Bisnis Jasa Pernikahan Terganggu Isu Korona | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Dampak Wabah Korona

Bisnis Jasa Pernikahan Terganggu Isu Korona

Bisnis Jasa Pernikahan Terganggu Isu Korona

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG - Perputaran uang pada bisnis jasa pernikahan sangat menggiurkan. Pertahun perputaran uang pada bisnis ini dapat mencapai 18 triliun rupiah. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Nanang Khusnaeni jelang Rakernas Aspedi di Bandung, Senin (24/2).

“Hasil survei gabungan pengusaha penyelenggara jasa pernikahan secara nasional, perputaran uang dari bisnis wedding per tahunnya mencapai 18 triliun ruliah. Sekitar 30 persen diantaranya menjadi pasar pengusaha jasa dekorasi,” ujarnya kemarin.

Ia menegaskan sebagian besar bisnis jasa wedding menjadi pasar bagi pengusaha bidang katering atau makanan. Urutan kedua adalah jasa dekorasi. “Itu hanya di wedding, dekor itu bisa kemana-mana, bisa dekor mal, hotel, bahkan anggota kami yang mendekor seluruh venue pada perhelatan Asian Games Jakarta tahun lalu, nilainya di atas 700 miliar rupiah ,” tuturnya.

Potensi yang sangat besar ini menurutnya harus menjadi perhatian dari pemerintah pusat dan daerah. Selain memberikan pemasukan pajak jasa , bisnis dekorasi pernikahan juga mampu menyerap jutaan tenaga kerja, baik di perkotaan maupun desa. Tinggal dukungan pemerintah untuk meningkatkan SDM pada bisnis ini

“Itu yang terdata dari anggota asosiasi pengusaha katering, event organizer hingga dekor. masih banyak UMKM di pedesaan yang belum terdata. Mereka butuh bimbingan dalam manajemen usaha dan tentunya legalitas bisnis. Jangan sampai klien dirugikan,” tegasnya.

Disisi lain, tahun ini bisnis jasa wedding menurutnya menghadapi tantangan yang cukup berat karena munculnya wabah virus Covid-19 di Tiongkok . Sebab, sekitar 60 persen bahan baku untuk dekorasi merupakan produk impor dari Tiongkok.

Impor dari Tiongkok

Ia mengatakan ada beberapa bahan baku dekorasi yang tertahan karena pembatasan impor dari pemerintah. “ Lampu hias sampai bunga itu kita impor dari Tiongkok, sekarang mulai terasa gangguannya.”

Sementara itu Ketua Aspedi Jabar Agung Haryono mengatakan rakernas Aspedi salah satunya akan membahas dampak dari munculnya virus Corona tersebut terhadap bisnis wedding.

“Kami akan ambil sisi positif. Justru ini akan menjadi momen bangkitnya bahan baku lokal untuk keperluan wedding. Kontrak bisnis tentu sudah ditandatangani dan harus dijalankan. Tentunya kita akan maksimalkan konten lokal, meski ada perbedaan harga,” jelasnya.

Ia menyontohkan untuk vas bunga kini sudah mulai banyak yang memesan dari Plered Cirebon, bunga segar sudah mulai melakukan pemesanan ke Bandung hingga Cianjur dan daerah lainnya. tgh/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment