Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Prospek Usaha

Bisnis Perhotelan di Era “Leisure” Kian Kompetitif

Bisnis Perhotelan di Era “Leisure” Kian Kompetitif

Foto : istimewa
OKUPANSI TINGGI I CEO Azana Hotels & Resorts, Dicky Sumarsono memberikan paparan saat diskusi mengenai bisnis perhotelan di Solo, beberapa waktu lalu. Saat ini, tingkat okupansi 50 hotel di bawah naungan managemen Azana rata-rata di atas 80 persen.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Prospek bisnis perhotelan di era leisure ke de­pan diperkirakan masih terus bertumbuh dan berkembang. Kondisi itu membuat bisnis perhotelan kian diminati ba­nyak investor dan para pebisnis sehingga mendorong tingkat kompetisi semakin ketat.

CEO Azana Hotels & Re­sorts, Dicky Sumarsono mem­perkirakan pergeseran atau shifting tingkat konsumsi dari non-leisure menjadi leisure dan banyaknya pilihan baru tentang smart budget travel­ing (perjalanan dengan biaya hemat) akan mendorong lon­jakan tingkat perjalanan hingga beberapa tahun ke depan. Tak hanya itu, semua destinasi menjadi semakin mudah dan terjangkau untuk dikunjungi.

Menurutnya, hal itu ber­dampak pada kenaikan tingkat hunian hotel. Pasal­nya, kebutuhan berlibur bagi keluarga dan kalangan milen­ial sekarang ini sudah menjadi kebutuhan utama. Apalagi dari sisi pendapatan dan daya beli, juga terus meningkat.

Budget travel merupakan bentuk wisata yang menem­patkan anggaran sebagai per­timbangan penting, terutama dengan memilih akomodasi dan transportasi dengan harga terjangkau. “Seperti 50 hotel di bawah naungan management Azana yang occupancy rata-ratanya mencapai diatas 80 persen terutama yang berada di kota-kota kabupaten dan In­donesia timur,” paparnya me­lalui keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (21/8).

Karenanya, Dicky mem­proyeksikan pasar bisnis per­hotelan ke depan semakin luas dan besar ceruknya, mulai dari traveler (pelancong), pebisnis, hingga pelaku bisnis pameran (Meeting Incentive Convention and Exhibition/ MICE).

Dia menilai, saat ini, per­saingan bisnis perhotelan telah memasuki era kompleks da­lam segala aspek. Bukan hanya terkait customer yang menjadi target orientasi, tetapi juga or­ganisasi atau manajemennya. Akibat serangan kompetitif internal dan eksternal, bisnis ini memberikan peluang yang sangat menguntungkan jika pelaku bisnis mampu menge­lolanya secara akurat.

Perubahan Cepat

Dia menambahkan bisnis hotel menuntut sistem per­ubahan yang cenderung cepat dan sering.

Menurut Dicky, strategi bisnis hotel yang diperlukan di era leisure meliputi me­nyuntikkan elemen experience ke value proposition; mencip­takan momen WOW Experi­ence; dan menciptakan happi­ness, esteem, meaning (HEM) pada konsumen. mad/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment