Biro Perjalanan dalam Pusaran Virus Korona | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Covid-19

Biro Perjalanan dalam Pusaran Virus Korona

Biro Perjalanan dalam Pusaran Virus Korona

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Biro-biro perjalanan mulai merancang strategi dan siasat agar bisa kembali bangkit ketika situasi membaik setelah krisis Covid-19 berlalu

Meski belum mengetahui kapan virus korona bisa di atasi sehingga orang bisa leluasa bepergian, biro perjalanan telah menyiapkan kampanye untuk menyambut masa depan optimistis.

“Kami belum bisa memastikan seberapa lama hingga aktivitas travel dapat berjalan dengan normal. Namun kami sudah memulai sejak dini dengan membuat kampanye #NantiKitaPegipegiLagi,” kata Busyra Oryza, Corporate Communications Manager Pegipegi, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan kampanye itu berisi pesan untuk tetap berada di dalam rumah demi mencegah penyebaran virus. Namun, ada pesan optimistis bahwa semua bisa kembali beraktivitas normal, termasuk bepergian, ketika situasi pulih. Busyra mengatakan dari semua lini industri, pariwisata paling terdampak dari virus korona. Kendati demikian, dia optimistis industri pariwisata bisa bangkit karena merupakan industri terbesar dan tahan banting di dunia.

“Google dan Temasek memprediksi, pada 2025 pasar industri online travel akan tumbuh menjadi 78 miliar dolar AS di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Panorama Group juga menerapkan kampanye untuk menjaga optimisme pasar sekaligus mencari tempat menarik yang bisa dikunjungi pelanggan saat pandemi berakhir.

“Kita menyiapkan produk-produk baru dengan destinasi yang aman,” jelas VP Brand Communications Panorama Group AB Sadewa.

Pulihnya industri pariwisata dari wabah penyakit butuh waktu lebih lama dibandingkan faktor lain seperti bencana alam, terorisme dan isu keamanan. Ia menuturkan, World Travel & Tourism Council memperkirakan butuh waktu 10-35 bulan sejak wabah dimulai agar industri pariwisata kembali pulih. Jika pandemi diprediksi berakhir pada Mei atau Juni, kemungkinan pasar industri pariwisata bisa pulih paling cepat pada akhir tahun.

Sementara itu, Senior Public Relations Executive Tiket.com Yosi Marhayati mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan beberapa rencana di masa mendatang terkait situasi Covid-19. Namun, fokus saat ini adalah melayani kepentingan pelanggan yang banyak meminta penundaan atau pembatalan perjalanan.

“Kita berharap semua bisa kembali normal secepatnya,” kata Yosi.

Fokus Layani Pembatalan dan Penundaan

Wabah virus korona Covid-19 berdampak besar terhadap bisnis pariwisata karena orang-orang tak leluasa untuk keluar rumah, apalagi bepergian ke tempat jauh.

Penundaan dan pembatalan tiket tak terelakkan, sehingga biro-biro perjalanan kini fokus membantu konsumen memberikan panduan mengubah rencana perjalanan. Biro perjalanan daring Pegipegi mencatat ada peningkatan permohonan penundaan serta pembatalan rencana perjalanan sebanyak empat kali lipat.

“Konsumen yang ingin mengajukan perubahan rencana perjalanan jadi prioritas Pegipegi,” kata Busyra Oryza.

Pembatalan dapat diajukan melalui fitur Online Refund di aplikasi, atau menghubungi layanan konsumen melalui telepon atau surel. “Saat ini, Pegipegi tetap beroperasi seperti biasa di mana website maupun aplikasi dan CS kami tetap dapat diakses 24/7 untuk memenuhi segala kebutuhan pelanggan,” kata Busyra. Di tengah situasi yang tidak pasti, pelanggan yang harus bepergian saat ini bisa menambahkan asuransi perjalanan sehingga merasa lebih aman bila penerbangannya dibatalkan sewaktu-waktu. Hal yang sama dilakukan oleh biro perjalanan Tiket.com. Fokus mereka di tengah virus korona adalah membantu pelanggan yang ingin mengubah atau membatalkan perjalanan.

“Untuk saat ini memang refund dan reschedule memang meningkat tajam dari biasanya,” ujar Yosi Marhayati. Agar konsumen lebih mudah dalam mengatur perjalanan, Tiket.com meluncurkan panduan fitur refund dan reschedule di aplikasi secara mandiri. Kendati demikian, virus korona tidak serta merta membuat aktivitas jadi terhenti. Yosi mengatakan transaksi masih terus berjalan karena tidak semua maskapai internasional memberlakukan keadaan force majeure terkait Covid-19.

“Bahkan ada beberapa maskapai yang juga mulai mencabut kebijakan force majeure,” ujarnya.

Sementara itu, Sadewa membenarkan dampak besar Covid-19 terhadap industri pariwisata. “Beragam pembatasan dan larangan untuk masuk atau keluar negeri memberikan pengaruh pada pariwisata inbound dan outbound.

Pembatasan keluar rumah juga membuat pengaruh signifikan pada pariwisata domestik,” katanya.

Saat ini Panorama Group melakukan banyak konsolidasi internal, serta melayani pelanggan sesuai protokol kesehatan. Layanan via telepon tetap tersedia untuk konsumen yang membutuhkan.

“Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelanggan supaya tidak terjadi penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Upayakan Tak Ada yang Dirugikan

Upayakan Tak Ada yang DirugikanPada kesempatan berbeda, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (AMPHURI) mengupayakan agar semua pihak tidak ada yang dirugikan terkait dengan penghentian sementara ibadah umrah di Tanah Suci oleh Pemerintah Arab Saudi guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

“Kami mengupayakan segala hal supaya tidak ada yang dirugikan, baik dari sisi calon jamaah maupun travel umrah,” kata Endro Dwi Cahyono, Ketua DPD AMPURI Jawa Tengah (Jateng) di Semarang, Jumat.

Ia mengimbau calon jamaah umrah yang belum jadi berangkat ke Tanah Suci untuk tetap tenang, bersabar, dan tawakal. Dirinya berharap para calon jamaah umrah tidak membatalkan rencana ibadah ke Mekkah.

“Silakan datang ke biro umrah untuk melakukan reschedule, jangan cancel karena bagaimanapun juga dana yang sudah disetorkan ke travel umrah itu semua pasti sudah digunakan untuk persiapan keperluan ibadah umrah,” katanya.

Selain itu, DPD AMPHURI Jateng juga telah melakukan langkah-langkah koordinasi dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan sejumlah pihak terkait. Pria yang juga menjadi anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng itu menyatakan dampak dari penghentian sementara ibadah umrah adalah ribuan calon jamaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci. Menurut dia, persiapan ibadah umrah tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, baik dari sisi anggaran maupun calon jamaah sendiri.

“Niatnya beribadah untuk sementara waktu ditunda, bukan dibatalkan, bisa pilih jadwal lain di travel umrah masing-masing,” katanya.

Endro menambahkan, selain itu, biro perjalanan umrah juga diminta untuk segera membantu menginformasikan kepada calon jamaah umrah terkait penghentian ibadah umrah di Tanah Suci hingga waktu yang belum ditentukan tersebut.  Ant/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment