Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments
DISKONTO

BNI Ajak Mitra Binaan Pasarkan Produk ke Malaysia

BNI Ajak Mitra Binaan Pasarkan Produk ke Malaysia

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak lima pelaku industri kreatif mitra binaannya mengikuti pameran Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2018 di Putra World Trade Center, Tun Razak 4, Kuala Lumpur, Malaysia yang berlangsung pada 13-15 April 2018.

Corporate Secretary BNI, Ryan Kiryanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/4), menyatakan para mitra binaan tersebut memiliki kesempatan untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka secara langsung kepada para calon pembeli dari Malaysia. “ICPF 2018 dapat menjadi wadah dan media yang efektif bagi mitra binaan memperkenalkan inovasi yang mereka hasilkan dan menunjukkannya kepada calon pembeli atau calon investor yang ada di Pasar Asia khususnya Malaysia,” kata Ryan.

Pembukaan akses pasar yang baru jelasnya sangat penting bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia, karena sebagian besar dari mereka merupakan pengusaha mikro. “Tantangan yang dihadapi bukan hanya akses modal, melainkan juga dalam membuka akses pasar yang belum maksimal,” kata Ryan.

Perseroan, paparnya, mengajak mitra-mitra binaan yang konsisten mengembangkan produk-produk unggulannya. Kelima mitra yang diajak yakni Fahaltex dari Tegal, Jawa Tengah, Sulaman Ambun Suri asal Payakumbuh, Sumatera Barat, Galeri Tenun Ikat Dayak asal Pontianak, Kalimantan Barat, Aneka Rendang Asese asal Padang, Sumatera Barat dan olahan Lele buatan Karya dimeja asal Sleman, Jawa Tengah. Fahaltex, jelasnya, merupakan mitra binaan yang memproduksi Sarung Tenun Goyor, yaitu sarung yang berkualitas dan memiliki nilai seni tinggi.

Proses pembuatan satu lembar kain membutuhkan 19 tahapan selama kurang lebih 15 hari. Proses pembuatannya rumit, membutuhkan ketekunan, ketelitian dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual. “Fahaltex mempertahankan metode tenun menggunakan alat tenun bukan mesin sehingga kualitas sarung goyor tetap terjaga dari dulu sampai sekarang,” katanya. 

 

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment