BI Tetap Implementasikan Kebijakan Akomodatif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2020
No Comments
Antisipasi Krisis

BI Tetap Implementasikan Kebijakan Akomodatif

BI Tetap Implementasikan Kebijakan Akomodatif

Foto : ISTIMEWA
Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan moneter dan makropruden­sial akan tetap akomodatif tahun depan. Langkah itu dimaksudkan untuk mendo­rong pertumbuhan ekonomi domestik dan mengantisipasi ancaman resesi kendati per­ekonomian nasional saat ini masih relatif terjaga.

Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan, dari sisi bauran kebijakan mo­neter baik suku bunga, likui­ditas, dan nilai tukar masih akan akomodatif, sedangkan dari bauran kebijakan makro­prudensial pun begitu.

“Jadi sekarang, dua pedal ini kita injak bersama dalam kondisi kita sekarang meli­hat perlu untuk mendorong pertumbuhannya,” ujar Dody di sela-sela Seminar Eco­nomic Outlook 2020 di Jakarta, Selasa (10/12).

Menurutnya, bank sentral tidak hanya mengandalkan kebi­jakan moneter namun juga menggunakan ke­bijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pen­dalaman pasar, dan eko­nomi syariah, dalam menghadapi gejolak dan tantangan ekonomi global dan domestik.

“Kita di awal 2018 masih menggunakan dua pedal, pedal rem untuk stabilisasi dengan kebijakan moneter ketat dan pedal gas untuk ke­bijakan akomodatif makro­prudensial dan untuk mendo­rong perekonomian. Di 2019 khususnya di triwulan kedua, dua pedal tadi digunakan un­tuk akselerasi, untuk akomo­datif,” ujar dia.

BI tahun ini sudah menu­runkan suku bunga acuannya hingga 100 basis poin (bps). Dody mengatakan masih ada ruang untuk penurunan suku bunga. Namun, lanjutnya, bank sentral sekarang lebih berhati-hati.

“Kita akan lihat seberapa besar risiko ke depan akan muncul dan berpenga­ruh terhadap pen­capaian target atau istilah eko­nominya data dependant . Beda dengan dua bulan lalu kita forward guidance, kita katakan kita akan cut suku bunga. Saat ini kita masih ada room tapi sangat data dependant,” kata Dody.

Pelonggaran RIM

Menurut Dody, BI akan relatif menggunakan pedal gas untuk kebijakan mak­roprudensial di mana bank sentral akan merelaksasi be­berapa kebijakan untuk men­dorong sektor riil melalui pe­nyaluran kredit perbankan. Salah satu kebijakan makro­prudensial yang akomodatif tersebut yaitu dengan pelong­garan parameter likuiditas Rasio Intermediasi Makro­prudensial (RIM).

“Kita berikan room pada perbankan sekarang un­tuk kembali lebih lending tapi artinya lending itu harus memperhatikan prudensial dari perbankan, CAR-nya se­perti apa, NPL-nya seperti apa. Jadi itu yang dijaga untuk memberikan room kepada perbankan untuk lending,” ujarnya.

Ketentuan RIM bagi per­bankan kini telah dilonggarkan dengan menambah sumber pendanaan perbankan yakni pinjaman tenor di atas satu tahun, selain Dana Pihak Ketiga(DPK) dan Surat-Su­rat Berharga. Ant/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment