Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Pemberantasan Narkoba

BNN Bongkar Pabrik Sabu di Majene

BNN Bongkar Pabrik Sabu di Majene

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar pabrik gelap sabu-sabu atau clan lab di kawasan Majene, Sulawesi Barat, pada 9 Juli 2018. Petugas mengamankan empat tersangka berikut barang bukti berupa narkotika dan bahan pembuat atau prekursor narko­tika.

“Kejadian berawal ketika tim BNN mengamankan ter­sangka SWA (29 tahun) saat memproduksi sabu di rumah­nya yang berlokasi di BTN Gri­ya Pesona Lembang, Kecama­tan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat,” kata Kepala BNN, Komjen Pol Heru Winarko, di Jakarta, Kamis (9/8).

Menurut Heru, di dalam rumahnya disita narkotika dan prekursor. Yang disita, an­tara lain cairan mengandung sabu-sabu sebanyak 4.520 ml, sulfuric acid sebanyak seribu ml, hydrochloric acid seba­nyak 5.200 ml, acetone seba­nyak seribu ml, cairan men­gandung ephedrine sebanyak 20 ribu ml.

Petugas juga menyita ba­han kimia lain, seperti mesi­tylene atau trimethylbenzene sebanyak tiga ribu ml, iodine seberat tiga ribu gram, red phosphor seberat 650 gram, NaOH seberat 2.500 gram. “Se­lanjutnya petugas mengem­bangkan dan mengamankan JUF (44 tahun) yang berperan sebagai pengambil obat dan pengantar barang ke kantor pos di kawasan Kompleks Pa­sar Petoosang, Kecamatan Alu, Polewali Mandar, Sulawesi Ba­rat,” ujar Heru.

Tersangka lain yang dia­mankan adalah HAS (43 tahun) yang berperan sebagai tes­ter sabu-sabu di Jalan Lorong Barito, Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Ketiga ter­sangka di atas dikendalikan oleh seorang napi LP Kelas I Tangerang ber­nama Lheksy. Ia divonis 20 ta­hun penjara pada tahun 2010 karena kasus produksi sabu di Villa Regency, Tangerang,” kata Heru.

Terhadap para tersangka dikenakan pelanggaran Pasal 113 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 129 huruF a,b, dan c Jo Pasal 132 (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Selundupkan ke Lapas

Masalah narkoba ini sung­guh mengkhawatirkan. Tahanan di dalam lem­baga pemasyarakatan (lapas) masih bisa mengendalikan pere­darannya. Seperti disampaikan Kepala Lapas Bengkalis, Agus Pritiat­no, jajarannya menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam lapas setempat.

“Yang digagalkan adalah narkoba jenis ganja kering da­lam sebuah plastik yang diper­kirakan seberat 1 kg dari salah satu sel tahanan. Informasi didapatkan dari sejumlah ta­hanan bahwa ada masuk nar­koba ke dalam lapas. Kemudi­an dilakukan razia di sejumlah kamar tahanan blok A yang merupakan khusus narapidana yang tersangkut perkara nar­koba,” kata Agus.

Dari informasi tersebut, tambah Agus, petugas lapas merazia dan ditemukan bung­kusan plastik hitam di dalam kamar blok A nomor 12, pada 7 Agustus 2018.

eko/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment