandidat yang bersaing untuk menggantikan Theresa May, yang mengundurkan di­ri dari jabatan PM Inggris sete­lah dua kali menunda pelaksa­naan Brexit.

Saat memulai acara kam­panye yang turut dihadiri se­jumlah anggota senior partai Konservatif, Johnson bersike­ras menyatakan Brexit harus terjadi pada 31 Oktober, ba­tas waktu terakhir disepakati dengan Brussels. Sayangnya, Johnson tak menjelaskan rin­cian tentang bagaimana ini hal itu bisa dilaksanakan.

“Inggris harus bersiap ke­luar dari Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan baru sebagai jalan terakhir dan itu bukan sesu­atu yang diinginkan oleh siapa pun,” kata Johnson, 54 tahun.

Dalam kampanyenya, John­son pun memperingatkan agar Brexit tak lagi ditunda. “Penun­daan berarti kekalahan. Penun­daan berarti Corbyn. Jika di­tunda lagi, maka berakhirlah (Brexit) kita,” ucap politisi ber­nama lengkap Alexander Boris de Pfeffel Johnson itu.

Tak Mudah

Johnson adalah sosok utama dalam pemungutan suara refe­rendum 2016 untuk mening­galkan UE dan salah satu poli­tisi paling terkenal di Inggris. Ia juga adalah salah satu pengkri­tik yang paling memecah-be­lah, memiliki retorika populis yang menarik, walau kurang­nya perhatian terhadap detail.

Johnson sempat selama de­lapan tahun menjabat sebagai Wali Kota London. Karier poli­tiknya naik saat diangkat seba­gai Menlu Inggris dalam kabi­net pimpinan PM May.

Melaksanakan Brexit tan­pa kesepakatan merupakan hal yang tak mudah karena seke­lompok anggota parlemen lin­tas partai pada Rabu melun­curkan upaya untuk memblokir peluang terjadinya Brexit tanpa kesepakatan.

UE telah menegaskan kem­bali bahwa mereka tidak akan menegosiasikan kembali per­syaratan Brexit, tetapi Johnson mengatakan pemerintah baru dengan optimisme baru, akan bisa menemukan jalan keluar.

Dalam kampanyenya, John­son tidak mengulangi ancam­an untuk menahan pembayar­an denda senilai miliaran euro yang disepakati Mei untuk me­nutupi kewajiban Inggris terha­dap UE. Sementara Komisi Ero­pa pada Rabu memperingat­kan bahwa Inggris masih harus membayar, walau Brexit tanpa kesepakatan.  ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment